Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Berakhir Penyesalan (S2)


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sean dan Ara masih larut dengan apa yang sedang keduanya lakukan, entah sihir apa yang terjadi pada keduanya karena untuk saat ini baik Ara ataupun Sean masih menempelkan bibir nya.


Hemphh..


Ciuman itu kembali berlanjut, meski dengan gerakan yang masih terbilang malu-malu Ara dan Sean berciuman mengikuti naluri nya sendiri.


Perlahan tangan Sean mulai tidak diam, dia melepaskan tengkuk Ara dan tangan nya kini jatuh ke dada Ara yang sangat pas di tangan nya.


"Kau tidak bisa meragukan ku Ara, aku normal!" kata Sean dingin.


"Sean.." suara Ara terdengar parau.


Dia sangat membenci Sean bahkan sekalipun di dunia ini hanya ada Sean saja Ara akan memilih jomblo, Dan sama hal nya dengan Ara Sean juga begitu dia juga membenci Ara yang naif dan dia juga memikirkan hal yang sama jika di dunia ini hanya ada Ara maka dia tidak akan menikah.


Tapi kenapa sekarang rasanya berbeda, kebencian keduanya sirna setelah bibir keduanya menempel dan Ara merasa menginginkan hal lebih untuk saat ini.


Apa ini kenapa aku malah ingin melakukan hal lebih dengan gadis yang aku benci. batin Sean.


Hemphh..


Sean kembali membungkam bibir Ara dengan sebuah ciuman lagi, dan tangan nya kembali berkelana lagi.


Ara merasakan sensasi yang sangat aneh untuk pertama kalinya, bahkan tanpa sadar Ara mengusap punggung Sean dan itu terjadi begitu saja tanpa dia sadari.


"Sean" desah Ara karena tangan Sean semakin liar.

__ADS_1


Mata keduanya seolah tertutup kabut gairah, keduanya sama-sama dalam kondisi sadar dan Sean benar-benar mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi hak suami Ara kelak.


.


.


.


Pagi harinya Ara dan Sean sama-sama terbangun karena mendengar suara teriakan yang memanggil nama Ara.


Dan alangkah terkejutnya keduanya saat melihat keduanya yang sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.


"Aaaa Sean!" Ara histeris.


"Diam Ara, mereka bisa melihat tubuh kita jika kau berteriak" kata Sean sambil menarik Ara ke pelukan nya.


Dalam pelukan Sean Ara masih mencoba untuk mengingat apa yang terjadi pada mereka tadi malam, dan seketika air mata Ara mengalir karena dia benar-benar telah bodoh.


"Sekarang kau tau kan jika aku bukan Gay, aku pria normal dan kau merasakan nya bukan" Sean berkata tanpa mau melihat Ara yang bersedih.


Dengan cepat Sean memakai kembali semua pakaian nya, dan begitupun dengan Ara meski dengan gerakan pelan Ara mencoba memakai pakaian nya kembali.


Keduanya saling mendiamkan setelah berpakaian, sampai akhirnya Sean mengeluarkan suara nya.


"Kita bahas ini nanti, teman-teman ku sudah mencari ku bye" kata Sean sambil berlalu pergi meninggalkan Ara.


Ara terduduk lemas saat Sean pergi begitu saja, dia merasa sedih dan bodoh karena telah begitu saja memberikan kesucian nya pada Sean, pria yang tidak berperasaan.


"Apa yang harus aku katakan pada Mami dan Papi, aku benar-benar sudah kotor" Isak Ara menjadi-jadi.

__ADS_1


Lama Ara menangis sampai akhirnya dia memutuskan untuk tidak sedih meski nyatanya dia sedang rapuh.


Ara kembali ke camping nya, dan kepulangan Ara membuat Roy dan Malik langsung mendekati Ara, tapi saat mereka menyentuh tangan nya Ara langsung histeris.


"Do not touch me!" teriak Ara histeris.


"Ara are you ok?" tanya Malik merasa aneh.


Tapi Ara tidak menjawab apa-apa, dia langsung pergi ke tenda nya dan masuk tanpa menjelaskan apapun pada kedua teman nya.


"Dia tidak tidur di tenda nya tadi malam" kata Roy.


"Hem, apa mungkin sesuatu telah terjadi pada nya?" tanya Malik merasa curiga.


Roy menggelengkan kepalanya.


"Tidak mungkin, Ara adalah gadis pemberani yang aku kenal" balas Roy yakin.


"Tapi Ara terlihat kacau, kau melihat nya juga kan?" Malik masih kekeh.


Roy menjawab dengan gelengan kepala, dia tidak tau apa yang terjadi pada Ara to api meski begitu dia masih tetap yakin jika Ara tidak selemah yang Malik pikirkan.


Di dalam tenda Ara mengemasi barang-barang nya, dia tidak mau menangis karena itu hanya membuat nya terlihat semakin bodoh.


"Kau bisa menolak nya melawan nya tapi kenapa harus terjadi Ara, dan lebih parah nya lagi pria itu adalah Sean, pria yang sangat kau benci" gumam Ara sambil mengemasi barang-barang nya lagi.


Setelah selesai mengemasi barang-barang nya Ara langsung pergi begitu saja, dia memilih pulang dan kepulangan Ara yang mendadak benar-benar membuat Roy dan Malik semakin khawatir.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2