Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Kenapa besar


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam harinya setelah selesai makan malam seperti yang dijanjikan Ara tadi siang, Sean pun akhirnya menagih janji Ara yang akan menambah jatah bercinta nya.


Dia sudah bersemangat untuk mencetak gol, Sean merasa bahwa saat ini Ara adalah candu yang membuat dia selalu di buat mabuk kepayang.


"Bisa nggak sih nggak mesum" Ara malas.


"Tidak bisa lah orang udah punya istri" balas Sean.


"Jadi gini ya Sean yang Arogant itu ternyata adalah pemuda yang mesum?" cibir Ara.


"Ya karena aku normal" sahut Sean santai.


Yang membuat Ara memutar bola matanya malas, dia merasa jika semakin hari Sean suaminya semakin gila sexx.


Ara melepaskan pelukan Sean di pinggang nya, lalu duduk di kursi depan meja riasnya, sekali lagi Sean masih tidak bisa diam.


Sean mengikuti Ara dan sekarang malah mencium wangi rambut Ara, membuat Ara merinding karena bukan hanya memainkan rambut nya saja Sean juga meniupkan nafas panasnya.


"Kamu seperti anak kecil" kata Ara jengah.


"Ya, ingin susu" balas Sean memainkan rambut Ara.


"Susu sapi" sahut Ara.


"Bukan, tapi ini 38B" balas Sean yang semakin pandai dengan hal-hal yang berbau mesum.


Huh..

__ADS_1


Dulu aja manggilnya gadis gila, anak Mami sekarang? candu kan sama anak Mami ini. batin Ara menggerutu.


Masih ingat jelas setiap ucapan Sean di masa lalu yang selalu mengibarkan bendera perang padanya, dan Sean terlihat seperti anak manis ralat lebih tepatnya adalah anak mesum.


"Ara" panggil Sean.


Membuat Ara yang sedang memakai pelembab bibir nya itu menghela nafasnya, sebelum dia selesai menidurkan bayi kingkong nya Ara rasa dia akan selalu di ganggu.


"Sebentar lagi, aku masih ingin nonton film" sahut Ara dengan wajah kesal nya.


"Apa yang ingin di tonton? film dewasa?" tanya Sean.


Membuat Ara langsung memukul dada Sean kesal, kenapa dia merasa jika Sean yang ada di samping nya itu bukan Sean yang berusia 18 tahun, melainkan Sean yang sudah 30 tahun yang pemikiran nya adalah ranjang ranjang dan ranjang saja.


Pada akhirnya Sean mau tak mau harus menunggu sampai Ara selesai menonton, keduanya duduk di sofa dengan mata yang fokus pada layar televisi.


Ralat hanya Ara yang fokus nonton, tidak dengan Sean yang sibuk memeluk Ara bahkan sesekali mengusap paha Ara agar istrinya bisa terangsang.


"Diam Sean" kata Ara merasa tangan Sean menganggu nya.


"Sean, tangan nya tolong kondisikan" Ara menahan kesal nya.


"Hem" Sean menyahut seenaknya.


Uh..


"Sean.." Ara mengeliat geli saat Sean menciumi dada nya.


"Bermain di sofa, cukup menantang" kata Sean yang sekarang tangan nya sudah mulai tidak bisa diam.


__ADS_1


Ara semula masih bisa menahan nya, tapi semakin dia menahan nya Ara merasa frustasi apalagi kini tangan Sean sudah mulai masuk ke celana tidur nya.


"Kamu memang gila" Ara menghembuskan nafas nya saat bibir Sean mulai beradu dengan bibir nya.


"Hem, aku gila dengan tubuh mu" sahut Sean sambil tersenyum.


"Sean.." desaah Ara panjang dengan tubuh yang mengeliat.


"Hem aku menyukai tubuh mu" Sean mulai mencium bibir Ara.


Keduanya berciuman dan Ara sudah mulai terbiasa membalas ciuman itu, dia juga bingung kenapa dirinya selalu kalah saat di hadapkan dengan sentuhan tangan Sean.


"I love you" kata Sean masih berada di atas bibir Ara.


Ara hanya diam tidak menjawab karena dia juga masih bingung dengan perasaannya, Sean paham dengan hal itu dan dia juga akan menunggu sambil merasakan cinta yang lebih besar lagi untuk Ara.


Perlahan Sean merebahkan tubuh Ara di sofa, dia mulai mengkungkung-kung tubuh istrinya dengan tangan yang sudah tidak sabar untuk membuka semua pakaian Ara.


Setelah selesai membuka pakaian nya Sean langsung ke intinya karena Sean bukan tipe yang suka pemanasan terlalu lama.


"Hisss.. sakit!" lirih Ara.


"Tahan, salah sendiri kenapa milik mu kecil, padahal kita sudah melakukan nya tiga kali" kata Sean sambil mencoba memasukkan nya lebih dalam lagi.


"Milik ku? aku rasa milik mu yang terlalu besar, kau masih 18 tahun tapi kenapa milik mu besar" sahut Ara tidak terima.


"Ini keberuntungan Ara, Tuhan tau aku akan menikah muda jadi Tuhan memberikan kesempurnaan untuk ku" sahut Sean masih mencoba untuk menggerakkan nya perlahan.


Ara tidak mau menjawab dia memejamkan mata nya perlahan dan merasakan sensasi permainan panas nya.


Sean tersenyum, dia kembali mencium Ara dan tangan nya sesekali meremaas dada Ara sehingga Ara terus mendesaah nikmat.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2