Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #84 - Gagal


__ADS_3

"Aku merindukanmu, sekretarisku sayang."


"Emmh..." Kate melenguh saat Dorian memasukan tangannya ke dalam roknya yang hanya selutut itu. "Ah..." Kate mengerang seksi saat Dorian meremas paha dalamnya dengan gemas.


"Kau nakal sekali, menggunakan rok sependek ini! kau mau menggoda bos mu ini, hm..." tangan Dorian sudah bergerak naik dan berhenti di pinggiran kain segitiga yang menutupi aset favorit sang istri.


Sementara Kate, wanita malang itu hanya bisa menahan napas dan bergerak gelisah di pangkuan sang suami yang entah mengapa tiba-tiba menariknya ke pangkuannya dan mulai meraba tubuhnya dengan nakal.


"Kita di kantor, Sayang," ucap Kate setengah mendessah.


"Aku tahu," kata Dorian, ia menatap Kate dengan intens, pemandangan wajah Kate yang tampak bergairah itu membuat gairahnya ikut tersulut. Tatapannya yang sendu, bibirnya yang terus terbuka dan mendessah seksi.


"Oh..." Kate memekik saat jari Dorian menyelinap masuk dan menekan celah bibir basah di bawah sana.


"Ouch, sudah basah rupanya, hem." Dorian menggerakan jarinya dengan sangat pelan, memutar, memijat dan menekan. Membuat Kate menggelinjang seperti cacing kepanasan di pangkuan Dorian.


"Ah, Dorian. Please...." lenguhnya frustasi karena Dorian bergerak sangat lambat, seolah menggodanya.

__ADS_1


"Please? Please apa, Sayang?" Tanya Dorian, kini satu jarinya membuka kancing kemeja Kate dengan mudah, kemudian tangan panasnya itu menyelinap masuk dalam kain berbentuk kaca mata yang menutupi gunung mungil sang istri.


"Ah..." Kate kembali melenguh saat Dorian menekan titik mungil di sana kemudian menariknya dengan gemas.


Seluruh badan Kate terasa panas dingin, darahnya berdesir panas, perutnya bergejolak. Kedua jari Dorian bekerja sama dengan sangat baik di atas dan di bawah sana.


Karena pergerakan jari Dorian masih sangat lambat, tanpa sadar Kate memajukan pinggulnya dan menekan tangan Dorian. Dorian langsung tersenyum penuh kemenangan melihat sang istri yang tak berdaya hanya karena jarinya.


"Aku mohon..."rengek Kate.


" Bergerak! Lebih cepat! Aku menginginkannya, Sayang! Bakar aku dalam gairah ini!" Kate tidak tahu apa yang ia katakan, ia hanya meracau dan menggerakan pinggulnya sendiri.


Dorian menggeram tertahan, karena semakin Kate bergerak, pusat tubuhnya semakin membengkak dan sakit di bawah sana, berdenyut hebat.


"Baiklah, Sayang. Akan aku bakar kau dengan gairah Cinta kita." geram Dorian, ia berdiri dan mendudukan Kate di meja kerjanya, tak hanya itu, Dorian merobek kemeja Kate namun tak melepaskannya dari tubuh Kate.


Dorian menurunkan kain segitiga itu dan membiarkannya menggantung di paha Kate. Pemandangan ini sungguh membuatnya menggila dan Dorian tak sabar ingin menghujam Kate dengan keras dan cepat di meja kerjanya ini, saat Dorian hendak melepaskan celananya, tiba-tiba...

__ADS_1


"Dad..."


"Ayah mertua..."


Kate langsung melompat dan bersembunyi di bawah meja saat ia mendengar suara Sansa dan Alex.


Sementara Dorian, pria itu tercengan melihat menantu dan putrinya yang berdiri di ambang pintu.


Terkejut dan kesal bercampur menjadi satu. "Beraninya kalian masuk tanpa mengetuk pintu!" Geram Dorian kesal, gairahnya sedang mendidih di ubun-ubun nya dan dua manusia itu mengacaukannya.


Sementara di bawah meja, Kate memasang kembali celana dallamnya, dan ia meringis saat menyadari kemejanya sudah robek.


"Aku rasa ini ruang kerja, Dad. Bukan ruang bercinta," celetuk Sansa dengan santainya sembari berjalan mendekati meja kerja sang ayah.


Dorian melirik ke bawah saat Kate mencubit pahanya, Kate meminta jas Dorian untuk ia kenakan dan Dorian pun memberikannya.


"Ibu tiri! Keluarlah! Aku rasa yang robek hanya celana dallammu, pakaianmu masih utuh, 'kan?"

__ADS_1


__ADS_2