Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Kau bau


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi harinya Wilo bangun sangat pagi karena dia merasa mual, Bryan bangun dia membantu Wilo yang sedang muntah dengan memijat leher istrinya lembut.


Hoekkk !


"Muntahkan semuanya" kata Bryan sambil mengikat rambut Wilo dengan karet.


"Ini semua gara-gara kamu, sudah aku bilang kan tadi malam aku lapar, lihat perut ku sakit" Wilo masih mengoceh kesal.


Dia menyalahkan Bryan akan mual nya, entah kenapa saat bangun dan mencium bau sate di kamar nya membuat Wilo mual.


Bryan mendengar kekesalan istrinya, dia hanya diam dan terus membantu Wilo saat muntah.


Setelah selesai Wilo di bawa Bryan ke kamar nya, Wilo berbaring dengan wajah lelah nya.


"Minum lah" kata Bryan sambil memberikan segelas air putih hangat.


Sebelum nya Bryan menelpon bibi pembantu dan meminta untuk di kirimkan air hangat.


Wilo menerima nya dia minum setengah nya lalu setelah itu mengembuskan napas nya panjang, perut nya terasa sakit.


"Aku mual" ucap Wilo dengan wajah lesu nya.


Bryan mengusap lembut tangan istrinya, tapi Wilo yang risih menepis nya, entah kenapa mood nya kembali buruk.


"Aku akan menelpon dokter ya" kata Bryan.


"Nggak, nanti mereka menyuntik ku lagi" sahut Wilo agak sewot.


Dia masih trauma akan setiap suntikan di tangan nya, banyak nya bekas suntikan di tangan membuat Wilo jadi takut di suntik.


Hufh..


Bryan menatap istrinya dengan wajah yang sulit di artikan, dia merasa mood Wilo sekarang sangat menyebalkan, dan Bryan tidak suka situasi ini.


Wilo terus mengabaikan nya padahal Bryan jelas sudah melakukan banyak hal, termasuk membantu Wilo saat muntah dengan memijat.


"Kau masih marah pada ku karena kemarin?" tanya Bryan mencoba untuk tidak ikut kesal.


Meski sebenernya Bryan sedang kesal, dia marah pada dirinya yang tidak bisa memahami apa yang di inginkan istrinya.


Wilo tidak menjawab, dia memilih memejamkan matanya karena jujur saja saat ini kepalanya terasa sangat pusing.


"Sayang" panggil Bryan sekali lagi.


Hufh!

__ADS_1


"Aku kan bilang aku mual, aku tidak mau melihat mu" sahut Wilo agak sewot.


"Kamu kenapa?" tanya Bryan tidak menuruti keinginan Wilo.


Bryan ikut berbaring dan memeluk tubuh kecil istrinya, Wilo tidak nyaman dengan posisi ini dimana Bryan dengan leluasa memeluk nya dan mengigit bahu nya.


"Aku bilang jauh-jauh kamu bau, aku tidak suka" kata Wilo lagi, dia mencoba menjauhkan tubuhnya.


Tapi Bryan menahan tubuh istrinya dan mempererat pelukannya agar istrinya tidak berontak.


"Kamu apaansih! aku lagi kesel tau!" Wilo terlihat emosi.


Bryan melepaskan nya, Wilo tidak boleh emosional lagi, dia tidak mau Wilo kembali mengamuk hanya karena masalah spele.


Saat Bryan bangkit tiba-tiba saja dia mendengar suara isakkan, dia melirik ke belakang dan melihat Wilo yang sedang menangis sesegukan.


"Hiks aku kenapa sih" ucap nya sambil memukul guling.


"Sayang" Bryan duduk dan membawa tubuh Wilo ke pelukan nya.


Wilo menangis di pelukan Bryan, dia merasa dirinya memiliki masalah, dan apa yang di lakukan oleh dirinya itu tidak sepenuhnya dorongan hati nya tapi ada sesuatu yang membuat nya selalu mudah emosi.


Dan Wilo tidak tau itu, Wilo tidak tau.


"Aku nakal" kata Wilo sambil terisak.


"No, kamu baik" balas Bryan sambil mencium bibir Wilo lembut.


"Aku merasa kesal terus, apa aku akan sakit lagi? apa mungkin ini karena penyakit ku lagi?" Wilo menatap Bryan.


Dan Bryan terdiam, dia binggung menjawab apa karena dia juga tidak paham, emosi istrinya yang sekarang lebih normal di bandingkan Wilo yang dulu yang mengamuk dan menyakiti diri sendiri.


"Aku gila ya?" tanya Wilo lagi.


Sttt..


Bryan menyimpan satu jari di bibir Wilo.


"Jangan katakan omong kosong itu lagi, kamu sehat dan baik" kata Bryan.


"Tapi aku suka marah-marah, aku suka_" ucap Wilo terhenti karena suara ketukan pintu.


Ceklek..


"Oma" Bryan menatap aneh Oma nya.


"Apa sih so akrab" Oma berjalan melewati Bryan begitu saja.


Dia duduk di tepi ranjang, dan menatap Wilo dengan wajah penuh semangat.

__ADS_1


"Yuhu cantik, welcome Bryan junior akan hadir" kata Oma dengan ceria.


Wilo menatap Oma aneh dia tidak paham dengan ucapan Oma.


"Maksud Oma apa?" tanya Wilo.


"Astaga cantik ku, kau mual kan?" tanya Oma, dan Wilo mengangguk kecil.


"Dan juga mood mu jelek bukan?" lanjut Oma.


Dan lagi-lagi Wilo mengangguk yang membuat Oma tersenyum lagi.


"Ya ampun, itu tanda-tanda orang mengandung sayang ku, dulu saat Oma mengandung Papa Bryan juga begitu, Oma mual di pagi hari dan terus marah-marah pada Opa mu, itu tanda-tanda kehamilan sayang" jelas Oma lagi.


Dan kali ini Wilo paham, dia melirik Bryan yang ada di ambang pintu dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


"Aku hamil?" tanya Wilo tidak percaya.


Tangan nya terulur untuk mengusap perut nya, Wilo terdiam lama sampai akhirnya dia merasakan ciuman di pipi nya.


"Oma telpon dokter!"


"Astaga! kau menyuruh nenek-nenek?"


"Oma!"


Hufh


"Baiklah, Oma akan menelpon dokter"


Setelah Oma pergi Bryan langsung memeluk istrinya, dia memberikan banyak kecupan di pipi istrinya.


"Aku mencintaimu, sangat mencintai mu" kata Bryan sambil terus memberikan ciuman di bibir istrinya.


"Sudah hentikan, aku mual" Wilo menutup hidung nya.


"Kamu bau!"


"Kita mandi bersama ya"


"Nggak mau, aku malas melihat air"


"Sayang"


"Kamu bau! tubuh mu bau semuanya bau!"


*Aku memahami nya, aku baik tapi kenapa calon anak ku tidak mau memeluk Papa nya?


🌹*

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2