Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Sean oh Sean (Season 2)


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah beberapa bulan menjalani program kehamilan Wilona Akhirnya kembali hamil dan surprise nya dia hamil anak perempuan, dan hal itu kembali membuat Sean kesal karena yang lahir bukan lah adik laki-laki tapi malah perempuan.


Sean menginginkan adik laki-laki sehingga bukan nya menjadi semakin baik Sean malah semakin menjadi-jadi.


Bahkan Zira adik perempuan nya Sean selalu mendapatkan perlakuan tidak baik kakak nya, Sean selalu membuat Zira menangis dengan tingkah nya.


Tiga tahun setelah kelahiran Zira Putri Steep, Wilo kembali hamil lagi, dan untuk kali ini dia hamil anak laki-laki hanya saja tepat di bulan ke lima Wilo mengalami pendarahan karena Oma Mona meninggal sehingga Wilo pun harus mengikhlaskan dua orang yang di sayang nya, Oma Mona dan Baby Seno.


9 tahun berlalu..


"Mommy tolong!" teriak Zira di ruang tamu.


"Kakak! adik nya di apaian?" Wilo berjalan dengan langkah cepat menuruni tangga.


"Dia cengeng Mom" kata Sean tidak mau di salahkan.


"Hah? lihat Mom, tangan aku di kasih spidol hiks mana permanen lagi" Zira mulai menangis.


Zira anak nya itu sangat mudah menangis, dia mudah ketakutan apalagi dengan gelap Zira paling takut dengan gelap.


"Kakak minta maaf sama adik nya." titah Wilo pada sang putra.


Sean yang masih memakai seragam sekolah nya itu tidak mendengarkan, dia malah duduk di sofa dekat adik nya dan memainkan ponselnya.

__ADS_1


Zira yang menangis memilih berlari ke kamar, seperti yang Sean katakan Zira sangat cengeng dan mudah menangis.


Sean yakini jika Zira akan melanjutkan acara menangis nya di kamar, dan itu sudah menjadi rutinitas adik nya yang terlalu sensitif itu.


"Kak, tolong dong kak jangan bikin Mom pusing terus, baikan sama adek nya coba" Wilo duduk di dekat putra nya.


Sean masih diam, dia masih tidak merasa bersalah karena menurut nya Zira terlalu cengeng dia hanya menuliskan kata Zira cengeng di tangan adik nya, dan Zira langsung menangis.


"Kak" panggil Wilo lagi.


Huh..


"Mom bisa nggak lebay, aku hanya nulis doang nggak bikin dia jatuh atau terluka" kata Sean dengan nada kesal nya.


"Sean!" suara khas orang matan terdengar di ruang tamu.


Sean melihat ke arah sumber suara, dan dia melihat Daddy nya dengan wajah marah nya menatap ke arah nya.


"Nggak akan hidup? aku udah tau Dad" sahut Sean santai.


Membuat Bryan kesal bukan main, jika saja Sean tau kalau perjuangan Wilo untuk melahirkan Sean seperti apa, istrinya bahkan sampai koma berbulan-bulan hanya untuk melahirkan Sean.


Dan sekarang Sean malah seperti ini, tentu saja Bryan tidak menerima. dia tau rapuh nya istrinya saat Sean bersikap tidak baik seperti ini, tidak ada yang mengajarkan Sean keburukan tapi seiring berjalan nya waktu Sean menjadi pribadi yang tidak terkontrol.


"Sean masuk kamar" kata Wilo.


Sean mengambil tas nya, lalu memilih berjalan ke kamar nya yang ada di lantai atas lebih tepatnya bersebelahan dengan kamar Zira.

__ADS_1


"Aku ingin Sean masuk pesantren sayang" kata Bryan sambil duduk.


"Nggak Mas, aku nggak mau jauh dari putra kita" kata Wilo menolak.


Ya, se nakal-nakal nya seorang anak tetap saja tidak ada seorang ibu yang akan membenci putra nya, apalagi jauh untuk dua hari saja Wilo selalu cemas dengan putranya yang satu itu.


"Tapi sayang putra kita itu__" ucap Bryan terhenti karena terdengar suara bel pintu.


"Aku aja" kata Wilo berjalan duluan.


Wilo membuka pintu, dan saat pintu itu terbuka betapa kaget nya dia melihat tiga gadis cantik berseragam SMA.


"Tante, Sean nya mana tolong dong bilang sama Sean jangan putusin aku, aku nggak bisa hidup tanpa Sean Tan, hiks tolong"


"Aku juga Tante, Sean nggak bisa ninggalin aku kita udah obrolin sampai punya anak dan nikah di NY, masa iya putus gitu aja."


"Kalau aku nggak minta balikan Tan, aku mau minta Sean tanggung jawab karena anak kita harus beli susu!"


Apa!


Wilo syok bukan main!


Anak?


Sean punya anak?


"Sean!!"

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2