Gadis Nakal Vs Mr Arogant.

Gadis Nakal Vs Mr Arogant.
Karma?


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Satu Minggu berlalu, Ara dan Sean masih saling mendiamkan saat bersama dan berpura-pura dekat saat di hadapan keluarga, keduanya melakukan nya dengan baik.


"Ara Papi sudah mendapatkan kamu ke university yang kamu mau" kata Papi Nobles.


Dia sudah tau akan kebohongan Ara yang ternyata tidak hamil, itu lebih baik karena jujur saja dia memang lebih suka putrinya menunda kehamilan karena Ara masih 18 tahun.


Begitupun dengan Sean yang masih sangat muda, sebagai orang tua dia memiliki kekhawatiran untuk pasangan muda, apalagi Ara dan Sean masih sama-sama labil.


"Terimakasih Papi" kata Ara sambil tersenyum.


"Bagiamana dengan Sean apa sudah mendaftar?" tanya Papi Nobles.


"Nggak tau, dia lagi sibuk di kantor Daddy katanya." sahut Ara lagi.


"Sean tidak pernah ke kantor Ara, dia pasti main bersama teman-teman nya" balas Papi Nobles dengan wajah yang terlihat kesal.


Ara yang mendengar itu terdiam, niatnya membaguskan nama Sean di depan Papi nya tapi dia malah lupa jika Papi nya adalah asisten mertuanya.


Merasa situasi mulai tidak enak Mami Jody mengalihkan topik pembicaraan nya, dia meminta Ara untuk membeli barang-barang apa saja yang akan di bawa.


Dan Ara tentu nya setuju untuk hal itu, dia tau baik Mami ataupun Papi nya pasti masih belum bisa menerima kehadiran Sean, pun sama dengan nya yang masih harus belajar menerima Sean dalam hidup nya.


"Kamu di mana?" tanya Ara pada Sean di sebrang telpon.


Saat ini Ara sedang di kamar nya.


"Di jalan sama teman" sahut Sean.


"Ngapain?" tanya Ara tiba-tiba kesal.


"Biasalah nongkrong, apalagi kan masih libur belum keterima juga kuliah nya" balas Sean santai.

__ADS_1


Ara menghela nafasnya panjang, dia rasa pemikiran nya tentang Sean memang benar adanya, Sean masih sangat bocah untuk memiliki pemikiran yang luas.


Seperti memikirkan cara memenangkan hati kedua orang tuanya, atau mungkin memperjelas hubungan nya agar tidak terus menerus seperti ini.


"Ada apa?" Sean di sebrang telpon merasa heran karena ini pertama kali nya Ara menelpon nya.


"Tidak ada, hanya jika pulang nanti tolong bawa cimol pedas yang ada di depan sekolah" pinta Ara.


"Hanya itu?" Tanya Sean.


"Iya" Ara menjawab singkat.


"Oke"


Tut !


Sean mematikan panggilan nya sepihak.


Ara menghela nafasnya saat melihat panggilan terputus, dia duduk di ranjang nya dan melihat ke arah jendela luar kamar nya.


Ara malu karena semua teman-teman nya saat ini sudah tahu kalau Ara dan Sean menikah karena mereka melakukan hal terlarang, bahkan di akun sosial medianya sudah banyak sekali komentar-komentar teman-teman nya yang rata-rata nya menghina Ara.


"Kamu kuat Ara, jangan cengeng ini sudah takdir yang kamu pilih dan kamu harus bisa lewati semua ini sendiri" gumam Ara mencoba kuat.


.


.


.


Di tempat lain Sean pamit pada teman-teman nya, dia langsung menuju sekolahan untuk membeli pesanan Ara.


Sebenarnya Sean tidak berniat pergi dari rumah bahkan nongkrong bersama teman-teman nya, tapi karena Ara yang terus memaksa ingin kuliah di Jerman hal itu membuat Sean kesal.


Menurut Sean Ara tidak bisa menghargai nya sebagai seorang suami, Mommy nya bilang jika Sean sudah menjadi kepala keluarga tapi Sean tidak mendapatkan peran itu di rumah Ara, istrinya selalu memutuskan keinginan nya sendiri tanpa bernegosiasi dengan nya.

__ADS_1


"Pak cimol nya 20 ribu" kata Sean.


"Siap den" sahut si bapak langsung gercep.


Sean sangat terkenal di sekolah nya, selain menjadi siswa tertampan Sean juga menjadi bahan perbincangan hangat di sekolah, dimana skandal pernikahan dini nya dengan Arabella.


"Hi kak Sean, lama nggak ketemu makin ganteng aja sih" puji salah satu siswi SMA.


"Iya, mau dong dia ajak mojok juga kaya kak Ara" celetuk salah satu siswi lagi.


"Aku juga mau kak, nggak apalah jadi yang kedua yang penting jadi istri kak Sean ganteng deh" timpal salah satu siswi lagi.


Sean tidak menanggapi ucapan siswi-siswi centil itu, dia duduk dan menunggu pesanan nya datang.


Sampai mata Sean menangkap gadis berkacamata yang berjalan dengan langkah pelan mendekati gerobak tukang bakso, Sean terus melihat ke arah gadis berkacamata itu.


"Heh culun, bawain punya gue juga" titah salah satu siswi SMP.


"Iya punya ku juga ya" timpal satu nya lagi.


Zira hanya mengangguk kecil, dia memesankan untuk teman-teman nya di dalam lalu mengambil mangkuk untuk kedua teman satu kelas nya.


Zira memang selalu di bully di sekolah nya, karena Ara memiliki penampilan yang sangat culun biasanya ada Antonio yang menjaga nya tapi sekarang Antonio sudah pindah sekolah membuat Zira hanya bisa diam saat di perlakukan tidak baik.


"Woy cupu buruan" teriak salah satu siswi yang duduk di bangku.


Sean melihat itu mengepalkan tangan nya, ini kali pertama dia melihat adik nya di perbudak oleh orang lain dan ya rasanya dia ingin membunuh gadis-gadis pembully itu sekarang juga.


"Sebentar ini pan__" ucap Zira terhenti karena dia melihat kakak nya ada di depan nya.


"Kak, no" ucap Zira pelan sembari menggelengkan kepalanya.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2