
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Mood Wilo semakin jelek, Wilo merasa semakin kesal dengan Bryan dan sampai pulang keduanya masih saling mendiamkan.
Oma melihat itu, dia tidak mau ikut campur ke dalam rumah tangga Bryan dan Wilo, Oma yakin keduanya bisa menyelesaikan masalah nya sendiri.
Di kamar Wilo melihat Bryan yang fokus dengan laptopnya, entah kenapa dia semakin bete padahal tadi dia marah-marah tanpa alasan saat di tanya suaminya.
Dan sekarang mood nya kembali lagi, Wilo kesal karena Bryan acuh. tapi saat Bryan berisik pun entah kenapa Wilo juga kesal.
"Aduh lapar mau sate" gumam Wilo agak keras.
Bryan mendengar nya, dia melirik istrinya tapi Wilo buru-buru melihat ke arah lain sehingga mata keduanya tidak saling berpandangan.
"Perut oh perut kasih kamu nggak di perhatiin, laptop di elus di peluk nah kamu yang berisik karena kelaparan malah di biarin" gerutu Wilo lagi yang tentunya membuang wajahnya ke samping.
Wilo masih menjaga image nya karena dia dari tadi marah-marah, sedangkan Bryan dia hanya ingin memberikan waktu agar Wilo bisa mengontrol emosi nya.
Meski dia diam tapi mata Bryan tidak berhenti melihat ke arah Wilo, dan ya Bryan tau Wilo dari tadi mencari perhatian nya.
"Kemana kemana kemana, ku harus mencari kemana" Wilo bernyanyi.
Bryan yang baru melangkah itu melirik ke belakang, dan Wilo kembali lagi melihat ke sembarang arah tidak berniat berpapasan tatapan dengan Bryan.
Dasar wanita gengsi nya selangit, padahal jelas-jelas dari caper nya sudah terlihat!
__ADS_1
Bukk..
Pintu tertutup!
Bryan pergi keluar kamar, dan mengabaikan Wilo.
"Tuh kan nggak perduli, dia pergi" ucap Wilo semakin kesal.
"Jangan-jangan dia mau ketemuan sama si bohay!" Wilo yang tiduran langsung bangkit dan melihat ke jendela.
Dan benar saja Wilo melihat mobil Bryan yang menyala, Bryan masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil nya.
"Awas saja kalau dia benar-benar selingkuh, aku potongin si Otong nya" kesal Wilo sambil berjalan mendekati almari.
Wilo megambil Sweater Hoodie nya, lalu keluar dari kamar nya, sebelum pergi Wilo melihat jam dulu dan dia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"Oow ketahuan" ucap Oma yang berjalan dengan membawa gelas berisi air hangat nya.
"Oma" Wilo nyengir, dan tidak jadi pergi.
"Mau kemana?" tanya Oma mendudukkan bokong nya di sopa ruang tamu.
Wilo ikut duduk, lalu menjelaskan semuanya dari mulai kekesalan nya di kantor sampai Bryan yang tiba-tiba keluar rumah.
Oma mendengarkan dengan seksama, dia rasa Wilo saat ini mood nya kurang baik sehingga mudah kesal karena hal spele, dan untuk Bryan Oma khawatir Bryan akan mabuk-mabukan seperti biasnya, apalagi Willy masih berkeliaran di kota yang sama dengan cucu nya.
"Jadi menurut Oma kakak pergi ke mana?" tanya Wilo.
__ADS_1
"Mungkin membeli sate, kan kamu tadi bilang udah ngode mau sate" balas Oma positif ting-ting.
"Kenapa aku tidak sampai berpikir ke sana ya" gumam Wilo yang masih terdengar di telinga Oma.
"Mungkin itu karena kamu terlalu takut Bryan melirik gadis lain, atau lebih tepatnya cemburu buta" jelas Oma lagi.
Wilo terdiam mendengarkan ucapan Oma, dia cemburu? Wilo memang kesal jika ada pria yang menatap Bryan penuh cinta, tapi ini hanya sekarang karena biasnya Wilo tidak seperti ini.
Memikirkan itu membuat kepala Wilo pusing, Wilo akhirnya memilih kembali ke kamar pun sama dengan Oma yang langsung tidur kembali.
"Apa terlalu berlebihan ya? tapi aku merasa kesal terus, aku merasa di abaikan dan terkalahkan dengan pekerjaan" gumam Wilo yang kini sudah merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
Pelan tapi pasti Wilo memejamkan matanya hingga ia benar-benar tertidur pulas, dan tak lam setelah itu Bryan masuk ke kamar nya dengan sepiring sate yang di beli nya barusan.
Dan Bryan melihat Wilo yang tertidur, padahal dia sudah dengan susah payah mencarikan sate yang di inginkan Wilo.
Bryan menyimpan sate itu di meja sopa yang ada di dekat jendela, setalah itu Bryan naik ke tempat tidur dan langsung memeluk perut istrinya.
"Jangan marah-marah terus, kamu tau aku bingung harus melakukan apa di saat kamu marah seperti ini" bisik Bryan.
Terdengar suara helaan nafas yang tidak beraturan, Bryan tau seharian ini Wilo benar-benar harus mengatur emosional nya agar tidak kenal yang berujung ke bencian.
"Selamat tidur sayang, percayalah hanya kamu yang aku mau dan aku suka, love you" bisik Bryan di telinga Wilo.
Dan setelah itu keduanya tertidur dengan posisi Bryan yang memeluk perut Wilo.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏