Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #95 - Menikmati Kenikmatan


__ADS_3

"Nghhh...." Emily melenguh panjang saat Samuel menusuk nya lebih dalam namun pelan. "Terlalu dalam, Sayang," ucap Emily di tengah ******* nya, ia bukannya tak menyukai tusukan sang suami, namun ia takut itu berbahaya untuk janinnya.


"Maafkan aku, Sayang. Jujur saja, aku tidak bisa menahan gairahku sekarang," kata Samuel yang masih terus menusuk Emily dari belakang, dan sang istri masih dengan pakaian pengantinnya bahkan masih dengan sepatu hak tingginya.


Posisi bercinta mereka saat ini memang sangatlah intim. Di tengah rooftop, dengan posisi berdiri dan siapa saja bisa melihat mereka. Namun mereka tak perduli, justru hal itu membuat gairah keduaya semakin terbakar, adrenalinenya berpacu hebat.


Lenguhan tertahan dan desisan kecil terus meluncur dari bibir Emily, sementara Samuel terus menggeram saat merasakan jepitan dan pijatan di bawah sana.


Meskipun keduanya terbelai oleh angin malam yang dingin, namun itu tak berarti bagi mereka yang justru merasa terbakar akan gairah, darah mereka terasa panas dan napas mereka memburu.


"Aku mau sampai, Sayang." Emily memberi tahu dengan napas yang tersenggal, Samuel langsung membalik badan Emily hingga  kini keduanya saling berhadapan. Samuel menarik paha Emily dan secara spontan Emily langsung melingkarkan kedua kakinya di pinggang Samuel dan Samuel pun kembali menenggelamkan dirinya di lembah surgawi sang istri, keduanya terus bergerak seiram, lembut namun dalam, pelan namun menggebu, hingga akhirnya  Lenguhan panjang terdengar dari bibir keduanya  bersamaan dengan Samuel yang menumpahan madu cintanya begitu juga dengan Emily.


"Ini benar-benar...." Samuel tak mampu berkata-kata, ini pertama kalinya ia bercinta tanpa pengaman dan rasanya sungguh luar biasa. "Oh Tuhan! Kalau tahu rasanya luar biasa seperti ini, aku tidak akan pernah memakai pengaman." Emily terkekeh mendengar apa yang di katakan oleh suaminya itu, ia menyenderkan kepalanya di dada Samuel dan perlahan menurunkan kedua kakinya hingga menyentuh lantai.


Emily dan Samuel sama-sama mengatur napas, menenangkan detak jantung mereka yang berdegup kencang.

__ADS_1


"Bagaiamana jika itu menjadi bayi juga? Apa kamu akan melahirkan anak kembar?" Tanya Samuel kemudian ia mengecup kening Emily penuh cinta.


"Aku rasa tidak masalah, aku akan jadi ibu rumah tangga yang baik nanti." Emily memejamkan mata, meresapi kehangatan kecupan sang kekasih hati.


"Aku akan berjanji akan menjadi kepala rumah tangga yang baik, Sayang."


"Aku percaya janjimu, Sam. Aku mencintaimu."


"Aku mencintaimu, ibu dari anakku."


Rooftop hotel itu luas, dan Sansa yang tak melihat Emily di ballroom sudah menduga Emily pasti menuntaskan fantasinya.


Sansa membawa Alex ke pojok di rooftop, dari sini ia bisa melihat pemandangan kota London yang sangat indah dan keindahan itu bertambah luar biasa saat ia merasakan lembah hangat nya yang terasa penuh, di jejal oleh pusaka suaminya yang semakin lama terasa semakin besar dan panjang.


Di belakannya, Alex bergerak dengan pelan dan lembut, dan itu justru membuat gairah Sansa naik dan lebih besar dari biasanya.

__ADS_1


Semenjak hamil, ia begitu sensitif, mudah terpancing gairahnya dan ia memang lebih suka bercinta dengan mode santai dan pelan.


"Nghhh, lebih dalam, Sayang." Sansa menjatuhkan kepalanya ke dada bidang sang suami yang saat ini menggeram tertahan, menahan letupan gairah di bawah sana yang akan segera meledak.


"Seperti ini...."


"Errhggghhh" Sansa menggeram tertahan saat Alex menenggalamkan pusat tubuhnya sangat dalam, sensasinya terasa hingga ke ubun-ubun Sansa, membuat Sansa menjerit kencang saat ombak gairah itu datang menghantamnya.


"Oh, Alexander..." Alex masih terus menusuk Sansa, tak membiarkan Sansa menikmati sisa-sisa pelepasannya hingga akhirnya Alex pun menumpahkan madu cintanya, memenuhi lembah hangat sang istri dengan cairan panas itu.


"Oh..." Alex mendekap erat tubuh Sansa, ia mengatur napasnya yang tersenggal begitu juga dengan Sansa.


"Enak, aku suka," lirih Sansa yang membuat Alex terkekeh.


"Aku juga suka, Sweetheart."

__ADS_1


__ADS_2