
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tanpa keraguan Bryan yang sudah terbawa gairah yang di ciptakan gadis nakal itu mulai tidak terkendali.
Bryan mencium bibir Wilona dengan lembut, dan Wilo yang sudah dua kali mendapatkan ciuman nya dari Bryan kini sudah mulai terbiasa.
Bahkan Wilo tanpa keraguan mengalungkan tangan nya di leher Bryan, Wilo membalas ciuman dari Bryan dan dia juga merasakan jika tangan Bryan kini sudah bermain di bagian dada nya.
"Emmmh" Wilo mengeliat saat merasakan sesuatu yang belum dia rasakan.
Ciuman itu semakin menuntut, Bryan mengehentikan ciuman nya dan turun ke leher Wilo.
"Geli" gumam Wilo sambil menggeliat.
"Ini hukuman mu" kata Bryan sambil terus memberikan kecupan di leher Wilo.
Bosan dengan leher kini bibir Bryan turun ke bagian dua bulatan Wilo, dan tentunya hal itu membuat Wilo kegelian karena merasakan rasa yang aneh.
"Enak tapi geli" gumam Wilo sambil mengeluarkan suara aneh nya.
Bryan mendengarkan semua ucapan Wilo, dan dia masih sibuk dengan apa yang dia lakukan yaitu membuat tanda-tanda kepemilikan nya di bagian dada Wilo.
"Kok nggak buka baju?" tanya Wilo polos.
Hemph..
Bryan kembali memberikan ciuman lagi di bibir Wilo, keduanya kembali berciuman lagi.
__ADS_1
Sampai akhirnya Wilona merasakan ada yang menusuk di bawah sana, dan kaget kerena tangan Bryan bermain di bawah sana.
"Aww" Wilo kaget saat merasakan tusukan itu.
Ciuman itu terlepas, dan hal itu membuat Wilo langsung mengigit bibir bawahnya pelan.
"Mau pipis!" Wilo membusungkan dada nya saat menahan rasa aneh yang baru dia rasakan.
"Lepaskan saja" kata Bryan yang kini sudah benar-benar tidak bisa menahan nya lagi.
Sudah cukup dia menahan nya selama seminggu ini, tingkah Wilo yang agresif membuat Bryan tidak bisa berlama-lama lagi menunda apa yang memang nya terjadi di antara mereka berdua.
Mereka sudah sah, dan ini wajar untuk di lakukan sepasang suami istri, lagi pula Wilo juga tidak menolak nya dan itu tandanya mereka bisa melakukan nya.
"Uh.." tubuh Wilo bergetar saat merasakan pelepasan pertamanya.
Melihat Wilo yang sudah lemah Bryan tersenyum menyeringai, tanpa berlama-lama dia langsung membuka semua pakaian nya hingga menyisakan boxer saja.
"Kenapa dia berdiri?" tanya Wilo dengan polos nya.
Bryan tidak menjawab, dia malah membenarkan posisi Wilo dan sedikit membuka paha Wilo.
"Ini akan terasa lebih sakit, tapi hanya sementara jadi tahan lah" kata Bryan sambil menatap Wilo yang masih terlihat lemas itu.
Wilo yang tidak tau apa-apa hanya mengangguk, dia memang nakal tapi jelas Wilo tidak tau apa-apa tentang hal seintim ini.
Aww !!
Jerit Wilo saat merasakan sesuatu yang menerobos masuk di bawah sana.
__ADS_1
"Sakit Om!" teriak Wilo hampir menangis.
"Tahan!"
"Nggak mau! sakit"
"Ini akan lebih sakit lagi kalau tidak selesai!"
Awww !
Sekali lagi Wilo menjerit lagi, dia kembali membusungkan dada nya karena Bryan benar-benar membuat nya kesakitan.
"Tidak masuk! terlalu sempit kan, lepas!" Wilo mengigit bibir bawahnya menahan sakit itu.
Bryan tidak mendengarkan, dia memilih meneruskan karena dirinya juga sudah sampai sejauh ini.
Sekali lagi Bryan adalah pria normal dan dia tidak akan berhenti sebelum dia mendapatkan apa yang dia mau.
"Sakit! kenapa Oma tidak bilang kalau ini bukan enak tapi sakit!"
Kesal dengan bawel nya Wilo Bryan pun memilih membungkam bibir Wilo dengan sebuah ciuman, perlahan Bryan melakukan nya sampai akhirnya dia benar-benar memasukan sepenuh nya dan ya rasanya sangat sempit.
"Dia nakal tapi ternyata dia tidak seperti yang di bayangkan, Wilona masih virg*n"
Wilo baru merasakan nya pertama kali, tubuh nya benar-benar terasa sangat sakit apalagi di bagian sana, Bryan seperti sedang memberikan nya rasa sakit.
Keduanya melakukan nya dengan dasar sama-sama menginginkan, sehingga Bryan ataupun Wilo keduanya sama-sama melakukan tanpa keraguan.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏