Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Antonio vs Sean


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Satu bulan berlalu begitu cepat, libur masih ada dua Minggu lagi dan selama itu juga Ara berdiam diri di rumah dan jarang keluar seperti biasa lagi.


Mami Jody dan Papi Nobles tentu senang karena putri nya lebih suka di rumah, hanya saja ada keanehan yang mengganjal di hati mereka karena Ara tidak seceria dulu.


"Ara kamu sudah memutuskan untuk kuliah di mana?" tanya Papi Nobles.


Ara yang sedang makan itu menggelengkan kepalanya pelan.


"Kenapa? libur kamu tinggal dua Minggu lagi loh sayang, apa kamu masih belum memiliki pilihan?" kini giliran Mami Jody yang bertanya.


Dan sekali lagi Ara hanya menggelengkan kepalanya pelan, tidak berniat menjawab.


Hal itu membuat Mami dan Papi nya saling melirik, keduanya menghentikan makan nya dan mendekati Ara yang terlihat masih fokus pada makanan nya.


"Ada apa sayang? apa ada hal yang membuat mu sedih?" tanya Mami Jody tiba-tiba merasa khawatir.


"Katakan pada Papi dan Mami, jangan memendam masalah sendiri Ara" kata Papi Nobles sambil mengusap kepala putrinya dengan penuh sayang.


Ara menghentikan makan nya, dia menatap kedua orang tuanya yang selalu menyayangi nya, jujur Ara sangat malu saat ini karena dirinya telah mengecewakan Mami dan Papi nya.


"Mi Pi, apa Ara akan di maafkan jika Ara membuat kesalahan?" tanya Ara dengan wajah yang sudah menahan air mata nya.


"Tentu sayang, apapun itu Papi dan Mami akan selalu memaafkan mu sayang, iya kan Pi" balas Mami Jody sambil melirik suaminya.


"Iya sayang, katakanlah pada kami agar papi tau hal apa yang membuat anak Papi tersayang ini sampai menjadi pemurung seperti ini" jelas Papi Nobles.

__ADS_1


Dan sekali lagi membuat Ara benar-benar sulit mengungkapkan kenyataan jika dirinya bukan hanya kotor tapi juga hanya membuat malu keluarga nya.


"Ara menjual motor pemberian Papi, dan uang nya hilang" bohong Ara akhirnya.


Ara benar-benar tidak bisa membuat kedua orang tuanya kecewa, mungkin tidak sekarang Ara jujur karena dia masih belum siap.


"Oh my God, tidak apa sayang Papi tidak akan marah hanya karena itu percayalah" Papi Nobles memberikan kecupan di kepala Ara.


"Hanya uang yang hilang bukan kamu sayang, uang sama sekali tidak berarti karena kamu adalah harta Mami dan Papi" kata Mami yang membuat Ara merasa sangat di sayangi.


Antoni adik Ara yang sudah SMP itu melihat Mami dan Papi nya yang sedang berpelukan, dia hanya fokus makan dengan mata yang tertuju pada kakak nya.


Kak Sean benar-benar kurang ajar, lihat saja aku akan memberikan pelajaran untuk pria berengsek itu. batin Antoni yang tidak terima jika kakak nya menjadi seperti ini.


.


.


.


"Woy!" Nino mengagetkan Sean.


"Kampret!" kesal Sean sambil berdiri dan melemparkan bantal ke arah Nino.


"Lo kenapa sih?" tanya Simon.


"Nggak" sahut Sean ketus.


Dan setelah itu Sean yang tidak mood langsung keluar dari bescam nya, meninggalkan wajah penasaran teman-teman nya.

__ADS_1


"Kalian ngerasa nggak kalau Sean itu aneh?" tanya Reno.


Simon dan Nino kompak melirik ke arah Reno, dan keduanya langsung mengangguk cepat.


"Sejak kejadian kita tour ke villa Sean langsung berubah" kata Simon.


Yang mana hal itu membuat Nino teringat sesuatu, dia mengingat malam di mana Sean dan dirinya yang pergi ke area camping dan bertemu Ara yang menuduh mereka dengan sebutan gay.


"Guys aku seperti nya tau kenapa Sean berubah" ucap Nino dengan senyuman nya.


"Apaa?" kompak Simon dan Reno bersamaan.


Nino melirik kedua teman nya yang terlihat penasaran, dan tanpa ragu Nino menceritakan semua hal yang terjadi di malam itu, Simon dan Reno nampak tertawa bersama karena hal itu memang lucu.


Ara dan Sean memang seperti kucing dan tikus yang setiap bertemu nya pasti selalu ribut, dan hal itu sudah bukan cerita lagi kalau Sean dan Ara adalah pasangan duel yang serasi.


Dan di luar Sean yang akan menyalakan mesin motor nya dia di buat kaget dengan kedatangan Antonio, adik nya Ara yang datang-datang langsung memukul nya.


Brugkkk !


"Dasar bangsat!" teriak Antonio.


Sean memegang sudut bibir nya yang berdarah karena pukulan yang di berikan Antonio, dia cukup kaget karena Antonio datang-datang langsung memukul nya.


"Apa maksud mu, kenapa kau memukul ku?" Sean menatap tak suka pada Antonio.


Alih-alih menjelaskan Antonio malah memberikan pukulan bertubi-tubi pada Sean, dan hal itu tentu saja membuat Sean meradang dan keduanya berakhir saling baku hantam.


"Anj***g Lo! kamu apakan kakak ku hah sampai dia menjadi pemurung seperti itu, dasar berengsek!" Antonio yang badan nya jauh lebih kecil dari Sean terus memberikan pukulan pada Sean.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2