
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kau? lagi huh.. kau mau berpura-pura ya?" Wilo tertawa dengan kondisi nya yang kini mabuk parah.
"Kau nakal lagi" Bryan mencium bau alcohol yang menyengat di bibir Wilo.
"Aku memang nakal, dan aku tidak perduli dengan apapun yang aku lakukan, aku senang menjadi nakal!" sahut Wilo sambil melepaskan pegangan Bryan dan berjalan sempoyongan keluar dari area club'.
Adit Dewi dan Mela mengikuti Wilo, ketiga nya hendak mengajak Wilo tapi langsung di hentikan oleh Bryan.
"Kalian pulang lah, Wilo akan bersama ku" kata Bryan dingin lalu membawa paksa Wilo untuk pergi bersama nya.
"Dia siapa?" tanya Adit bertanya-tanya.
"Wilo sudah menikah kak, lebih baik kak Adit lupakan Wilo" kata Mela di angguki Dewi.
"Kalian mau pulang?" tanya Adit pada keduanya.
"Iya, kami akan naik taksi" balas Dewi.
"Jangan, kalian sedikit mabuk aku akan mengantarkan kalian" sahut Adit, Mela dan Dewi hanya mengangguk mengiyakan, ini adalah kesempatan keduanya untuk bisa mengenal Adit lebih jauh lagi.
Sesampainya di parkiran Bryan langsung membantu Wilo masuk ke mobil nya, setalah itu dia pun ikut masuk ke mobilnya.
__ADS_1
Di lirik nya Wilo yang terlihat mabuk parah itu, jika saja orang suruhan nya tidak mengabari nya akan Wilo yang pergi ke club' mungkin dia tidak akan tau keberadaan Wilo.
Sebelum nya Bryan keluar untuk menemui Willy, teman nya itu meminta nya untuk menemani nya minum-minum di club' sebelah.
"Aduh kepala ku pusing" Wilo memijit pelipisnya.
"Kau masih kecil seharusnya kau tidak melakukan itu" kata Bryan sambil melajukan mobilnya.
"Dan aku tidak perduli, aku hidup bebas tanpa kekangan siapa pun, sebelum kau hadir" Wilo menyahut meski dia tidak benar-benar sadar.
Sepanjang perjalanan pulang Wilo tertidur, dia benar-benar mabuk parah sampai dia tidak sadar kalau Bryan membawa nya ke apartemen nya bukan ke rumah.
Bryan sengaja tidak membawa Wilo ke rumah, dia tidak mau membuat Oma khawatir, apalagi Wilo mabuk seperti ini bisa-bisa Oma nya serangan jantung karena kaget dengan tingkah Wilo yang sangat nakal ini.
"Tidak ada yang ikhlas untuk mendekati ku, mereka hanya iba pada ku! mereka tidak benar-benar menginginkan kehadiran ku!" Wilo mengeluarkan suara nya.
"Di dunia ini tidak ada yang instan, begitupun dengan perasaan seseorang, tidak mudah untuk menerima keadaan" Bryan menjawab dengan nada dingin nya.
Meski dia tau Wilo dalam keadaan tidak sadar, bahkan mata gadis itu terpejam karena pengaruh alcohol.
Karena sudah malam Bryan pun memilih ikut tidur di samping Wilo, lama dia terdiam dengan mata yang terus tertuju pada Wilo yang tertidur di samping nya.
"Berhenti membuat ku pusing apa tidak bisa?" tanya Bryan dengan bodoh nya.
Tangan nya terulur untuk mengusap pipi Wilo, dia kasihan dengan Wilo tapi di sisi lain dia juga bingung bagaimana cara bersikap dengan Wilo, meski status mereka sudah menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
karena sudah malam pada akhirnya Bryan tertidur dengan tangan yang masih memegang pipi Wilo, keduanya tidur dalam posisi yang bertatapan.
Pagi harinya Wilo terbangun, beberapa anggota tubuhnya terasa sakit apalagi kepalanya yang terasa masih sangat pusing.
"Mandi lalu makan lah." kata Bryan mengagetkan Wilo yang sedang menguap sambil meregakan otot-otot nya.
"Kita di mana?" tanya Wilo masih dengan aktivitas meregakan otot-otot nya.
"Di apartemen ku" Bryan menjawab dengan singkat.
Wilo terdiam, dia ingat tadi malam dia banyak minum alcohol sampai akhirnya dia mabuk dan bertemu dengan Bryan saat akan pulang dari club'.
"Mau kemana?" tanya Bryan saat melihat Wilo yang beranjak dari tempat tidur.
"Bukan urusan mu! jangan perhatian pada gadis nakal seperti ku, kau tidak tau betapa berharganya perhatian dari seseorang untuk gadis kesepian seperti ku!" sinis Wilo lalu masuk ke kamar mandi.
Bryan kaget mendengar ucapan Wilo.
"Apa dia mendengar obrolan ku dan Oma?" gumam Bryan yang merasa aneh dengan perubahan sikap Wilo.
Bukan kah mereka kemarin sudah akur?
🌹
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1