Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Di hotel


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hari ini Sean dan Ara akan berangkat ke California, keduanya sudah bersiap-siap dan akan di antarkan oleh supir ke bandara.


"Jagain Ara inget jangan buat Mommy kecewa lagi" kata Mommy Wilo mengingatkan.


"Iya Mom" sahut Sean singkat.


"Kalau butuh apa-apa bilang, Mommy akan meminta Daddy mengirimkan apapun yang kalian butuhkan" lanjut Mommy Wilo lagi.


"Hem" sahut Sean santai.


Sama dengan Sean Ara juga nampak di peluk oleh Mami Jody, dan pelukan itu sangat lama membuat Ara terharu karena ini pengalaman nya pergi jauh dari keluarga nya.


Pun dengan Papi Nobles dan Mami Jody yang juga merasakan perasaan yang sama, keduanya juga merasa sedikit berat untuk melepaskan Ara pergi jauh untuk yang pertama kalinya.


"Jaga diri baik-baik, kalau ada apa-apa cepat hubungi Mami, doa kami yang terbaik untukmu sayang" kata Mami Jody.


"Siap Mami" sahut Ara cepat.


Lalu Ara pun memeluk Papi nya, dan kembali mendapatkan nasihat untuk menjaga dirinya selama jauh dari keluarga.


Membuat Sean mendengus kesal karena keluarga istrinya masih saja tidak menganggapnya, tapi meski demikian sayang tetap akan selalu menjaga Ara.


Sebelum pergi saya mendekati Antonio, dia sekarang sudah tahu perasaan Zira pada Antonio yang ternyata lebih dari perasaan seorang sahabat.


Ya Zira menyukai Antonio begitupun sebaliknya, tapi Sean tidak akan membiarkan semua itu terjadi karena dia adalah suami Ara.


"Lupakan adik ku, dan buang rasa suka mu pada adikku" bisik Sean tegas.


Antonio tersenyum kecut mendengar ucapan kakak iparnya itu, andai kakaknya tidak menikah dengan Sean sudah pasti dirinya akan bisa melanjutkan perjalanan cinta nya bersama Zira.

__ADS_1


Tapi takdir mengatakan bahwa keduanya harus menjadi ipar dan mau tak mau Antonio pun harus merelakan perasaannya pada Zira.


"Ya, Papi jika kakakku menangis aku juga akan membuat adikmu menangis camkan itu" balas Antonio yang juga berbisik.


Sean memutar bola matanya malas mendengarkan ucapan remaja 13 tahun itu, ingin rasanya dia memberikan sedikit peringatannya lagi tapi karena waktunya sudah mepet akhirnya Sean pun hanya bisa menepuk punggung Antonio sedikit keras.


Setelah itu Sean dan Ara pun akhirnya pergi diantar sopir kedua keluarganya tidak mengantar karena mereka tidak mau menangis di saat melihat Ara dan Sean pergi.


"Ara" panggil Sean.


"Apa?" sahut Ara cepat.


"Terimakasih" kata Sean singkat.


Ara menaikkan sebelah alisnya ke atas, matanya menatap Sean yang terlihat serius dengan apa yang di ucapkan nya.


"Hem, sama-sama" sahut Ara juga singkat, dia paham dengan apa yang di ucapkan Sean.


Sean pasti mengucapkan terima kasih karena Ara mau ikut kuliah bersama nya, hanya saja Sean terlalu gengsi dan Ara memahami itu.


Tak lama setelah itu mobil berhenti di bandara, Ara dan Sean memutuskan untuk naik jet pribadi Daddy Bryan karena keduanya ingin tidur sepanjang perjalanan nya.


Seharian penuh Ara dan lebih banyak tidur di perjalanan nya, dan keduanya baru keluar turun dari jet pribadi setelah sampai di Los Angeles.


Sean dan Ara putuskan untuk menginap di salah satu hotel yang dekat dengan bandara, tentunya hotel itu adalah hotel berbintang yang fasilitasnya sangat mewah.


"Kamu mau kemana?" tanya Sean saat melihat Ara memakai Hoodie nya.


"Ke luar cari angin" sahut Ara santai.


"Kita baru saja sampai dan kamu sudah mau pergi?" Sean mengelengkan kepalanya.


"Aku bosan dan tidak bisa tidur, lagi pula dari kemarin kita terlalu banyak tidur" jelas Ara dengan wajah sedikit kesal nya.

__ADS_1


"Hem aku tau, maksud ku kita tidak akan tidur tapi akan bersenang-senang di sini, kita harus punya banyak pengalaman bercinta di setiap negara yang kita singgahi bukan?" Sean berkata tanpa senyuman manis nya.


Tapi tidak untuk Ara yang mencium aura kemesuman di balik senyuman itu, Ara memicingkan mata nya dan dia melihat Sean yang membuka pakaian nya hingga menyisakan boxer saja


"Sean jangan mulai, kita hanya satu bulan dua kal__" ucap Ara terpotong karena Sean langsung memeluk nya.


"Kau yakin dua kali? aku rasa akan lebih" sahut Sean mencium leher Ara.


"Sean, aku ingin keluar" Ara mengembungkan pipi nya saat merasakan tangan Sean yang tidak bisa diam.


"Kita keluar, setelah aku puas membuat mu mendesaah" kata Sean santai dan dengan lembut mencium bibir Ara.


Hemph..


Ara membalas ciuman Sean, dia tidak mengerti kenapa dirinya sangat lemah dan selalu seperti ini saat di hadapkan dengan kemesuman Sean.


Sean selalu pandai membuat aku merinding, hiss kenapa aku selalu kalah saat tangan nya tidak bisa diam seperti ini sih. batin Ara kesal pada diri nya sendiri.


Keduanya berciuman cukup lama, perlahan tapi pasti Ara juga sudah pandai membalas ciuman Sean dan keduanya sekarang sudah menempel dengan gairah besar nya.


"Sean.." desaah Ara panjang.


"Panggil aku, SAYANG" menekan kata Sayang.


"Emm.. Sayang" seolah terhipnotis Ara akhirnya memanggil Sean dengan sebutan sayang.


Sean tersenyum senang tanpa banyak bicara lagi dia kembali mencium Ara dan tangan nya mulai membuka pakaian Ara, Sean benar-benar tidak membiarkan waktunya terbuang begitu saja apalagi Ara terlihat sudah sangat ingin yang lebih jauh dari sentuhan tangan nya.


"Kau akan tau berapa hebat nya aku saat kamu hamil Ara, aku tidak sabar untuk menjadi ayah muda" Sean tersenyum memandang gunung kembar Ara yang menantang untuk di mainkan.


Dan setelah itu hanya ada ******* yang keluar dari bibir keduanya.


๐ŸŒน

__ADS_1


Nangung๐Ÿ˜… puasa ๐Ÿ˜‚


Jangan lupa like coment and Vote ya kak โ™ฅ๏ธ๐Ÿค—๐Ÿ™


__ADS_2