
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setalah mengantar adik nya Sean memilih pulang, dan di saat baru setengah perjalanan nya Sean tiba-tiba teringat sesuatu yang mana membuat Sean menghentikan motor nya di pinggir jalan.
"Cimol untuk Ara" gumam nya sambil mengetuk kening nya.
Sean lupa membayar cimol nya, dan sekarang Sean bingung apa harus pulang atau kembali ke sekolah untuk membeli cimol untuk Ara.
"Ara tidak akan marah hanya karena cimol, aku belikan cilok saja lah sama-sama bulat" ucap Sean sambil mengendarai kembali motor nya.
Mata Sean melihat ke sana ke mari terlihat seperti mencari sesuatu sampai akhir nya Sean tersenyum karena melihat gerobak penjual tahu bulat.
"Nggak dapat cimol dan cilok tahu bulat pun jadilah" ucap nya santai sambil memarkirkan motor nya di pinggir.
Sedangkan di tempat lain Ara menatap jam di nakas nya dengan wajah di tekuk, ini sudah dua jam setelah dirinya menelpon Sean, dan suami nya itu belum kunjung pulang.
"Sean kemana sih, kebiasaan kelayapan terus kenapa sih dia nggak ngerti kalau aku itu butuh teman" ucap Ara tiba-tiba menjadi ingin menangis.
"Dia enak nggak ada yang hina dan bully, nah aku? semua mantan-mantan nya dan ciwi-ciwi yang suka sama dia semuanya hina aku cewek murahan" Isak Ara lagi.
Dan sekarang air mata Ara benar-benar mengalir tanpa di minta, kesedihan kembali Ara rasakan karena selama seminggu ini kehidupan nya memang cukup sulit untuk nya.
Ara mencoba mengalihkan kesedihan nya dengan menonton film-film lucu, tapi itu bahkan tidak membuat kesedihan nya hilang malahan Ara merasa sangat menyedihkan.
Karena bosan Ara pun berinisiatif untuk mencari Sean saja, dan mungkin nanti setelah bertemu dengan Sean Ara akan meminta Sean menemani nya belanja keperluan kuliah nya.
"Mami dan Papi sepertinya lagi tidur siang" gumam Ara yang melihat rumah nya sepi.
Antonio memang tidak tinggal di rumah, sejak beberapa bulan yang lalu Antonio meminta tinggal di kosan karena dia ingin mandiri sejak dini.
Sebenarnya impian Ara juga sama seperti adik nya, yaitu hidup bebas tapi setelah kejadian ini terjadi Ara tidak yakin jika dia di ijinkan hidup bebas lagi, apalagi sekarang dia sudah bersuami.
"Masih tetap sama, maafkan aku karena melupakan mu" kata Ara pada motor yang sudah lama tidak dia naiki.
Sebelumnya Papi nya memang sudah menjual motor nya, tapi dua hari yang lalu Sean kembali membawa motor Ara dengan permintaan Ara yang ingin Sean mencarikan kembali motor nya.
__ADS_1
Ara mengendarai motor nya membelah jalanan kota, Ara menjalankan Motor nya dengan kecepatan santai dan tidak terburu-buru seperti dulu lagi.
.
.
.
Sean baru sampai di rumah Papi Nobles, dia langsung masuk dan tidak melihat siapa-siapa di rumah membuat Sean langsung naik ke lantai atas.
Ceklek..
"Ara, aku membawakan tahu bulat untuk mu" kata Sean sambil berjalan masuk ke dalam kamar nya.
"Ara" panggil Sean lagi.
Hening tak ada jawaban, Sean melihat sekeliling nya dan dia mencari Ara sampai ke kamar mandi untuk mencari Ara, tapi nihil dia tidak melihat keberadaan istrinya.
"Kemana dia? apa jangan-jangan dia kembali bermain bersama teman-temannya" gumam Sean sambil mengeretakan gigi nya menahan kesal.
"Awas saja jika itu benar, aku akan membuat perhitungan pada Roy dan Malik" lanjut Sean lagi.
Beberapa menit berlalu motor Sean akhirnya sampai di basecamp teman-teman Ara, dan saat masuk Sean hanya melihat Roy dan Malik yang sedang main gitar.
"Ada apa?" tanya Roy.
"Kalian menyembunyikan Ara di mana?" tanya Sean lebih tepat nya menuduh.
"Apa maksud mu, kau suaminya seharusnya kau yang tau keberadaan istri mu sekarang" sahut Malik menatap tak suka pada Ara.
Sampai sekarang Roy dan Malik masih menyalahkan diri atas apa yang terjadi pada Ara dan Sean, mereka seharusnya bisa menjaga Ara hingga Ara tidak perlu menikah dini dengan Sean.
Sean melihat Malik dan Roy, lalu matanya menatap sekeliling bescamp nya dan menurutnya mustahil Ara ada di tempat ini karena motor Ara juga tidak ada di luar.
"Apa yang kau lakukan pada Ara! kenapa Ara menghilang?" tanya Roy wajah nya serius.
"Kenapa? kau penasaran karena kau menyukai Ara?" tanya balik Sean.
__ADS_1
"Ya kau benar, tapi aku perduli pada Ara bukan karena rasa suka saja tapi juga rasa sayang sebagai teman" tegas Roy.
"Kau pikir aku percaya, ck tidak akan" Sean tersenyum miring, dan setelah itu dia keluar dari bescamp.
Sean kembali melajukan motor nya lagi dengan kecepatan cepat, dia mengingat-ngingat kembali apakah dirinya pernah menyakiti Ara, atau membuat Ara sedih untuk satu Minggu ini.
Tapi yang seperti Sean pikirkan, dia tidak merasa membuat salah bahkan selama seminggu ini keduanya cukup baik memerankan karakter pasangan yang cukup baik di depan keluarga nya.
Meski di belakang keduanya tidak sedekat itu, bahkan saat di kamar keduanya lebih banyak berdebat karena perbedaan pendapat.
"Apa jangan-jangan Ara ke sekolah? membeli cimol?" tiba-tiba Sean kepikiran kesana.
Dan tanpa banyak berpikir lagi Sean langsung mengendarai motor nya untuk ke sekolahan nya.
Sesampai nya di sekolah benar saja Sean melihat Ara yang sedang duduk di bangku taman sekolah sambil memakan cimol dan es cendol dawet.
"Ara kau benar-benar membuat aku pusing, aku mencari mu kemana-mana dan kau malah enak-enakan makan di sini" kesal Sean sambil menatap kesal Ara.
"Aku juga kesal menunggu mu di kamar, kamu saja suka main lalu kenapa aku tidak" sahut Ara malah asyik makan.
Sean ikut duduk, dia ikut memakan cimol nya dan meminum cendol dawet milik Ara, keduanya makan bersama dan Sean tidak berniat memarahi Ara karena dirinya juga tau kalau dia memang salah telah meninggalkan Ara sendirian di kamar.
"Sean habis ini kita makan bakso rusuk ya, aku mau yang isinya kepiting" kata Ara.
"Terserah" sahut Sean singkat.
"Jangan di minum habis, aku juga masih mau" kata Ara sambil menarik gelas cup berisi cendol dawet nya.
"Pelit!" kesal Sean masih ingin minum.
"Ya ya biarkan saja, aku yang membeli nya dengan uang ku jadi wajar aku pelit" sahut Ara sambil meminum habis cendol dawet nya.
"Dasar!" Sean mengacak rambut Ara.
"Sean!" teriak Ara tak suka saat Sean memberantakan rambut nya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏