Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Bertemu Papa.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹


Wajah bahagia di perlihatkan oleh pasangan Jody dan Nobles, keduanya nampak tersenyum senang karena kelahiran putri pertama nya.


Jody melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik, Nobles dan Jody memberikan nama yang cantik untuk baby nya.


Arabella Elisa Nody, nama cantik secantik Baby nya.


"Selamat ya kak, Baby nya cantik aku juga mau Baby cantik kaya Baby Ara" Wilo memberikan selamat.


"Terimakasih nona, dan tuan" Jody tersenyum kecil.


Nobles tak hentinya mengatakan terimakasih pada istrinya, dia senang karena di ulang tahun nya yang ke 33 tahun Nobles sudah menjadi seorang Ayah.


Sedangkan Wilo dan Bryan nampak terus melihat baby Ara yang terus menggeliat, keduanya tersenyum saat melihat Baby Ara tidak bisa diam.


"Cantik ya" kata Wilo sambil tersenyum.


"Iya cantik" balas Bryan.


"Mirip saya kan tuan" Nobles yang sedang duduk dan menyuapi istrinya ikut menyahuti.


Membuat Wilo dan Bryan melirik ke belakang, dan mereka keduanya kompak menggelengkan kepalanya.


"Mana ada mirip Bang Nobles, orang imut mirip kak Jody kok" sahut Wilo dan di angguki Bryan.


"Terimakasih nona, tuan" kata Jody lagi.


Wilo kembali fokus pada baby Ara lagi, pun sama hal nya dengan Bryan yang melihat wajah senang istrinya yang melihat Baby Ara.


Dan kesempatan bagus itu di lihat oleh Nobles, dia langsung mencium bibir istrinya, dan bahkan menghujani wajah istrinya dengan sebuah kecupan singkat.


"Terimakasih" bisik Nobles.


"Hem, kamu udah bilang gini 20 kali mas" kata Jody sambil mengelap wajah nya yang agak basah.


"Basah kan, kamu sih cium terus" kata Jody sambil mengembungkan pipi nya.


Cium!


Ekhem !

__ADS_1


Suara deheuman itu terdengar, membuat Jody dan Nobles melirik ke sumber suara, dan keduanya tersenyum kikuk.


"Tuan" Jody mendeuhem.


Dia malu karena ketahuan oleh majikan nya.


"Sayang sepertinya Nobles butuh privasi, ayo kita pulang" Bryan memeluk pinggang istrinya.


Wilo masih melihat ke arah Nobles, dia tersenyum kecil karena ini pertama kalinya dia melihat Jody dengan wajah yang menggemaskan.


"Kak Jody lucu, ya udah aku sama Mas Bryan pulang ya" pamit Wilo.


Jody tersenyum kikuk lain merasa tidak enak karena kelakuan suaminya kedua majikan nya menjadi pulang, lain dengan Nobles yang terlihat senang karena dengan begitu tidak ada penghalang nya lagi.


Apalagi Oma sudah pulang dari dua jam yang lalu, Oma pulang karena kelelahan menemani Jody lahiran.


"Sekali terimakasih nona" kata Jody sungkan.


"Sama-sama kak, bye" Wilo dan Bryan keluar ruangan VIP Jody.


Keduanya berjalan mendekati lift, dan kebetulan lift sedang kosong yang membuat Bryan leluasa mencium dan memeluk istrinya.


"Kau tadi panggil aku apa?" tanya Bryan.


"Yakin nggak paham?" Bryan menggigit bahu istrinya.


"Sayang ihk lepas nggak" Wilo risih apalagi sebentar lagi Lift nya akan terbuka.


"Nggak mau, jawab dulu" kata Bryan.


Sampai akhir nya Lift terbuka dan Wilo yang melihat itu langsung keluar dari Lift dan berjalan ke loby rumah sakit sedikit cepat.


"Sayang jangan lari-lari" kata Bryan melotot.


"No, ini jalan cepat bukan la__" ucap Wilo terhenti karena dia menubruk seseorang.


Bukkkk !


Ponsel pria yang Wilo tubruk jatuh, dan Wilo berinisiatif untuk mengambilkan nya.


"Maaf" kata Wilo sambil memberikan ponselnya.


Namun wajah nya langsung kaget saat melihat siapa sosok yang ada di depan nya.

__ADS_1


"Papa!" Wilo sedikit kaget.


"Wilona" Pak Santoso nampak kaget juga.


Bryan melihat itu mendekat, dia langsung membawa Wilo ke pelukannya dan hal itu di lihat oleh Pak Santoso.


Dia mengenal Bryan, pria yang membuat nya kehilangan perusahan nya, sekaligus pria yang menikahi putri nya.


Demi apa dia tidak akan pernah rela putri nya menikahi pria jahat seperti Bryan, bahkan Pak Santoso berjanji akan membuat hancur Bryan karena Bryan membuat nya kehilangan calon anak laki-laki nya.


Istri nya jatuh saat mengetahui perusahaan gulung tikar, dan sekarang Lidya tengah di rawat di rumah sakit karena pasca kegugurannya dulu Lidya kesusahan memiliki baby lagi.


"Wilo jangan mendekati nya, jauhi pria itu dia tidak baik untuk mu" kata pak Santoso menarik tangan Wilo.


"Awwww sakit Pa" ringis Wilo karena tangan nya di tarik.


Bryan melotot, dan langsung menepis tangan Pak Santoso yang dia lihat menyakiti istrinya.


"Jangan sentuh istri saya!" kata Bryan dingin.


"Kau lihat Wil, Papa bilang tinggalkan pria gila ini, kau tau Perusahaan Papa bangkrut karena dia, calon adik mu meninggal juga karena dia, dia pria keji, kamu harus ikut Papa, sekarang Maka Lidya mau menerima mu" kata Pak Santoso kembali menarik tangan Wilo lagi.


Wilo melirik Papa nya, pria yang sejak lama ingin dia dekati dia peluk dan dia jadikan cinta pertama nya, lalu Wilo melirik ke samping di mana satu tangan nya di pegang oleh suaminya, pria yang dengan sepenuh hati nya mencintai nya terlepas dari semua kekurangan nya.


"Maaf Pa, aku memang anak Papa tapi aku adalah istri Mas Bryan, aku bahkan sedang mengandung buah hati kami. Dan mustahil aku ikut Papa meski yang jelas-jelas tidak menginginkan keberadaan ku." Wilo melepaskan tangan Papa nya, lalu memeluk Bryan.


Pak Santoso tersenyum kecut, dia tidak bicara lagi tapi langsung memilih pergi karena bagaimana pun dia membenci Bryan.


"Mas" panggil Wilo.


"Ya, panggil aku Mas"


"Aku lapar"


"Hem, kita makan ya"


"Bakso ya"


"Iya, apapun untuk kamu"


"Makasih Mas"


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2