
Setelah membeli hadiah untuk istri kecilku, aku pergi ke kantor untuk mengurus beberapa pekerjaan yang sempat tertunda selama tiga hari ini.
Dan sesampainya di kantor, aku di buat kesal dengan kedatangan Elaine.
"Ada apa lagi?" Tanyaku dengan kesal.
"Please, Alex. Jangan menarik uangmu dari perusahaanku, aku sangat membutuhkannya," ucapnya memelas yang membuatku sedikit bingung.
Aku tahu, aku adalah salah satu investor terbesar di perusahaan Elaine, tapi dia juga punya investasor lain tapi kenapa Elaine bersikap seolah perusahaannya sedang dalam masalah?
"Kenapa? Kamu bisa mencari investor yang lain," tukasku cuek.
"Sebenarnya ... sebenarnya, Alex...."
"Apa?" bentakku kesal yang membuatnya terkesiap.
"Perusahaanku ... sebenarnya sedang bermasalah, Alex," cicit Elaine. "Karena itulah aku datang kesini, aku datang untuk meminta bantuanmu," ucapnya gemetar yang membuatku mengernyit bingung.
"Apa maksudmu?" Tanyaku untuk memperjelas.
...***...
__ADS_1
"Astaga, kenapa semua itu sampai terjadi, Elaine?" Tanyaku tak habis fikir.
Elaine sudah menceritakan apa yang terjadi dengan perusahaannya, rupanya, salah satu Investornya melakukan kecurangan dan mereka bekerja sama dengan direktur utama perusahaan, dan sekarang, perusahaan Elaine terancam bangkrut, dia terlilit hutang yang pasti tidak sedikit. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, saham-ku pun ikut habis di ambil oleh orang itu.
Sialan!
"Aku tidak tahu harus meminta bantuan siapa lagi, Alex. Karena itulah aku datang kesini, karena aku yakin, hanya kamu yang mau membantuku," ucap Elaine memelas namun aku langsung tersenyum sinis padanya.
"Alex, aku serius. Please! Tolong aku, Alex!" Mohonnya.
"Kalau kamu membutuhkan bantuanku, lalu kenapa kamu mengganggu Sansa?" Tanyaku dengan tajam. "Dan, yang benar saja, Elaine. Sahamku di perusahaanmu lenyap, maka otomatis kamu juga berhutang padaku, dan sekarang kamu juga minta bantuanku?"
"Lalu, kenapa kamu mencoba menghancurkan hubunganku dengan Sansa?" Aku mengulang pertanyaan itu dengan tajam, Elaine langsung menunduk dan bergerak gelisah. "Jawab aku, Elaine!" Desisku dengan tajam.
"Alex, aku ... aku tidak bermaksud seperti itu, Alex. Aku hanya...."
"Hanya apa?" sela-ku dengan marah, aku masih tidak bisa terima dengan apa yang sudah dia lakukan, sampai membuat Sansa-ku masuk rumah sakit.
"Aku fikir ... kita ... kita bisa kembali, Alex. Aku baru sadar, aku masih mencintaimu."
"Cinta?" Aku langsung tertawa mendengar ucapan Elaine. "Setelah 5 tahun kita berpisah? Elaine, kamu baru sadar kamu mencintaiku atau kamu baru sadar bahwa kamu membutuhkan uangku?" sinisku yang membuat Elaine tampak sedih, tapi aku tidak perduli setelah apa yang dia lakukan pada Sansa.
__ADS_1
"Kita berpisah secara baik-baik, kita menjalin pertemanan setelah itu, tapi bukan berarti kamu bisa keluar masuk hidupku seperti ini. Ada apa denganmu?"
Elaine tak menjawab, ia hanya menunduk dan ku dengar isak tangisnya, namun aku tak suka drama!
"Akan aku fikirkan tentang bantuan yang kau minta, aku akan berbicara dengan Sansa terlebih dulu! Dan satu hal lagi, kau harus meminta maaf pada Sansa!" Tegasku kemudian dan seketika ia langsung mendongak, menatapku dengan mata lebarnya.
"Kau serius?" Tanya Elaine. "Sansa masih kecil, Alex. Dia tidak mungkin mengerti tentang bisnis," tukasnya.
"Kalau begitu, kau tidak akan dapat bantuanku," jawabku dengan tenang, Elaine tampak berfikir sejenak, sebelum akhirnya ia mengangguk.
"Sekarang pergilah dari sini! Aku harus bekerja dan setelah itu aku harus menjemput istriku!"
...***...
Aku menjemput Sansa saat kelasnya usai, dan saat aku melihatnya yang berjalan di antara teman prianya, seketika hatiku terbakar api cemburu.
Aku langsung melangkah lebar menghampirinya, dan aku langsung merangkulnya dengan posesif yang membuat dia tampak terkejut.
"Ada apa?" Tanya Sansa, ia menatapku dengan bingung.
"Aku cemburu pada teman-temanmu, hatiku seperti di panggang melihat mereka di sekitarmu," jawabku jujur yang membuat Sansa melongo.
__ADS_1