
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Kini Ara sudah sampai di kantor Sean, dua Minggu ini Sean memang sudah menggantikan posisi Dad Bryan untuk menjadi CEO.
Sebenarnya Sean sudah menolak karena dia lebih tertarik menjadi seorang pengusaha kecil-kecil an, seperti memperbanyak cafe atau restoran di kota nya.
"Apa suami ku ada di ruangan nya?" tanya Ara pada resepsionis.
"Tuan Sean sedang keluar nona" balas resepsionis.
"Kemana?" tanya Ara penasaran.
"Tuan sedang menghadiri acara makan siang bersama koleganya nona" jelas resepsionis lagi.
"Dimana?" Ara masih belum puas dengan penjelasan resepsionis itu.
Resepsionis hanya menjawab tidak tau karena itu bukan tugasnya mengetahui jadwal Bos nya, dia hanya tau kalau tadi ada seorang wanita yang datang dengan asisten nya.
Ara mendengar penjelasan resepsionis tiba-tiba matanya melotot sempurna, tanpa banyak tanya dia langsung ke luar kantor dan kembali ke mobilnya.
Di dalam mobil Ara yang baru selesai memasang sabuk pengaman nya langsung memainkan ponselnya mencari nama suaminya.
"Angkat!" kesal Ara wajah nya terlihat jelas jika dia panik.
Lama Ara menunggu Sean mengangkat telpon nya, tapi yang dia dapatkan malah nomer telpon Sean yang tidak aktif.
"Awas kamu Sean!" Ara menghembuskan nafas nya kasar dengan wajah yang kesal.
__ADS_1
Karena Sean tidak bisa di hubungi Ara pun langsung menelpon Papi Nobles.
"Halo Pap"
"Ada apa Ara?, tumben nelpon"
"Apa Papi bersama Sean?" tanya Ara cepat.
"Tidak sayang, Seminggu ini Papi tidak bekerja karena sudah ada pengganti Papi untuk menjadi asisten Sean" jelas Papi Nobles.
"Kok aku tidak tau sih" Ara seketika menjadi kesal.
"Sean tidak memberitahu?" tanya Papi Nobles.
Ara terdiam sebentar, lalu..
"Apa jenis kelamin asisten nya?" tanya Ara penasaran.
"Kurang ajar!" Ara membanting ponselnya hingga jatuh ke kolong jok mobil.
Emosi Ara naik saat tau Sean tidak mengatakan kejujuran akan asisten baru nya, di tambah lagi ternyata asisten baru Sean adalah seorang wanita.
Mata Ara tiba-tiba berkaca-kaca, perlahan air matanya jatuh mengenai pipi nya, Ara merasa sesak di dada nya karena Sean yang susah di hubungi belum lagi banyak nya wanita di samping suaminya yang membuat Ara takut.
"Tenang sayang, Mommy tidak akan kalah dari wanita-wanita pengganggu kebahagiaan kita, Mommy akan membasmi mereka" kata Ara tangan nya terulur untuk mengusap perut buncit nya.
Ara melihat perut buncitnya perasaan nya sekarang campur aduk, apalagi setelah melihat perut buncitnya yang membuat dia merasa insecure.
Tubuhnya sudah jauh lebih berisi dari beberapa bulan lalu, terhitung dari berat badannya sekarang yang sudah 60 kg di usia kandungan yang sudah masuk bulan ke enam.
__ADS_1
Pada akhirnya Ara memilih pulang, dengan membawa rasa kesalnya Ara memilih pergi ke Mall untuk belanja karena saat ini yang dia butuhkan adalah ketenangan.
Seharian itu Ara memilih belanja, dia mematikan ponselnya karena Ara tidak mau di ganggu.
Sore nya Sean baru pulang bekerja, dia masuk ke dalam rumah nya dan tidak menemukan istrinya.
"Sayang" panggil Sean.
Hening tak mendapatkan sahutan membuat Sean langsung memilih pergi ke kamar nya, dan ya dia benar-benar tidak menemukan sosok istri nya di dalam kamar ataupun kamar mandinya.
"Apa Ara keluar rumah?" gumam Sean langsung memeriksa ponselnya.
Sean melihat banyak notif panggilan dari istrinya yang membuat Sean langsung menelpon balik Ara.
Tapi nomer Ara tidak aktif yang membuat Sean cemas, apalagi saat ini Ara sedang mangandung belum lagi ini sudah menjelang sore.
"Astaga Ara kamu kemana" Sean buru-buru keluar dari kamar nya.
Sean berjalan sambil melihat ponselnya, tapi karena tidak melihat ke bawah Sean malah kehilangan keseimbangan nya sehingga membuat dia jatuh dari tangga.
Brukkk !
Terakhir tubuh Sean membentur lantai, Sean mengerejapkan matanya berkali-kali dan setalah itu perlahan pandangan nya kunang-kunang Sean merasa pusing hingga dia pun berakhir pingsan.
Saat bersamaan bibi pembantu melihat majikan nya yang terjatuh, dia pun langsung memanggil beberapa pekerja lain nya dan mereka syok melihat Sean yang berdarah di area kepala nya.
Karena tidak bisa menghubungi Ara akhirnya mereka pun memilih membawa majikan nya ke rumah sakit, mereka juga menelpon keluarga besar majikan nya agar mereka tahu kondisi Sean.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏