
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Selsai makan Wilo memilih menonton TV bersama Oma di ruangan bersantai, keduanya nampak mengobrol ringan.
Sampai akhirnya Bryan datang dengan wajah dingin nya, dan tanpa banyak bicara dia duduk di sopa yang tak jauh dari tempat duduk Oma dan Wilo.
"Sekali-kali wajah mu harus di tonjok ya, datang bukan nya nyapa malah so cool" cibir Oma.
"Apasih Oma" Bryan malah mengambil minum dan hal itu di lihat oleh Wilo.
"Kak itu minum ku" kata Wilo sambil tersenyum kecil.
Hah!
Bryan mengeluarkan kembali minuman nya, dia kaget karena ucapan Wilo tadi.
"Jorok ihk, udah di masukin mulut di keluarin lagi jadi kecampur kan sama yang lain" Wilo bergedik melihat itu.
Sedangkan Bryan masih terlihat santai padahal jelas-jelas dia merasa bodoh, entah kenapa setelah malam panas tadi dia merasa bingung bersikap saat berhadapan dengan Wilo.
Oma melihat itu, dia tersenyum dan pura-pura ingin tidur siang, biasnya Oma akan menghabiskan waktu bersama Jody, tapi hari ini karena Jody sedang cuty selama beberapa hari jadi Oma sendirian.
Tapi tidak apa, dia senang jika kesendirian nya ini membuahkan hasil yang baik untuk Jody dan Nobles ataupun Bryan dan Wilo, dia ingin mereka mendapatkan buah cinta mereka.
Suasana di ruangan bersantai agak canggung setelah Oma pergi ke kamar, Wilo nampak fokus pada siaran televisi lain dengan Bryan yang sesekali melirik Wilo yang tidak berkedip melihat tontonan film itu.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, keduanya masih belum mengobrol sampai akhirnya Bryan melihat Wilo yang menangis.
"Hey ada apa?" Bryan pindah tempat duduk menjadi di dekat Wilo.
"Itu ibu tiri galak banget, berasa aku aja yang di galakin gitu" Wilo ikut terbawa suasana dengan film yang di tonton nya.
Astaga..
Bryan membawa Wilo ke pelukan nya, dan dari kejauhan Oma tersenyum melihat semua itu, Bryan dan Wilo sudah banyak perubahan.
"Ternyata Bryan romantis, syukurlah aku lega melihat ini teman ku Wirawan lihatlah cucu kita sudah saling berbagi kehangatan, mereka akan segera saling mencintai" batin Oma.
Karena merasa bosan Wilo dan Bryan memilih jalan-jalan, Wilo merengek meminta untuk main dan sekarang keduanya ada taman kota.
"Aku mau es krim" kata Wilo menunjuk es krim yang tak jauh dari bangku yang keduanya duduki.
"Aku mau di belikan, kamu yang pergi dan beli es krim nya ya kakak ku sayang" manja Wilo sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih nya.
Bryan menghela nafasnya panjang, hampir saja dia terpesona dengan kecantikan Wilona.
Sampai terdengar suara..
"Aku akan mau bermain lebih dari yang kita lakukan semalam, tapi mau es krim dulu" bisik Wilo sambil mencium pipi Bryan.
"Aku akan melakukan nya" Bryan bangkit dan berjalan mendekati penjual es krim.
Wilo tersenyum melihat Bryan yang langsung menuruti nya karena sebuah iming-iming malam panas.
__ADS_1
"Ternyata Oma benar, kalau udah tau rasanya pasti doyan, hihi" Wilo terkikik geli dengan apa yang di lakukan nya.
Malam ini dia pasti akan mendapatkan malam panjang nya, tapi alih-alih takut Wilo semakin penasaran dengan hubungan nya, apakah akan secantik kehidupan Dewi dan kedua orang tuanya, atau mungkin berakhir seperti Mama dan papa nya.
"Tidak Wilona, tidak kamu akan memiliki keluarga bahagia mu sendiri, kamu tidak akan gagal kamu akan menjadi ibu yang baik" batin Wilo mencoba menenangkan dirinya.
Tapi semakin Wilo memikirkan nya semakin pusing juga kepalanya, Wilo memukul pelan kepalanya, tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat, Wilo ketakutan tanpa alasan.
Dan di saat bersamaan juga Bryan datang dengan dua es krim di tangan nya, dia di buat kaget dengan apa yang Wilo lakukan.
Pluk..
Dua es krim itu di lempar begitu saja oleh Bryan, dia langsung memeluk Wilo dan mencoba menenangkan Wilo.
"Ada apa? hey jangan memukul diri sendiri" Bryan menahan tangan Wilo agar tidak terus memukul kepalanya.
Wilo dalam pikiran nya yang masih kalut dengan rasa takut nya dia menatap Bryan, lalu menangis di pelukan Bryan.
"Aku tidak mau gagal, tidak! aku tidak mau menjadi seperti Mama dan Papa, aku tidak mau ada anak malang seperti ku, tidak!" Wilo berteriak histeris.
Karena kondisi Wilo yang semakin parah dan terus berteriak tidak mau gagal Bryan pun akhirnya memilih membawa Wilo ke mobilnya, di dalam mobil Bryan juga terus melihat ke arah Wilo.
"Tidak! aku tidak mau gagal!"
Dan sepanjang perjalanan ke rumah sakit Wilo terus mengatakan ketakutan nya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏