
Alex menatap Gorli dengan tajam dan tanpa aba-aba, ia langsung menyerang pria itu dengan membabi-buta tanpa perduli pada orang-orang yang berusaha menghalanginya.
Bagaiamana Alex tidak marah setelah ia tahu apa yang di rencanakan oleh pria itu pada Sansa nya?
"Beraninya kau merencakan penculikan pada istriku, sialan! Alex menggeram marah dan ia terus memukul Gorli tanpa ampun hingga Dorian datang dan menghalanginya.
"Alexander! Hentikan!" seru Dorian. "Jangan main hakim sendiri, biarkan polisi yang menghukumnya."
"Tapi, Dorian..."
"Alexander..." Dorian menarik Alex sementara Gorli hanya bisa meringis kesakitan dan ia tak bisa melindungi diri apalagi melawan karena kedua tangannya di borgol.
Sepertinya Elaine benar, tak seharusnya ia melawan Dorian dan Alex. Karena mereka bergerak dengan sangat cepat, dan Gorli sangat bodoh karena memiliki anak buah yang sangat ceroboh sehingga semua rencananya gagal total.
Dorian mendekati Gorli yang di pegang oleh dua orang polisi, dan...
BUGHHH
BUGGHHH
BUGGHHH
Alex tersenyum karena Dorian memukulnya dengan sangat keras bahkan sampai Gorli mengeluarkan darah dari hidungnya.
__ADS_1
"Sialan! Awas saja kau nanti!" Seru Gorli marah.
"Masalahmu itu denganku, kenapa kau justru mengincar putri ku dan menculik sahabat putri ku, eh?" Sinis Dorian.
"Apa egomu sangat terluka karena Kate lari meninggalkanmu di hari pernikahan kalian, eh?" Dorian menatapnya dengan sinis.
"Seharusnya aku buat pesta pernikahan yang megah dengan Kate malam itu juga, biar egomu habis!"
"Tunggu pembalasanku!" Seru Gorli.
"Dengan setia, Sayang."
***
Sementara Sansa hanya geleng-geleng kepala sembari memakan sebuah pir.
Tembakan itu hanya mengenai lengan Samuel, semua orang sudah sangat panik, terutama Emily. Namun sekarang semuanya baik-baik saja, Samuel tentu baik-baik saja, dan kabar bahagianya, orang tua Emily kini merestui hubungan mereka, ia bahkan berjanji akan membuatkan pesta yang sangat megah untuk pernikahan Emily dan Samuel.
"Kau senang?" Tanya Samuel dan tentu Emily langsung mengangguk cepat.
"Aku hampir mati, Honey. Dan kau senang?" Tanya Samuel lagi.
"Aku tidak pernah mendengar ada orang mati hanya karena tertembak di lengan, kecuali pelurunya beracun."
__ADS_1
"Semua ada hikmahnya," sambung Sansa. "Kalau saja Daddy tidak membawa kabur Kate saat itu, makan Gorli tak akan punya dendam. Kalau Gorli tak punya dendam, Emily takkan di culik. Dan kalau Emily tak di culik, pasti uncle Bose pasti takkan merestui cinta kalian."
"Haha haha, kau benar juga," sambung Emily. "Dan untungnya mereka salah culik."
Kedua wanita itu pun tertawa bersama, memikirkan hidup mereka yang penuh drama namun juga indah.
Tawa mereka terhenti saat tiba-tiba orang tua Emily datang, dan tentu tuan Bose sudah di bebaskan dari penjara oleh Alex.
"Bagaiamana keadaanmu, Sam?" Tanya Tuan Bose.
"Lebih baik," jawab Sam.
"Syukurlah, aku kesini untuk melihat keadaanmu. Aku rasa, setelah kau keluar dari rumah sakit nanti, kau tinggal di rumah saja bersama Emily. Lagi pula kau akan menjadi bagian dari kamu."
"Tidak, terima kasih. Aku akan tinggal di apartementku," kata Samuel.
"Iya, Dad. Kami ingin tinggal disana. Kami nyaman disana." kata Emily.
"Baiklah, terserah kalian. Kalau begitu kami pergi dulu, masih ada banyak urusan." Emily mempersilahkan dan ia mengantar orang tuanya sampai ke depan.
Setelah itu ia kembali ke ruang rawat Samuel. "Kenapa kalian tidak mau tinggal di rumah Emily?" Tanya Sansa penasaran.
"Nanti tidak bebas untuk bercinta, Honey. Hehe"
__ADS_1