
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Seperti biasnya Wilo sekolah dengan penuh semangat untuk mengejar pelajaran yang sempat tertinggal, melupakan beban pikiran nya Wilo sudah tidak banyak memikirkan akan keluarga nya lagi.
Wilo melupakan rasa sakit yang akan membuat nya terluka, dia akan semangat sembuh demi orang-orang yang memberikan support untuk nya, Bryan dan Oma.
"Permisi Bu."
"Iya, ada apa?"
"Itu di depan ada yang mencari Mela."
"Mela, kamu keluar sebentar ya, tapi setelah ini kamu tetap mendapatkan hukuman lagi" kata Ibu Nita, guru matematika.
Mela dan Dewi mendapatkan hukuman berdiri sepanjang pelajaran Bu Nita karena keduanya tidak mengerjakan PR.
"Siapa Mel?" tanya Dewi sedikit berbisik, dia merasa aneh karena tidak biasanya ada yang mencari Mela di saat sekolah begini.
"Nggak tau." balas Mela terlihat aneh.
Wilo hanya mendengar bisik-bisik itu, kedua teman nya itu sedang marah pada nya karena biasnya ketiga nya selalu sama-sama jika mendapatkan hukuman.
Sedangkan sekarang Wilo sudah mengerjakan PR nya, dan tidak mendapatkan hukuman yang membuat Mela dan Dewi menjadi marah padanya.
Beberapa jam berlalu..
Semua siswa-siswi sudah bersiap untuk pulang, Wilo yang sudah menggendong tas gendong nya berjalan mendekati bangku Mela dan Dewi.
"Dew Mel, kalian marah sama aku ya?" tanya Wilo.
"Tau tu, tanya aja ke meja" ketus Mela yang sedang membereskan buku-bukunya di meja.
__ADS_1
"Dew" Wilo melirik Dewi.
Dewi melirik Wilo dengan wajah sebal nya, lalu tersenyum kecut.
"Semenjak kamu nikah kamu beda Wil, kita nggak kenal kamu lagi. Ya kita akui kamu banyak perubahan tapi kamu nggak se humble dulu lagi" kata Dewi mengutarakan kekecewaan nya.
Wilo sadar jika dirinya memang berbeda, tapi dia juga berubah karena ada alasan, Wilo tidak mau menjadi gadis yang seperti Papa nya tuduhkan, Wilo ingin menjadi wanita berprestasi yang bisa membanggakan orang-orang yang mensupport nya.
"Maaf Dew Mel kalau kalian mau aku yang dulu lagi aku nggak bisa, sorry aku ingin bersahabat dengan kalian tapi kalau kalian mau aku kembali lagi ke Wilona yang dulu lebih baik aku sendiri aja" Wilo pergi setelah mengatakan itu.
Dewi dan Mela saling pandang keduanya menatap kesal pada Wilo yang sudah tidak seperti Wilo yang dulu lagi.
"Sombong banget, mentang-mentang punya suami ganteng dan kaya jadi bisa kaya gitu, apaan lupa sama teman sendiri" kesal Dewi bersungut-sungut.
Mela mengangguki ucapan Dewi, dia juga tidak suka dengan sikap Wilo saat ini karena menurut nya Wilo yang sekarang terlalu munafik.
"Kita lihat aja sampai kapan dia bertahan sendiri, palingan nanti kalau udah datang mood gila nya dia sendiri yang nyamperin kita dan ngajak ke club' lagi" balas Mela sambil tersenyum kecut.
Sedangkan di luar Wilo yang baru sampai gerbang kembali berpapasan dengan Adit, mantan kakak kelas nya itu nampak seperti sedang menunggu seseorang di parkiran.
"Hy juga kak, lama nggak lihat kak Adit" Wilo basa-basi ringan.
"Iya, padahal aku sering ke restoran dekat apartemen kamu Wil, tapi kamu kaya nya udah jarang ke sana ya?" tanya Adit.
Kedatangan nya ke sekolah ini adalah ingin bertemu Wilo, beberapa Minggu ini tepatnya setelah acara mabuk di club' malam itu Adit tidak pernah melihat Wilo lagi.
Dia beberapa kali pura-pura makan di restoran biasa tempat Wilo makan tapi Wilo tidak kunjung datang ke restoran itu, Bahkan Adit juga sering berkunjung ke apartemen Wilo meski tidak sampai memencet bel karena dia sungkan.
"Aku udah pindah kak" kata Wilo pelan.
"Kemana?" tanya Adit penasaran.
"Ke rumah ku!" suara seorang pria tiba-tiba terdengar.
__ADS_1
Deg..
Wilo mendengar suara Bryan langsung melihat ke belakang nya, dan dia kaget melihat Bryan yang terlihat kesal.
Gila ini suami siap sih? demage nya ya ampun! bikin meleleh hati bangettttt. batin Wilo ingin menjerit tak kala melihat ketampanan Bryan.
"Kamu?" Adit merasa pernah melihat Bryan.
"Kita pernah bertemu di club' malam itu kan?" lanjut Adit.
Bryan tidak menjawab, di memperlihatkan apa yang seharusnya dia perlihatkan pada semua orang.
Dengan santai nya Bryan mencium kening Wilo, dan melingkarkan tangannya di pinggang Wilo, dia ingin mengatakan jika Wilo adalah milik nya.
"Sudah ku bilang Wilona adalah istriku, kau memang tidak bisa mendengar ya? atau telinga mu rusak sehingga tidak berfungsi! hah" ketus Bryan sambil menatap sinis Adit.
Adit kaget!
Dia memang mendengar jika pria di depan nya itu mengatakan hal sama, yaitu mengakui Wilo sebagai istri nya, pun sama dengan Mela dan Dewi yang meminta nya move on.
Tapi Adit mengabaikan nya karena dia merasa itu tidak mungkin, dia pikir mereka mabuk sehingga memiliki pikiran aneh.
"Sayang sudah, ayo kita pulang" Wilo tau akan wajah kesal Bryan langsung mengusap tangan suaminya lembut.
"Kak Adit aku duluan" Akhirnya Wilo dan Bryan pergi meninggalkan Adit sendirian.
"Sekali lagi aku pasti salah dengar tidak mungkin dia suami Wilona, Wilona hanya menyukai ku" gumam Adit yang merasakan kecewa.
🌹
Pas aku SMP sering nih kaya gini di mana teman suka marah nggak jelas kalau misal dia belum ngerjain PR 🥱
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏