Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #57 - Bahagia Kembali


__ADS_3

"Apa dia sakit?" Kate menggumam cemas karena sudah beberapa hari Dorian tidak bekerja, setiap kali di hubungi, Dorian selalu mengatakan ia sedang sibuk di rumah sakit. "Kenapa dia bisa sibuk di rumah sakit? Dia 'kan bukan dokter," gumam Kate lagi.


Hatinya sungguh cemas apalagi setelah tahu Dorian punya penyakit jantung, dimana Kate tahu, penyakit jantung sangatlah berbahaya dan menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia.


Sementara di rumah sakit, kondisi Sansa berangsur stabil walaupun ia masih sangat lemah.


"Kami semua hampir gila karena dirimu, Sansa. Asal kau tahu saja," sinis Emily sambil melirik Alex dengan tajam.


Ini sudah tiga hari setelah Sansa siuman pasca operasi, dan selama tiga hari ini, Dorian serta Alex menjaganya selama 24 jam.


"Aku sadar saja mereka masih gila, apalagi kalau aku sakit," ejek Sansa. "Daddy dan Alex mengabaikan pekerjaan mereka selama tiga hari hanya demi menemaniku. Hati-hati, ya. Nanti perusahaan kalian bangkrut seperti perusahaan Elaine." lanjutnya yang membuat Alex terkekeh.


"Tidak akan, Sweetheart. Aku tetap bekerja meskipun tidak ke kantor," jawab Alex.


"Dan kau, Daddy?"

__ADS_1


"Daddy juga bekerja dari sini," jawab Dorian sembari menunjuk lapto dengan dagunya.


Kini Alex menatap Sansa dengan intens, ia memasang wajah seriusnya dan bertanya, "Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba sakit begini? Sebelumnya kamu baik-baik saja."


"Aku juga tidak tahu, Alex. Yang aku ingat, tiba-tiba dadaku sesak, rasanya sakit seperti di tusuk ribuan pisau, begitu sesak seperti di himpit ribuan batu." Sansa berkata dengan lirih.


"Tidak apa-apa, sekarang kamu tidak akan merasakan sesak lagi, kamu akan segera sembuh, hm." Alex mengelus kepala Sansa dengan sayang.


"Oh ya, Sweetheart. Sepertinya untuk sementara kamu cuti kuliah dulu, ya. Apalagi dosenmu terus menghubungiku, mungkin dia ingin tahu keadaanmu," ujar Alex kemudian.


"Mr. Robert," jawab Alex yang seketika membuat Sansa menahan senyum geli, begitu juga Emily.


"Aku rasa dia menghubungimu bukan karena ingin menanyakan keadaan Sansa, tapi karena ingin tahu keadaanmu," sambung Emily. "Saat itu aku keluar dari kelas Mr. Robert tanpa permisi dan saat dia tanya aku mau kemana, aku jawab saja Alex sakit." lanjutnya.


"Coba telfon," saran Sansa karena ia sangat penasaran, benarkah Dosen nya itu menaruh perhatian pada suaminya.

__ADS_1


Tanpa ragu Alex pun menghubungi Mr. Robert dan benar saja, hal pertama yang di tanyakan Mr. Robert adalah. "Apa kau baik-baik saja, aku dengar dari Emily bahwa kau sakit."


Seketika Sansa dan yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala, sementara Alex hanya bisa meringis. "Iya, yang sakit bukan aku, Mr. Robert. Tapi istriku, aku baik-baik saja, terima kasih." setelah mengucapkan hal itu. Alex langsung memutuskan sambungan telfonnya dan seketika mereka tertawa berasama.


"Meresahkan," gumam Sansa di tengah tawanya. Alex yang kembali melihat tawa Sansa setelah sekian hari kini merasa sangat bahagia, ia menatap istrinya itu penuh kerinduan. Sansa yang bisa merasakan tatapan tajam sang suami menjadi salah tingkah dan tersipu.


" Kenapa menatapku begitu?" Tanya Sansa.


Alih-Alih menjawab, Alex justru memangut bibir Sansa yang membuat Sansa terkesiap, terkejut dengan serangan tiba-tiba itu.


Dorian dan Emily hanya bisa melongo, apalagi ketika mereka melihat Sansa justru membalas ciuman Alex, Sansa menarik tengkuk Alex untuk memperdalam ciumannya.


Sansa juga sangat merindukan suaminya ini, merindukan aroma maskulinnya dan ciuman panasnya.


"Kita keluar saja," ajak Dorian pada Emily, karena Dorian sudah tahu, menantu dan putrinya itu adalah orang-orang tak berakhlak ketika gairah cinta menggelitik mereka.

__ADS_1


__ADS_2