
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi nya Wilo dan Bryan sudah bangun tapi keduanya masih belum mau bangkit dari tempat tidur, keduanya masih terdiam dengan saling memeluk.
Untuk Bryan ini seperti mimpi, setelah beberapa bulan dia menunggu moment ini kini dia kembali bisa memeluk tubuh istri kecilnya, apalagi di saat minggu-minggu awal kepergian Wilo Bryan benar-benar sangat kehilangan.
Dan untuk Wilo dia akhirnya bisa kembali merasakan sentuhan suaminya, beberapa bulan ini dia lewati tanpa Bryan dan sekarang terbayarkan dengan pertemuan nya.
"Aku tidak mau di Wisma lagi, aku ingin bersamamu" kata Wilo sambil mencium dada polos suaminya.
Keduanya belum memakai pakaian setelah apa yang terjadi di malam tadi, Bryan dan Wilo masih saling merindukan sehingga keduanya tidak berniat memakai pakaian untuk saat ini.
"Aku tidak akan melepas mu lagi, mulai saat ini kita akan selalu bersama" balas Bryan mengecup leher Wilo dengan lembut.
"Mau makan?" tanya Bryan.
"Belum lapar, aku mau makan kamu aja" balas Wilo sambil tersenyum menggoda.
"Makan aku?" Bryan menaikan sebelah alisnya ke atas.
Wilo terkekeh pelan dan tanpa ragu dia menempelkan bibir nya dengan bibir suaminya
Cup..
"Iya memakan mu sampai habis" kata Wilo lagi tangan nya terulur untuk menyentuh milik suaminya.
Haha..
Wilo tertawa melihat wajah suaminya yang menahan sesuatu, dia kembali melakukan nya hingga akhirnya Bryan menahan tangan Wilo.
__ADS_1
"Sarapan mu di ranjang" kata Bryan dan langsung menciumi leher Wilo.
Uh..
Wilo mengeliat saat merasakan kecupan itu turun sampai ke dada nya, dia menatap sosok yang kini sedang bermain-main di bagian sensitif nya itu.
"Aku benar-benar merindukan mu" ucap Wilo dengan suara yang menahan *******.
Bryan tersenyum, dia mengadahkan pandangan nya untuk menatap istri kecilnya yang sedang mengigit bibir bawahnya itu.
"Aku juga" balas nya sambil tersenyum.
Keduanya saling berpandangan, bibir keduanya menyatu dan berbalas ciuman.
"Emh sayang" Wilo tersentak saat Bryan tiba-tiba naik ke atas tubuhnya.
Keduanya langsung ke inti nya, seolah tidak ada cape nya Wilo dan Bryan terus mengulangi permainan nya hingga akhirnya keduanya sama-sama lelah.
"Apa aku masih bisa sekolah lagi?" tanya Wilo.
Membuat Bryan yang sedang memakaikan pakaian di tubuh sang istri menjadi menghentikan apa yang dia lakukan.
"Apa kamu mau sekolah lagi?" tanya balik Bryan.
Dan Wilo menggelengkan kepalanya.
"Aku ingin bersamamu, hanya itu" balas nya sambil memberikan sisir pada sang suami.
Bryan menyisiri rambut Wilo dengan penuh kehati-hatian, dia senang melakukan ini bahkan tanpa di minta sekalipun.
"Tapi bagaimana dengan Mela dan Dewi? mereka tidak pernah mengunjungi ku" lanjut Wilo.
__ADS_1
Yang sekali lagi membuat Bryan menghentikan apa yang sedang di lakukan nya.
Bryan melihat Wilo yang sudah terlihat penuh semangat hidup nya, dia mencium bibir istrinya lalu memegang tangan suaminya.
Bryan menjelaskan semuanya, dari mulai Vidio Mela yang di sebarluaskan oleh Papa nya sendiri, kejadian itu membuat Mela depresi karena banyak orang yang mengolok-olok nya sampai akhirnya Mela bunuh diri.
Papa dan Mama nya Mela di tangkap polisi, Papa Mela ketahuan sering menjual Mela dan Mama Mela yang ketahuan korupsi di kantor nya.
"Mela, ya ampun" Wilo tidak bisa menahan tangis nya, dia tidak percaya Mela yang selalu ceria ternyata mendapatkan kehidupan yang tidak adil.
"Mela menitipkan permintaan maaf nya untuk kamu sayang, di buku diary nya Mela bilang dia salut pada kamu yang selalu tegar meski tidak di anggap anak oleh orang tua mu, Mela mungkin lebih beruntung karena masih di anggap anak, tapi dia juga tidak benar-benar beruntung karena Mela harus memiliki orang tua yang tamak akan harta sehingga menjual anak sendiri" Bryan menjelaskan.
Wilo menangis di pelukan suaminya, benar-benar merasa sangat kehilangan sosok Mela.
"Lalu Dewi?" tanya Wilo lagi.
"Dewi sudah menikah, dia di jodohkan orang tuanya dan sekarang dia ikut suaminya pindah ke kota C" jelas Bryan lagi.
Bryan mengusap lembut rambut istrinya, Wilo menangis karena kehilangan kedua teman nya, terlepas apa yang terjadi di akhir pertemuan mereka Wilo tidak ingin mengungkit nya, dia selalu menganggap keduanya teman baik nya.
"Aku mau ke makam Mela sayang"
"Kita akan ke sana nanti setelah pulang honeymoon"
"Iya"
Obrolan keduanya harus terhenti karena mendengar suara bel, Bryan mengambil pesanan makanan nya, dan keduanya makan dengan saling suap-suapan.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1