Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Pikiran Jessy


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sesampai di Penthouse Ara dan Sean, Jessy dan Jeff langsung masuk keduanya di sambut dengan baik oleh Ara dan Sean yang kebetulan sedang duduk di sofa ruang tv.


"Kalian pergi saja, aku hanya ingin bersama teman ku" kata Ara mengusir Sean dan Jeff.


"Baiklah, selamat menikmati makanan mu honey" Sean mencium pipi Ara dengan lembut.


"Ck, jangan mencium ku" Ara mengusap pipinya yang basah.


Sean mengembungkan pipi nya melihat Ara yang selalu saja begitu, selalu risih saat Sean sedang manja seperti ini.


Sedangkan Ara sendiri dia memang risih, semenjak hamil bukan Ara yang manja pada suaminya tapi Sean yang sangat manja padanya.


"Bye, jangan rindu aku" lanjut Sean sambil mengacak rambut istrinya dengan gemas.


Jeff dan Jessy yang melihat itu melongo, keduanya tidak menyangka jika Sean yang cool akan berubah menjadi lebay seperti ini.


"Jeff bawa Sean ke balkon" kata Ara kesal.


"Baiklah, ayo Sean" Jeff memilih membawa Sean menjauh.


"Jangan lupa minum sayang, makan nya jangan banyak-banyak nanti keselek" teriak Sean yang sudah menjauh.


Ara menggelengkan kepalanya mendengar teriakan suaminya, Jessy yang melihat itu tersenyum merasa lucu, dan jauh dari hati yang paling dalam nya Jessy juga ingin di perhatikan sejauh itu.

__ADS_1


"Hey kenapa kamu tersenyum" Ara memicingkan mata nya melihat tingkah aneh teman nya.


Meski dia risih dengan Sean tapi Ara sangat mencintai Sean, dan tidak mau kehilangan Sean yang notabe nya adalah suami dan ayah dari anak-anak nya.


"Jangan bilang kamu menyukai Sean" tuduh Ara.


"Ya, aku menyukai sikap manis Sean pada mu, aku iri" sahut Jessy santai.


"Ck, jangan jadi pelakor atau kau akan tau kemarahan ku yang sebenarnya" ketus Ara sambil mulai makan fizza.


Jessy mendengar ucapan Ara menggelengkan kepalanya pelan, bahkan dalam mimpi pun Jessy tidak bermimpi untuk mendapatkan Sean.


Dia hanya merasa senang saat melihat seorang pria yang perhatian pada kekasih hatinya, itu mengingatkan nya akan masa lalu nya, dulu Ronal juga sangat perhatian pada nya.


"Aku tidak berniat menjadi pelakor Ara" sahut Jessy ikut makan fizza nya.


Jessy menghela nafasnya panjang, dia melihat Ara lalu melihat ke balkon di mana ada Jeff dan Sean yang sedang menikmati coffe nya dengan mengobrol seperti yang di lakukan nya saat ini.


"Aku merindukan Ronal, dia sangat perhatian pada ku bahkan untuk makan dan banyak hal lain nya lagi" ucap Jessy dengan wajah menunduk nya.


"Tidak baik merindukan suami orang lain" Ara mengingatkan.


"Ya aku tau itu, tapi apa baik kalau pernikahan tidak di landasi cinta?" tanya Jessy.


Mendengar itu sontak Ara tertawa, dan dengan santai nya menjawab..


"Itu bukan masalah besar, cinta akan datang seiring berjalannya waktu, dulu aku dan Sean adalah musuh dari kecil, kau tau entah berapa ratus helai rambut ku yang rontok saat aku dan Sean berantem, semuanya terasa mengesalkan saat di ingat-ingat tapi lihatlah sekarang, aku dan Sean menjadi pasangan yang saling mencintai bahkan sekarang kami akan memiliki anak kedua dan ketiga kami" jelas Ara panjang kali lebar.

__ADS_1


Mendengar ucapan Ara Jessy mangut-mangut, dia juga tau kalau Ara dan Sean awalnya hanya menikah karena kejadian cinta satu malam, dan itu sama hal nya dengan yang Jessy alami saat ini.


Bedanya Jessy melakukan nya di saat dia tidak menyandang status perawaan, dan mungkin itu yang akan menjadi perbedaan percintaan mereka.


"Apa menurut mu keperawanaan bisa menjadi kendala untuk seseorang mencintai?" tanya Jessy.


Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut nya, jujur saja Jessy sudah memikirkan ini dari jauh-jauh hari karena dia merasa hubungan nya semakin hari semakin tidak ada perubahan nya.


"Ayolah hanya lelaki bodoh yang mengukur cinta dengan keperawanaan, apa salahnya dengan wanita yang tidak perawaan? bukan kah semua orang punya masa lalu buruk? dan tidak ada yang sempurna di dunia ini terkecuali Tuhan, Jess aku tau yang kamu pikirkan tapi untuk masa lalu mu biarlah itu menjadi kenangan buruk yang harus kamu kubur sendiri, dan untuk kehidupan yang sekarang bukan lah hal benar jika masa lalu menjadi penghambat kebahagiaan, aku yakin jika Jeff tulus dia tidak akan melihat mu dari sebelah mata saja" kata Ara sambil memegang tangan Jessy.


Ucapan Ara benar-benar membuat Jessy terharu, dia merasa beruntung karena mengenal Ara yang sangat bijak dengan pemikiran nya yang dewasa.


"Terimakasih Ara, kamu sudah membukakan pikiran ku yang sempit" Jessy tersenyum.


"Hem, fizza mu tinggal dua lagi Jess sisa nya punya ku" kata Ara sambil melahap fizza yang ada di tangan nya.


"Astaga kamu makan terlalu banyak apa tidak apa?" Jessy ngeri melihat cara makan Ara yang seperti orang kelaparan.


Ara menggelengkan kepalanya, tangan nya mengusap perut buncit nya.


"Tidak akan kenapa-kenapa, anak-anak ku perlu makan banyak dan mereka senang jika ibu nya makan banyak, lagi pula Sean suka jika aku Gendut" sahut Ara santai.


Jessy tersenyum mendengarkan ucapan Ara, dia melihat ke perutnya yang rata, tiba-tiba dia tergelak kecil Jessy membayangkan apa yang akan dilakukan jika tiba-tiba perutnya buncit dan dirinya memiliki bayi.


Apa aku harus program agar Jeff mencintai ku? seperti Sean yang mencintai Ara?. batin Jessy bimbang.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2