
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Malam harinya, Bryan mundar mandir di depan pintu, Wilo masih belum kunjung pulang dan itu membuat nya semakin resah.
"Kemana sebenarnya Oma membawa Wilo" gumam Bryan sambil mengusap wajah nya dengan kasar.
Seharian ini dia sendirian di rumah dan ini sudah malam tapi Wilona ataupun Oma belum kunjung sampai di rumah.
Bryan sudah mencoba menelpon Wilo ataupun Oma, tapi ponsel kedua nya sama-sama tidak aktif, pun sama dengan ponsel Nobles dan Jody yang juga tidak aktif.
"Jangan-jangan Oma ingin menjauhkan ku dari Wilona" pikiran negatif mulai terbesit di pikiran Bryan.
Dia hanya mendapatkan banyak notif pesan yang berisi informasi pengeluaran uang yang jumlah nya cukup besar.
Oma dan Wilo benar-benar telah merampok nya.
Dret.
"Halo Oma!"
"Kalian dimana? mana Wilo" tanya Bryan sedikit kesal.
"Kecilkan suara mu, malam ini Oma dan Wilo akan bersenang-senang, kita quality time dan akan menginap di hotel" jelas Oma sangat santai.
Bryan yang mendengar itu membulatkan matanya sempurna.
"Oma! kau tidak bisa melakukan nya, Wilo istriku!" kesal Bryan dengan sikap Oma nya yang terkesan bersikap sesuka nya.
Terdengar suara orang malas di sebrang sana.
"Oma Wilo harus pulang, aku suami nya"
"Ya Oma tau itu"
"Pulanglah Oma, aku khawatir"
"Hy kakak sayang, aku sedang bersama Oma maaf menghabiskan uang mu" sekarang terdengar suara Wilo.
"Sayang, pulang ya" ucap Bryan nada nya sangat lembut jauh dari saat berbicara dengan Oma.
"Hey ini Oma, sayang-sayanh ternyata kau bucin juga ya, tapi ahk sudahlah Oma tidak perduli lagi pula Wilo juga terlihat senang di sini, semoga malam mu menyenangkan, bye"
Tut!
Panggilan di putuskan sepihak oleh Oma, Bryan menendang pintu dengan kesal, Oma nya benar-benar tidak bisa di kasih hati.
"Oma benar-benar kejam, seharusnya tadi pagi aku memakaikan borgol di tangan nya sehingga dia tidak bisa kabur seperti ini" kesal Bryan.
Karena kesal Bryan memilih jalan-jalan, dia sekarang sedang mengendarai mobilnya untuk ke Apartemen William.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian mobil nya sampai di parkiran, Bryan berjalan ke loby dan setalah itu masuk ke dalam lift yang akan membawa nya ke lantai apartemen Willy.
Ting tong!
"Kau?" Willy nampak kaget melihat kedatangan Bryan.
"Masuklah" lanjut nya karena Bryan terlihat kesal.
Bryan masuk dan langsung mendaratkan bokong nya di sopa.
"Kamu punya minuman?" tanya Bryan.
"Ada" Willy bangkit dan pergi ke dapur
Bryan melihat itu, dia menyalakan tv dan melihat ada berita kecelakaan, dan sekali lagi Bryan menjadi teringat akan Oma dan istri kecil nya.
Tak lama kemudian Willy datang dengan dua botol wine dan dua gelas kosong.
"Kau terlihat kacau Bryan" ucap Willy sambil menuangkan minuman ke dua gelas di depan nya.
Bryan mengambil minuman nya, dia meminum sedikit lalu menghembuskan nafas nya panjang.
"Oma menculik istri ku" jelas nya dengan kesal.
"Kenapa Oma menculik istri mu?" tanya Willy tidak paham.
"Entahlah, aku pikir mereka hanya belanja tapi Oma benar-benar menyembunyikan dari ku" lanjut Bryan, kembali minum lagi.
"Ya, aku kesal karena malam ini aku tidak bisa menciumi bibir manis nya" balas Bryan tidak di filter.
Keduanya berbincang tentang Bryan dan istri kecil nya, Bryan mengakui akan rasa suka nya dan Willy mendengar kan curhatan teman nya sambil meminum minuman di gelas nya.
Pada akhirnya keduanya mabuk sampai tidak sadar, Bryan dan Willy tertidur di sopa dengan tv yang masih menyala.
Sedangkan di tempat lain Wilo tidur bersama Oma, dia melirik Oma yang sudah terlelap di samping nya.
Dari pagi sampai sore Wilo menghabiskan waktu nya dengan shoping dan di salon, bahkan Wilo sekarang masih tidak menyangka jika dia memiliki kuku yang sangat cantik.
"Kenapa aku malah merindukan pelukannya" gumam Wilo tidak bisa tidur, dan merindukan Bryan.
Ragu-ragu Wilo bangkit dari tempat tidur nya, ini pertama kalinya Wilo merindukan Bryan dan rasanya sangat menganggu nya.
Wilo menyalakan ponselnya, dia melihat banyak notip pesan dari Bryan suami nya.
"Ternyata dia juga mencemaskan ku" gumam Wilo sambil tersenyum senang.
Sampai mata Wilo melihat pesan dari Mela.
"Wil kalau kamu masih mau berteman dengan kita datanglah ke jalan Xxx besok siang, teman-teman yang lain nya akan berpesta besok."
"Oke, aku akan datang" Wilo membalas.
__ADS_1
Tring..
"Baiklah, aku tunggu kamu besok"
"Iya Mel"
Wilo mengiyakan karena acara nya bukan malam, acaranya siang setelah pulang sekolah jadi dia pasti bisa mendapatkan ijin.
Hoam..
"Belum tidur sayang?" tanya Oma terbangun karena mendengar suara ponsel.
"Belum Oma, tadi kebangun" balas Wilo.
"Oh, sini"
Wilo menurut dia mendekati Oma, lalu duduk di dekat Oma.
"Bryan besok ulang tahun, jadi besok kamu berangkat sekolah dari sini tenang aja seragam tas dan yang lain nya udah Oma siapin." kata Oma.
"Tapi Oma nanti kakak marah?"
"Nggak apa, dia akan lebih marah lagi kalau acara ultah nya di rayakan, dia paling nggak suka ulang tahun niup lilin, biarin aja dia sendirian"
"Oke Oma"
"Ya udah besok nggak ijin aja, biar dia kesal sekalian"
"Kamu udah nggak kaget lagi kan kalau liat itu nya Bryan?" tanya Oma.
Hah?
Wilo melongo bingung.
"Oma ngomongin apa?" tanya balik Wilo bingung.
"Itu yang nusuk, kamu suka gaya apa?" lanjut Oma.
Hah?
Gaya?
"Oma aku nggak ngerti gaya"
"Masa sih, Bryan emang nggak ngajarin gaya aneh-aneh sama kamu? misal 69 gitu atau 79?" tanya Oma lagi.
" 69 79 gimana sih Oma? nggak paham"
Astaga..
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏