
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
3 tahun berlalu..
Ara dan Sean selalu pulang setiap tahun nya, dan tahun ini adalah tahun keduanya tinggal karena Ara dan Sean akan sama-sama mendapatkan gelar master nya setelah empat tahun kuliah.
Keduanya dewasa bersama dan sejak keguguran nya di tahun pertama pernikahan nya itu Ara dan Sean masih belum diberi kepercayaan lagi oleh Tuhan.
Semua itu jelas bukan masalah karena Ara dan Sean bisa menjalani pacaran di dalam pernikahan nya, masalah mungkin selalu datang tapi Ara dan Sean selalu mengambil jalan tengah agar hubungannya selalu harmonis.
"Sayang ayo jalan-jalan aku mau menonton film bersama mu" kata Ara yang baru selesai mandi.
"Kamu kebiasaan banget mandi nggak ngajak-ngajak" kata Sean yang melihat tubuh Ara yang tertutupi handuk tipis.
"Tentu saja karena aku malas bermain air terlalu lama, sudahlah cepat mandi kita akan menonton tidak ada penolakan" tegas Ara berlalu pergi mendekati almari.
Sean mengembungkan pipi nya melihat istrinya yang mengabaikan nya, pelan-pelan Sean berjalan mendekati Ara dan saat Ara sedang fokus mengambil baju dengan wajah santai nya.
Sean menarik handuk tipis itu dan melemparkannya ke sembarangan arah, sehingga membuat tubuh polos Ara yang sangat seksi dan menggoda itu terlihat jelas.
"Wuih cwe seksi" goda Sean.
"Sean! kamu nakal ya" Ara yang sedang mengambil baju langsung menatap kesal suaminya.
__ADS_1
Sean tersenyum melihat kekesalan di wajah sang istri, serius dalam hubungan boleh tapi tentu nya harus ada hal yang menyenangkan bukan? dan sikap tengil Sean selalu bisa menghidupkan suasana yang kaku.
"Ara lebih baik kita praktek saja, menonton hanya akan membuat mata kita lelah" ucap Sean dengan senyuman nakal nya.
"Itu si mau mu, pokoknya aku nggak mau tau kita harus nonton kalau nggak jatah kamu akan aku kurangin, seminggu dua kali cukup ya" tegas Ara menjulurkan lidahnya.
"Ck, istri yang baik itu harusnya ngasih jatah terus biar suaminya betah di rumah" kata Sean manyun.
"Ya jadi suami juga harus nya tau kalau istrinya itu butuh main, bukan cuman dia ajak main di kasur aja" balas Ara tidak mau kalah.
"Baiklah kita pergi nonton" Sean akhirnya mengalah.
Sean lebih memilih bosan menonton film romantis yang di sukai Ara di bandingkan dia harus kehilangan jatah nya, Oh No Sean tidak akan sanggup apalagi semakin kesini cinta nya sangat besar begitu pun dengan gairah nya.
Ara memakai pakaian nya di depan Sean, setelah selesai dia mendekati Sean dan mencium bibir Sean lembut, keduanya langsung berciuman beberapa menit.
"Kamu terlalu manis untuk di abaikan Ara, astaga aku ingin mengurug mu di kamar saja" Sean mengusap pipi Ara dengan lembut.
Ara mendengar itu hanya tergelak, dan setelah itu keluar dari kamar nya dengan membawa ponselnya, Ara akan memesan makanan cepat saji karena untuk hari ini Ara dan Sean sama-sama malas masak.
Sean mandi dan Ara memilih menunggu di sofa, saat sedang menunggu pesanan makanan nya tiba-tiba terdengar suara bel.
Ara beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah pintu, dan saat membuka pintu Ara melihat Jessy.
"Kemana Kelly?" tanya Ara aneh.
__ADS_1
Biasanya Kelly dan Jessy selalu bersama kemana-mana.
"Jangan bahas pengkhianat itu Ara, aku sedang tidak mood dengan Kelly yang menyebalkan" kata Jessy yang kini baru mendudukkan bokong nya di sofa.
Ara memilih diam, dia mengambilkan minum dan setelah itu ikut duduk bersama Jessy, Ara dengan jelas melihat wajah kesal Jessy dan di merasa bahwa semua itu ada sangkut pautnya dengan Kelly.
"Ada apa? apa kalian bertengkar?" tanya Ara.
"Bukan bertengkar, tapi Kelly mengkhianati ku Ara, Kelly dan Ronal diam-diam berpacaran di belakang ku, bahkan Ronal sudah melamar nya satu bulan yang lalu" ucap Jessy dengan wajah marah nya.
Ara menutup bibir nya kaget, dia tidak percaya jika ternyata Kelly dan Ronal bisa melakukan semua itu di belakang Jessy dan Jeff.
"Apa ada bukti?" tanya Ara memastikan.
Jessy memperlihatkan layar ponselnya ke Ara, dan sumpah demi apapun Ara sangat syok karena di layar ponsel Jessy terlihat Kelly dan Ronal yang sedang berciuman jari cincin Kelly yang sudah tersamatkan cincin berlian.
"Oh no, sabar Jess" Ara bingung harus berkata apa lagi, dia langsung memeluk Jessy karena Ara tau rasanya di khianati teman dan pacar sendiri itu pasti sangat sakit.
Jessy menangis di pelukan Ara, dia mendapatkan double pengkhianatan dari kekasih yang di cintai nya, dan juga dari Kelly sahabat yang sangat dekat dengan nya.
Sean keluar dari kamar, dia melihat Jessy yang menangis dan Ara yang melihat itu memberikan kode pada Sean untuk pergi.
Sepertinya kedok Ronal sudah tercium, kasihan Jessy Ronal dan Kelly memang tidak berperasaan. batin Sean yang sudah tau semuanya dari jauh-jauh hari.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏