
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tidak sekolah, dan tidak ada aktivitas hal itu membuat Wilo bete, di juga ingin berpergian tapi bukan ke Mall karena Wilo kemarin sudah shoping bersama Oma dan Jody.
"Bagaimana kalau hari ini kamu ikut ke kantor saja" kata Bryan yang baru keluar kamar mandi.
Dia melihat Wilo yang meringkuk di tempat tidur dengan wajah bete nya, Bryan tau Wilo tidak bisa dibiarkan sendiri.
"Tapi di sana ada resepsionis itu kan?" tanya Wilo.
Masih ingat dia akan dua sosok resepsionis yang memaki nya tanpa sebab itu, dan jika sekarang dia di pertemukan lagi Wilo akan mencakar nya lagi.
"Mereka menjadi OB, bukan kah itu mau mu waktu itu" balas Bryan duduk di tepi ranjangnya.
Wilo membenarkan posisi nya menjadi duduk, dia melingkarkan tangannya di perut terbuka suaminya.
"Tapi aku malas mandi" balas Wilo dengan manja, bahkan tak ragu mencium leher Bryan.
"Mau di mandikan?" tanya Bryan sambil memainkan rambut panjang istrinya.
Tapi Wilo menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Aku malas mandi" sahut Wilo lagi, entahlah tiba-tiba saja Wilo malas melakukan sesuatu.
"Bagaimana kalau cuci muka dan gosok gigi?" tanya Bryan masih dengan memainkan rambut Wilo.
Dan lagi-lagi Wilo menggelengkan kepalanya, mood nya membuat Wilo malas seperti ini.
"Aku malas bersentuhan dengan air" akhirnya Wilo mengatakan alasan nya tidak mau mandi.
Oh astaga..
Bryan membalikan tubuhnya agar bisa berpandangan dengan Wilo, dan dia mencium bibir istrinya lembut.
Keduanya berciuman beberapa detik, tapi saat lidah Bryan akan bermain semakin dalam Wilo malah melepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Sayang aku belum gosok gigi, jangan cium." kata Wilo menutup bibirnya.
"Bibir mu manis" kata Bryan sambil tersenyum.
"Nggak manis"
"Manis, seperti gula"
"Tau ah" Wilo melepaskan pelukan di perut suaminya, dia memilih merebahkan tubuhnya dan memeluk guling.
Sampai akhirnya !
Aaaa !!
"Sayang!" kesal Wilo.
Bryan memangku nya dan membawa nya ke kamar mandi.
"Tidak mandi, hanya waslap" ucapnya sambil berjalan.
Hufh..
Dengan hati-hati Bryan mendudukkan Wilo di wastafel, Bryan dengan hati-hati melayani istrinya, dari mulai membuka baju sampai gosok gigi, semuanya di lakukan oleh Bryan.
Wilo yang di waslap hanya diam sambil menatap sosok yang nampak fokus melayani nya itu, dia seperti spesial dan Wilo suka saat dirinya di perlakuan seperti ini.
"Jangan berubah ya, aku suka kamu yang seperti ini" Wilo mencium kepala suaminya berulang.
Bryan mendengar nya, dia hanya tersenyum kecil dan Wilo yang sudah tau akan sifat suaminya yang gengsinya selangit tidak banyak komentar.
Setelah selesai berpakaian keduanya bersama-sama berjalan menuruni tangga.
"Wah mau kemana?" tanya Oma saat melihat Wilo dan Bryan yang sudah sama-sama rapih.
"Oma aku akan ikut ke kantor, Oma mau ikut?" tanya Wilo.
"No, jangan sayang terakhir kali Oma ke kantor Oma mengejar seorang pria" kata Bryan menimpali.
__ADS_1
"Diam kau cucu tengik" sahut Oma sewot.
"Seriusly? Oma?" Wilo melirik Oma.
Oma mendeuhem, dia melirik Jody dan Jody hanya mengangguk lalu mengambilkan bekal makanan untuk Wilo dan Bryan.
"Itu hanya gosip di murahan, kau tau cantik Oma mu ini kan penuh dengan pesona maka dari itu pria tua mengejar Oma, tapi huh.. untung saja Oma menolak nya, masa iya Oma yang cantik ini harus menjadi istri kedua, ogah banget" Oma menjawab dengan wajah santai nya.
Mendengar itu Wilo tertawa, keduanya berbincang sebentar membicarakan masalah pria yang mendekati Oma, dan Oma benar-benar banyak membual yang langsung di percayai oleh Wilo.
Lain dengan Bryan yang hanya geleng-geleng kepala, tentu saja dia tau akan sosok pria itu, cerita Oma sangat jauh dari aslinya di mana Oma mengejar dan merengek meminta di nikahkan dengan pria yang bahkan tidak punya niat lagi untuk menikah.
"Bye Oma, bye kak Jody!" Wilo melambaikan tangan nya.
"Bye cantik" balas Oma ikut melambaikan tangan nya.
"Nyonya apa anda masih ingin mencari tahu kabar tuan Bondan?" tanya Jody saat kedua nya sudah duduk di sopa kembali.
"Entahlah, apa menurut mu Bondan akan berubah putusan?" tanya balik Oma.
Mata Oma melihat ke tangan Jody yang sedang mengelus perut buncit nya, kandungan Jody sekarang sudah memasuki bulan ke lima dan Jody masih bekerja untuk menemani Oma.
"Mungkin nyonya, tuan Bondan bulan depan akan pensiun nyonya" jelas Jody lagi.
Hufh..
"Aku akan memikirkan nya Jody, tapi harusnya aku agak sombong bukan? dia harus bisa mengejar ku dan setelah itu aku pura-pura menolak nya, bagaimana menurut mu?"
Jody diam, majikan nya memang aneh.
"Jody.. hu.. Jody oh Jody.."
"Iya nyonya, itu lebih baik wanita memang harus di kejar bukan mengejar"
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1