Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #40 - Hadiah Untuk Istri Kecilku


__ADS_3

Pov Alexander Ghan


Aku benar-benar sangat kesal pada Elaine yang datang kerumah dan menganggu ketenanganku juga Sansa.


Aku sudah pusing memikirkan keadaan kondisi Sansa dan dia membuatku tambah pusing dengan kehadirannya.


"Alex, ayo! Nanti aku terlambat," rengek Sansa padaku yang saat ini sedang menyiapkan bekalnya. "Lagi pula, aku sudah besar, kamu mau aku bawa bekal?" Ia kembali merengek, bahkan pipinya kini sudah mengembung seperti balon.


"Aku harus memastikan makananmu sehat, Sweetheart," tukasku. "Sekarang minum susumu dulu sampai habis," ujarku sembari memberikan setengah gelas susu yang belum dia habiskan. Sansa langsung meminumnya sampai habis.


Sebenarnya aku tidak ingin Sansa pergi kuliah hari ini, aku masih mengkhawatirkannya. Namun dia merasa sudah beristirahat dengan cukup dan dia tidak ingin di perlakukan berbeda, seperti orang sakit. Hatiku mencolos saat Sansa mengatakan hal demikian, kemudian aku memutuskan akan membiarkan ia melakukan apapun selama itu tidak berbahaya untuk kesehatannya.


"Baiklah, sudah. Masukan ini ke dalam tas." Aku memasukan bekalnya ke dalam tasnya, ia memutar bola matanya dan aku hanya terkekeh kemudian mengecup hidungnya dengan gemas.


Tak berselang lama Dorian datang, dan ia masih mengenakan piyama nya padahal hari sudah siang.


"Kamu tidak bekerja hari ini, Dorian?" Tanyaku.

__ADS_1


"Tidak, aku malas. Aku mau di rumah saja," jawabnya.


"Oh, baguslah kalau begitu. Nanti masak buat makan siang, ya."


"Eh? Kamu memerintah mertuamu?"


"Bukan memerintah, hanya menyuruh."


Sansa langsung tertawa mendengar apa yang aku katakan.


...***...


"Kamu benar-benar tidak mau pulang?" Tanya Sansa padaku dan aku menggeleng. Aku memang memutuskan akan menunggu Sansa sampai pulang, entahlah, aku hanya takut terjadi sesuatu padanya.


"Aku sudah di diagnosa memiliki penyakit ini sejak satu tahun yang lalu, Alex. Dan aku baik-baik saja, aku pasti akan menjaga diri," ucap Sansa penuh penekanan. "Aku tahu, kamu hanya mengkhawatirkan ku dan ingin menjagaku, tapi kalau seperti ini, justru aku sedih karena kamu seperti mengingatkanku bahwa aku sakit, aku lemah dan perlu di jaga." hatiku seperti di remas mendengar ucapan lirih Sansa, apalagi saat aku menatap mata sendunya.


"Baiklah, Sweetheart. Maafkan aku, bukan itu maksudku," lirihku. Sansa langsung memelukku dengan manja, bahkan ia mengecup pipiku dengan lembut.

__ADS_1


"Aku tahu, aku janji akan menjaga diri." Sansa berkata penuh percaya diri dan aku pun hanya bisa tersenyum.


Sansa turun dari mobil saat ia melihat Emily, kedua wanita itu langsung bercengkrama sambil memasuki gedung universitas.


...***...


Sebelum pulang, aku mampir ke sebuah toko pakaian karena aku ingin memberikan hadiah istimewa untuk Sansa.


Pelayan toko menyambutku dengan hangat dan aku memberi tahu apa yang aku butuhkan, dia pun langsung membawaku ke tempat barang yang aku inginkan.


"Ya Tuhan! Semuanya bagus, aku tidak membayangkan bagaimana Sansa jika memakai ini," gumamku sembari melihat beberapa lingerie di depanku ini.


"Ini adalah best seller, Tuan. Dengan bahan terbaik dan tentu model terbaru," ucap sang pelayan.


"Emmm aku mau yang warna merah ini." Aku menunjuk lingerie berwarna merah menyala yang pasti akan sangat seksi jika di pakai Sansa. Lingerie itu hanya seperti jaring dan hanya akan menutupi bagian sensitifnya saja.


"Malam ini akan menjadi malam yang sangat panas."

__ADS_1


__ADS_2