
Dorian menekan Elaine agar mau memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun wanita itu tetap kekeh pada pendiriannya bahwa rekan bisisnya lah yang menipunya, ia juga menunjukan bukti-buktinya pada Dorian namun sayangnya, Dorian cukup pintar untuk mengetahui bukti itu tidaklah konkret.
"Kamu mau tahu bukti apa yang sudah aku miliki?" Tanya Dorian sambil tersenyum sinis. "Lihat ini!" Dorian menunjukan semua bukti-bukti yang ia temukan selama menyelidiki perusahaan Elaine.
Elaine tercengang namun kemudian ia mengelak dengan berbagai kata. "Kenapa kamu tiba-tiba datang ke London, masuk ke rumah Alex dan menggodanya? hm?" Tanya Dorian dengan tatapan mengintimidasi.
"Karena kamu membutuhkan Alex untuk menyelamatkan hidupmu yang di ambang kehancuran," desis Dorian.
"Itu tidak benar!" Sanggah Elaine. "Aku tidak merayu Alex, aku datang ke rumahnya hanya karena... Karena aku masih mencintainya dan aku tidak tahu dia sudah menikah," cicitnya.
"Bohhong!" Seru Dorian dengan tajam. "Kenapa kamu baru sadar setelah 5 tahun? Kemana saja selama ini? Bersenang-senang?"
Elaine yang sejak tadi terus di desak pun akhirnya menggeram kesal, ia menatap Dorian dengan tajam dan berkata. "Iya, memang aku yang membuat perusahaanku sendiri hancur, tapi aku tidak bermaksud melakukannya," ujarnya. "Dan aku datang ke London memang untuk menemui Alex, karena aku membutuhkan bantuannya." Elaine berkata dengan memelas pada Dorian.
Bahkan, kini ia berpindah posisi duduk ke sisi Dorian, menatap Dorian dengan menggoda dan membusungkan dadanya.
__ADS_1
Elaine menyentuh tangan Dorian dengan sensual dan berkata."Please, help mu. Akan aku lakukan apapun untukmu setelah itu."
Dorian terkekeh dengan sinis, ia menghempaskan tangan Elaine dengan kasar kemudian berkata. "Tadinya aku mau membantumu, Elaine. Karena Sansa yang memintaku, tapi setelah aku tahu kejahatan tersembunyimu, aku masih berfikir dua kali. Aku bisa membantumu, tentu dengan keuntungan perusahaan nanti yang harus di bagi dua dengan perusahaanku, atau perusahaanmu menjadi perusahaanku, Tapi sekarang...." Dorian menatap Elaine dengan kemarahan bahkan rasa jijik.
"Aku rasa aku tidak membantumu jadi silakan keluar dari ruanganku dan angkat kaki dari perusahaanku!" usirnya yang membuat Elaine sangat tercengang, bahkan ia hanya bisa menahan napas.
"Tapi kenapa? Aku mohon, bantu aku," rengek Elaine.
"Aku benci wanita penggoda!"
...***...
Akhirnya, hari ini Sansa di perbolehkan pulang oleh Dokter dan tentu itu kabar yang sangat membahagiakan.
"Tidak, Sayang. Daddy malas bekerja sama dengan wanita penggoda, dia menggoda Daddy di kantor Daddy sendiri. Itu sangat menjijikan," desis Dorian.
__ADS_1
"Berarti saat itu aku benar, dia memang ingin menggoda Alex?" Pekik Sansa.
"Jangan fikirkan itu," sambung Alex, ia menggendong Sansa dan mendudukannya di kursi roda. "Aku pun sangat kecewa mengetahui kebenaran ini." lanjutnya.
"Baiklah, lupakan masalah wanita tua itu. Sekarang aku sudah pulang, dan kita bisa bersenang-senang kembali," kata Sansa girang namun Dorian tetap tak menampilkan wajah semangatnya.
"Besok pernikahan Kate, apa kita bisa datang?" Tanya Alex yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dorian.
"Aku hanya bertanya, kita di undang," kata Alex lagi.
"Sansa masih sakit, sebaiknya istirah saja di rumah," jawab Dorian.
"Dan kau?" Tanya Alex lagi.
"Aku sibuk."
__ADS_1
...***...
"Aku akan membalas kalian semua, aku bersumpah akan membalas kesombongan kalian! Turner yang terhormat!"