
Setelah kelasku selesai, aku dan Emily juga Samuel pergi ke kantin kampus sembari menunggu Alex menjemputku.
Beberapa teman kampusku berbisik sembari melirikku dengan sinis, bahkan aku mendengar apa yang berkata bahwa aku adalah simpan pria tua. Aku menikahi Alex karena harta, yang benar saja? Daddy sama kayanya Alex.
Oh God! Meraka belum tahu saja pria tua itu sangat seksi, panas, dan yang pasti sang mencintaiku. Aku yakin, jika mereka tahu seperti apa Alex memperlakukanku selama ini, mereka pasti akan iri padaku, dan mereka akan memimpikan pria seperti Alex.
"Aku tidak yakin berapa lama pria tua sepertinya bisa bertahan di atas ranjang, apalagi sudah lama dia tidak mengasah senjatanya itu," tukas Samuel yang membuatku tertawa.
"Emi, apa pernah kamu hampir pingsan karena tidak tahan dengan kenikmatan di atas ranjang?" Tanyaku pada Emily dan seketika Emily langsung melirik Samuel. "Katakan saja sejujurnya," ucapku meyakinkan.
"Emm, sebenarnya tidak pernah sampai pingsan, tapi aku tak bisa berhenti mendessah dan menjerit," jawab Emily sambil terkekeh.
"Alex membuatku hampir pingsan, bahkan aku seperti kehilangan kewarasanku saat kami bercinta." aku berkata dengan percaya diri dan itu membuat Emily langsung melongo.
"Benarkah?" Tanyanya dengan mata yang membulat.
"Yapz, dia sangat luar biasa, jangan tanya ukuran dan durasinya. Gairahnya tak bisa tertandingi," tukasku sambil melirik Samuel yang membuat Samuel tampak kesal namun kemudian tertawa geli.
"Dasar, gadis nakal!" Geram Samuel.
"Wanita...." kami bertiga langsung menoleh saat mendengar suara bass itu.
__ADS_1
Ugh, hatiku meleleh saat melihat suamiku melangkah dengan gagah menghampiri kami. Ia hanya memakai kaos biasa, kaca mata hitam, dan jeans. Tapi percayalah, dia terlihat sangat tampan dan seksi.
"Dia sudah menjadi seorang wanita, dan Sansa adalah wanita-ku," ucap Alex penuh penekanan yang membuat wajahku langsung merona. Kini ku lihat beberapa wanita mulai memperhatikan Alex dengan mata yang besar dan mulut menganga. Dasar!
Aku segera berdiri dan menggandeng tangan Alex dengan posesif. "Baby, ayo pulang," ajakku dengan nada manja.
"Okay, Sweetheart." Alex pun merangkul pundakku dan mengecup pipiku.
"Bye, Emi!"
"By, Sam!"
.........
"Sweetheart, kita belanja sebentar, ya. Dorian menyuruh kita membeli sayuran segar," tukas Alex padaku dan aku mengangguk saja.
Tak berselang lama, Alex menghentikan mobilnya di depan sebuah toko. Kami berdua pun masuk dengan bergandengan tangan, layaknya sepasang kekasih.
Ada beberapa yang menatap kami dengan tatapan yang tak biasa, dan aku tidak perduli akan hal itu.
Saat aku dan Alex mulai memilih sayuran segar, kami di kejutkan dengan kehadiran mantan istri Alex.
__ADS_1
"Hai...." dia menyapa dengan ramah, namun aku balas dengan tatapan dingin.
"Hai, Elaine. Kau berbelanja?" Tanya Alex namun ia melirikku.
"Iya, aku ingin memasak malam ini," jawab Elaine kemudian ia melirikku.
"Maafkan aku atas apa yang terjadi tempo hari, Sansa." ia berkata padaku dengan nada lembut dan seolah penuh penyesalan.
"Aku sungguh tidak tahu, jika aku tahu, aku pasti akan sangat menghormatimu sebagai istri Alex," ucapnya lagi.
"Tidak apa-apa," ucapku ketus.
"Emm bagaimana kalau malam ini kalian makan malam di apartementku? Anggap saja ini sebagai permintaan maaf," ucapnya lagi.
"Aku bisa datang, tapi sepertinya Alex tidak bisa, nanti malam dia sibuk," jawabku asal namun Elaine tampaknya tidak keberatan.
"Baiklah, aku tunggu kedatanganmu."
Tbc....
__ADS_1