
Jika seseorang wanita tak bisa di senggol sedikit saja perasaannya, maka pria tak bisa di usik sedikit saja egonya.
Jika wanita terluka perasaannya, maka ia akan sedih dan rapuh. Tapi jika pria terluka egonya, maka dia akan marah dan meradang.
Seperti itu juga yang di alami Gorli, apa yang sudah Kate lakukan tak hanya mengusik egonya, tapi melukainya dengan teramat sangat, memancing amarahnya hingga memuncak.
Kini, semua membicarakan Gorli yang di tinggal oleh pengantin wanitanya tepat di hari pernikahannya. Dan sang pengantin lebih memilih seorang duda tua yang usianya belasan tahun lebh tua dari Kate.
Apa kurangnya Gorli dari Dorian Turner? Tidak ada, kecuali cinta dalam hati Kate yang membuat keduanya tampak berbeda.
"Sialan! Aku bersumpah akan menghancurkan kalian berdua!" geram Gorli, ia mengambil besi dan memukul mobil pengantin yang sudah di hiasi pita.
Gorli memukul mobil itu dengan membabi-buta sampai mobil yang sangat bagus juga mahal itu kini hancur sama seperti hancurnya harga diri Gorli.
Dada Gorli bergemuruh, napasnya memburu, darahnya mendidih. Ia sungguh sangat di permalukan oleh seorang wanita biasa seperti Kate.
__ADS_1
"Kalian berdua harus membayar semuanya! Akan aku buat kalian semua membayarnya dengan sangat mahal!"
Sementara di rumahnya, orang tua Kate pun merasa malu atas apa yang sudah Kate lakukan, namun mereka tak bisa melakukan apapun di karenakan sampai detik ini, mereka tidak tahu dimana Kate berada.
...****************...
"Wow..." gumam Kate takjub saat melihat dekorasi kamar pengantinnya yang berada di salah satu hotel paling mewah di London. "Bagaiamana bisa kamu menyiapkan semuanya kurang dari 12 jam, Tuan Turner?" Tanya Kate yang tanpa sengaja masih memanggil Dorian dengan sebutan 'tuan'.
"Apa?" Tanya Dorian sembari melingkarkan lengannya di perut Kate, ia mengecup tengkuk Kate dengan intens membuat seluruh tubuh Kate langsung meremang.
"Emhh..." Kate melenguh saat Dorian menekan salah satu benda kenyal itu.
"Kau masih memanggilku tuan, hem?" Tanya Dorian kemudian ia menyesap leher Kate, meninggalkan bekas basah dan kemerahan disana.
"Oh...." tanpa Sadar Kate menyenderkan kepalanya ke dada bidang sang suami saat merasakan darahnya berdesir hangat.
__ADS_1
"Panggil namaku, Kate. Aku ingin mendengarnya," bisik Dorian sensual di telinga Kate. "Panggil namaku dengan seksi, Sayang."
"Oh, Dorian...." Dorian tersenyum penuh kemenangan mendengar suara Kate yang terdengar sangat seksi saat menyebut namanya.
Dorian melepaskan gaun pengantin Kate dengan tak sabar, sementara Kate hanya bisa menahan napas dengan seluruh tubuh yang terasa panas dingin.
Kate gugup, bahkan gemetar, pandangannya tidak fokus dan jari jemarinya saling bertaut dengan erat.
Setelah Dorian melucuti gaun itu, kini Dorian menatap tubuh Kate dengan lapar apalagi di balik gaun itu, Kate tidak mengenakan apapun lagi. Yeah, Dorian tidak terkejut karena Sansa sudah memberi tahu ini, Sansa mengatakan ia sengaja tidak memberikan pakaian dalam untuk Kate agar sang ayah bisa langsung memakannya.
Kate tertunduk dalam sambil menggigit bibirnya sendiri, Dorian pun mengapit dagu Kate dengan jarinya, memaksa Kate menatap matanya.
"Kau belum pernah bercinta sebelumnya?" Tanya Dorian setelah melihat reaksi Kate yang tampak seperti gadis perawan saja, dan Kate pun menggeleng malu. "Tidak mungkin!" pekik Dorian tak percaya.
"Aku ... aku tidak pernah punya pacar," lirih Kate malu-malu. "Dulu pernah, saat dimasa sekolah. Tapi ... tapi dulu aku begitu culun dan tidak ada yang tertarik padaku."
__ADS_1
"Wow, sungguh anugerah yang luar biasa."