Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #12 - Daddy's Anger


__ADS_3

...POV Sansa Turner ...


"Daddy! Hentikan!" Teriak ku saat Daddy hendak memukul Alex, aku langsung berdiri dan menghalanginya.


"Dad, apa yang salah?" Tanyaku dengan lirih namun Daddy justru menjauhkanku dari Alex, ku lihat amarah dan kekecewaan di mata Daddy pada Alex.


"Kau sahabat yang sudah aku anggap adik sendiri, Alex. Aku menitipkan Sansa padamu untuk di jaga bukan di kencani," desisnya pada Alex. "Kau telah mencemarinya, apa kau tahu itu?"


"Maafkan aku, Dorian. Aku pun tidak tahu kenapa cinta ini ada dalam hatiku, aku tidak bisa mengendalikan cinta dan hatiku. Tapi aku mohon, percayalah padaku, aku sangat tulus mencintai putrimu, Dorian," tutur Alex mencoba meyakinkan Daddy.


"Kau pasti sudah gila, Alex," hardik Daddy yang membuatku sedih. "Dia masih kecil, bagaimana bisa kau mengencaninya selama dua tahun? Kau mempermainkanku selama dua tahun?"


"Aku tidak bermaksud mempermainkanmu, Dorian. Aku hanya mencari waktu yang tepat untuk memberi tahumu," tukas Alex namun Daddy masih terlihat marah.


Kini ia menatapku tajam dan berkata. "Pergi ke kamarmu, Sansa! Sekarang!" Tegasnya namun tentu aku tidak mau, aku segera berlari ke pelukan Alex dan Alex pun langsung mendekap ku.


"Sansa...!" Daddy berteriak marah dan menarikku dengan paksa yang membuatku langsung menangis.

__ADS_1


"Dorian, jangan memaksanya!" seru Alex tak terima.


"Jangan ikut campur urusanku!" Bentak Daddy yang membuatku tersentak, ini pertama kalinya dalam hidupku aku melihat Daddy sangat marah dan meninggikan suaranya.


"Aku benar-benar tidak menyangka kau tega melakukan ini padaku, Alex."


"Alex tidak salah, Dad!" Seruku di tengah isak tangisku. "Memangnya kenapa kalau kami berkencan? Kami saling mencintai, dan jika menurut Daddy ada yang perlu di salahkan, maka ini salahmu, Dad. Kau yang selalu mendorongku ke pelukan Alex karena kau sibuk bekerja!" Teriakku dengan emosi yang meluap.


Daddy tampak tercengang, karena ini juga pertama kalinya aku meninggikan suaraku di hadapan Daddy, dan aku menyesal karena telah berteriak padanya karena kini ku lihat kesedihan di mata Daddy.


"Kau pasti sudah mempengaruhinya, 'kan?" Desis Daddy pada Alex. "Kau membuatnya melawanku? Ayahnya sendiri?" Aku tercengang mendengar tuduhan Daddy pada Alex.


"Aku tidak mungkin melakukan itu," jawab Alex yang sepertinya juga mulai jengah dengan semua tuduhan Daddy dan ia semakin mengeratkan dekapannya padaku. "Kami hanya menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih, Dorian. Kenapa kau menghakimi kami seolah kami melakukan dosa yang besar?" Geram Alex.


"Karena bagiku itu memang dosa!" Balas Daddy sengit. "Dan kau, Sansa! Apa kau akan menikahi pria yang seumuran dengan ayahmu? Apa kau tidak malu pada orang-orang di luar sana? Mereka akan menertawakanmu, Sansa!"


"Aku tidak perduli," jawabku dengan tegas dan percaya diri. "Aku hidup untuk diriku sendiri, Dad. Bukan untuk orang lain," lirihku kemudian, aku menatap ayahku dengan sendu, berharap ia mengasihani kami, namun tidak! Ia tak mau berkompromi.

__ADS_1


"Keluar dari rumahku!" Geram Daddy mengusir Alex yang tentu saja membuatku melotot terkejut.


"Dad, kau mengusirnya?" Aku bertanya tak percaya.


"Ya!" Jawab Daddy marah dan ia kembali menarikku dengan paksa hingga aku lepas dari pelukan Alex.


"Jangan menyakitinya, Dorian," ucap Alex dengan suara rendah. "Baiklah, aku akan pergi tapi jangan sakiti Sansa," tukas Alex kemudian.


"Dia putriku, Alex. Aku tahu cara merawatnya," desis Daddy.


Aku menatap Alex dengan nanar, aku takut Daddy memisahkan kami. Namun Alex memberikan isyarat padaku seolah ia berkata semuanya akan baik-baik saja.


Kini aku hanya bisa melihat punggung Alex yang berjalan keluar dari rumah, setelah itu aku langsung mendorong Daddy dengan kesal.


"Daddy jahat!" Seruku. "Daddy adalah ayah paling jahat di dunia, aku benci Daddy!" Teriakku kemudian aku berlari menuju kamar, aku sungguh kecewa pada Daddy, aku marah padanya, aku benci.


...Tbc.... ...

__ADS_1


__ADS_2