Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #10 - Propose My Baby Girl


__ADS_3

Aku menatap wajah tenang Sansa yang saat ini sedang tidur di pangkuanku, setelah keributan kecil yang ia lakukan, tampaknya ia kelelahan, dan dengan alasan ia rindu pelukanku, ia memintaku agar mengizinkannya tidur di pangkuanku.


Tentu saja aku tak menolak permintaan itu karena akupun sangat merindukannya, aku menunduk untuk bisa memberikan kecupan hangat di keningnya, kemudian ku belai pipinya dengan lembut.


"I love you more than everything, my baby girl," bisikku di telinganya kemudian ku sematkan cincin di jari manisnya, cantik sekali.


Tak berselang lama Sansa mengerang dan menggeliat malas, kelopak matanya bergerak-gerak, seolah ia kesulitan untuk bangun.


"Tidurlah jika kau masih mengangtuk, Sweetheart," bisikku sembari membelai kepalanya, namun Sansa sudah membuka mata dan menatap ku dengan sendu.


"Aku tadi bermimpi," ucapnya dengan suara serak.


"Oh, ya? Aku harap itu selalu mimpi indah, Sayang," tukasku dan ia terkekeh sambil menganggukan kepala.


"Aku bermimpi kau melamarku, kemudian kita menikah, punya anak kembar dan aaahhh..." ia berteriak histeris saat menyadari sebuah cincin berlian yang sudah tersemat di jari manisnya, aku yang melihat reaksinya itu terkekeh gemas.


Sansa menatap cincin itu dengan mulut yang terbuka dan mata berkaca-kaca, dia tampak sangat bahagia, itu terlihat jelas di matanya.


Oh, sayangku. Aku bahkan tidak pernah tahu ternyata aku sangat berarti bagimu, Sayang. Pria tua sepertiku, bagaimana bisa?

__ADS_1


"Kau suka?" Tanyaku sembari membelai pipinya, Sansa langsung beranjak duduk kemudian ia berhambur ke pelukanku dan mengecup seluruh wajahku bertubi-tubi yang membuatku langsung tertawa geli.


"Aku suka sekali, apa kau melamarku saat aku tidur?" Tanyanya kemudian.


"Yeah, aku melamarmu tadi, aku ingin memberikan kejutan," ucapku dan ku rasakan Sansa yang menangis di pelukanku. Aku membelai rambutnya dan ku kecup pucuk kepalanya beberapa kali.


"Hiks ... hiks.... Kau benar-benar akan menikahiku?" Tentu aku tertawa mendengar pertanyaan itu.


"Tentu saja, Sayang. Itu adalah mimpiku, harapanku, tujuanku," tukasku meyakinkan. Ku rasakan lengan mungilnya yang melingkar erat di pinggangku.


Aku sangat bahagia sekarang, dan aku tahu Sansa pun begitu. Ini adalah mimpi kami yang kami sendiri tidak tahu apakah akan terwujud atau tidak.


Aku teringat saat ulang tahun Sansa yang ke 18, dua tahun yang lalu. Waktu itu kami hanya merayakannya berdua saja karena Dorian berada di luar kota. Aku hendak mencium keningnya setelah memberikan hadiah namun tiba-tiba Sansa justru mengecup bibirku.


Aku terkejut, bahkan seperti terkena sihir, sementara gadis kecil di depanku justru tersenyum malu-malu kemudian ia menyerahkan sebuah surat padaku.


Aku lebih terkejut saat membaca surat itu, karena itu adalah ungkapan cintaku padanya yang entah sejak kapan, aku telah jatuh cinta padanya, ia memberi tahuku mendapatkan surat itu di ruang kerjaku. Aku memang menuliskan perasaan itu pada selembar kertas karena aku fikir takkan pernah bisa mengungkap perasaan itu pada orangnya langsung, aku tak pernah menyangka Sansa akan menemukannya.


Dan dengan tersipu ia berkata bahwa ia juga mencintaiku, tentu saja aku tak percaya dan merasa itu hanya mimpi. Namun, kemudian ia mengeluarkan sebuah buku diary miliknya dan memintaku membacanya.

__ADS_1


Aku seperti mendapat hadiah yang luar biasa dari seluruh dunia saat aku mengetahui ternyata diam-diam gadis kecil ini juga menyimpan cinta untukku.


Mengingat masa-masa indah itu membuatku sangat takut kehilangannya, karena itulah selalu ku berikan apapun untuknya.


"Alexander...." aku menunduk saat Sansa memanggilku.


"Ya, Sayang," ucapku.


"Bisakah kita beri tahu Daddy malam ini? Aku sungguh tak sabar," ucapnya sambil menatapku dengan mata bulatnya itu.


"Baiklah, Sayang. Aku pun tak sabar," tukasku antusias meskipun sebenarnya aku merasa gugup dan tak percaya diri. "Tapi bagaimana jika Dorian tak menyetujui hubungan kita?"


"Hamili saja aku, pasti kita di izinkan menikah."


"Astaga! Sansa!"


"Itu ide brilliant, Alexander Sayang."


...Tbc... ...

__ADS_1


__ADS_2