Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #44 - Let's Play, Baby 2


__ADS_3

"Let's play, Baby...."


Aku berdiri dan menari erotis di atas tubuh Alex, aku singkirkan semua rasa malu, ego dan apapun itu. Yang aku inginkan sekarang adalah membuat Alex gila dan biarkan aku menjadi wanita penggodanya malam ini.


Aku melirik Alex yang menganga, dadanya naik turun, tatapannya sarat akan gairah yang membuncah dan bisa ku rasakan napasnya yang memburu.


"Dari mana kamu belajar menari erotis begini, hm?" Tanyanya dengan suara beratnya.


"Naluri, Baby," jawabku sambil mendessah kemudian aku kembali duduk di atas perutnya, aku meraba dada bidangnya yang keras itu, Alex memejamkan mata dan mengerang tertahan.


Aku menunduk dan menyusuri setiap inci dadanya dengan bibirku, ku rasakan tubuh Alex yang menegang, ia bergerak seolah ingin melepaskan ikatan tangannya yang aku ikat dengan kaosnya.


"Jangan coba-coba melepaskan itu, Baby!" Aku memperingatkan dengan tegas.


"Aku ingin menyentuhmu," erang Alex frustasi.


"Nanti, Baby. Setelah aku...." Aku mendekatkan bibirku ke bibirnya kemudian menggigitnya dengan sensual sementara tanganku bergerliya ke bawah sana, mencari tonjolan yang pasti membuat Alex sangat tersiksa.


"Aagh...." Alex memekik saat aku meremas benda yang telah besar di bawah saja, bahkan sampai ciuman kami terlepas. "Oh...." ia melenguh saat aku memberikan pijatan dari luar celananya.


"Aku belum menyentuhnya, Baby."

__ADS_1


"Oh,. rasanya sesak sekali, Sweetheart. Tolong, lepaskan celanaku," rengeknya sambil menggeliat tak nyaman.


"Apa?" Tanyaku menggodanya sembari mengelus pusakanya itu.


"Oh, Sansa! Please!" erangnya yang membuatku terkekeh.


"Katakan sekali lagi, Baby. Dengan penuh cinta!" Seruku sembari menyelipkan tanganku ke balik celananya, seketika tubuh Alex terlonjak, seolah ia tersengat listrik saat aku menyentuh ujung pusakanya itu dengan jariku.


"Sansa! Please, Sweetheart!" dia memelas.


"As you wish, Baby." Aku menarik turun kain segitiga itu dan melemparnya asal. "Apakah kain itu begitu menyiksamu, Baby?" Godaku sembari mengelus pusat tubuhnya yang telah berdiri gagah itu. Agh, rasanya tubuhku sudah panas dingin.


"Bukan kain itu, Sweetheart. Tapi tangan kecilmu itu, begitu menyiksaku!" erang Alex dengan napas terengah.


"Agh...." Alex melenguh saat aku membuat gerakan seolah mengocok sesuatu, aku bisa melihat kenikmatan itu di raut wajahnya.


"Apa ini enak?" Tanyaku penasaran dan seketika Alex menatapku sambil terkekeh.


"Tentu saja, Sweetheart. Ini enak, aku suka," jawab Alex yang membuat hatiku girang.


"Emi bilang, laki-laki suka ini," kataku yang membuat Alex melongo.

__ADS_1


"Astaga...." geramnya. "Aku yakin ... Oh! Emily pasti juga .... memberi tahumu ... semakin cepat kau mengocok, itu semakin enak!" serunya dengan suara terbata-bata. Aku yang mengerti maksudnya langsung mempercepat gerakan tanganku sebisa mungkin hingga akhirnya Alex memberontak, dia melepaskan ikatan tangannya. Alex menarik tanganku yang membuatku terkesiap.


"Aku tidak ingin keluar secepat ini, Sweetheart.... Aku mau mengeluarkannya di dalam." ia menggeram sambil mendorongku ke ranjang.


"Aaghh...." Aku memekik saat Alex merobek lingerie itu dengan begitu mudahnya. "Katanya aku yang memegang kendali malam ini!" protesku saat dia hendak memasukan jarinya ke dalam inti tubuhku.


"Yeah, tentu saja, Sweetheart. Aku hanya ingin tahu, apakah ini...."


"Aucchh...." Aku melenguh saat jari Alex dengan tanpa permisi menerobos masuk ke lembah yang sudah sangat basah dan licin itu.


"Sudah siap rupanya," kekeh Alex sambil menggerakan jarinya di lembah sana, ia mengorek dengan lembut namun juga intens, seolah mencari sesuatu di dalam sana.


Aku mendessah, melenguh dan mengerang saat jari Alex masuk semakin dalam. Tubuhku menggelinjang nakal, pinggulku bergerak tak karuan, ke kanan, ke kiri, kemudian terangkat tinggi saat aku hampir mencapai puncak, namun tiba-tiba Alex menarik jarinya yang membuatku mengerang frustasi.


"Kenapa berhenti?" Protesku.


"Cari apa yang kau butuhkan malam ini, Sweetheart...." tukas Alex sembari menjatuhkan diri nya di ranjang, ia tidur terlentang dan memamerkan pusat tubuhnya yang gagah itu.


Tanpa membuang waktu, aku langsung naik ke atas tubuhnya, aku memegangnya dan ku arahkan ke dalam pusat tubuhku, hingga tenggelam.


Aku dan Alex sama-sama mengerang berat, apalagi saat Alex memaksa menenggelamkan seluruh pusakanya tu.

__ADS_1


"Kamu masih sangat sempit, Sweetheart! Seperti menggigit di dalam sana!"


"Oh, bergeraklah, Sweetheart. Pimpin permainan ini, aku percaya padamu!


__ADS_2