
"Kamu siap melarikan diri di hari pernikahanmu, Kate?"
Kate menoleh kemudian memberikan tatapan meyakinkannya pada Emily.
"Kalau begitu jangan khawatir, aku yakin Uncle Dorian akan datang sebelum hari pernikahanmu terjadi, dia akan membawamu pergi seperti seorang pangeran yang menculik cinderella," ujar Emily karena ia melihat raut wajah Kate tampak cemas. Padahal rencana mereka berhasil, membuat Dorian galau dengan undangan pernikahan itu.
"Aku rasa, Cinderella tidak di culik, Emily. Dia di jemput dengan hormat dan penuh cinta oleh pangeran," sanggah Kate yang membuat Emily cengengesan. "Dan aku memang sangat cemas, Emily. Dorian itu punya penyakit jantung, dia tidak boleh stres, tidak boleh tertekan. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya?"
"Ops...." Emily langsung menutup mulutnya karena kebohongan yang ia dan Sansa buat terus bergulir menciptakan kebohongan yang lain. Ah, tidak apa-apa, Emily dan Sansa juaranya mencari pembelotan.
"Em, justru itu, Kate. Jika uncle Dorian nanti stres, akhirnya dia pasti akan datang padamu. Karena aku yakin dia pasti tidak mau mati secepat ini," ujar Emily dengan entengnya.
"Benarkah?" Kate menatap Emily penuh tanda tanya dan tanpa merasa berdosa sedikitpun, Emily justru mengangguk yakin. "Tapi Dorian selalu bersikap biasa saja saat bertemu denganku, aku rasa dia tidak memiliki perasaan terhadapku," lirih Kate sedih.
"Jangan begitu, Kate. Aku mengenal uncle Dorian dengan sangat baik, ego nya sangat tinggi, dia tidak akan memperlihatkan bahwa dirinya lemah," ujar Emily meyakinkan.
"Yeah, kau benar juga," gumam Kate tertunduk.
"Baiklah, Emily. Aku harus kembali ke kantor sekarang, karena satu jam lagi Tuan Turner ada meeting," kata Kate sembari melirik arlojinya.
"Okay," jawab Emily sambil tersenyum lebar.
Kate kembali ke kantor dan ia berpapasan dengan Dorian yang hendak keluar kantor.
"Tuan Turner, anda mau kemana? Sebentar lagi ada meeting," kata Kate.
__ADS_1
"Aku mau menyambut tamuku, Kate. Tolong batalkan meeting siang ini," kata Dorian kemudian ia berjalan melewati Kate.
Kate menoleh dan sangat terkejut saat melihat seorang wanita yang mungkin seumuran dengan Dorian, wanita cantik berambut pirang ke emasan.
"Halo, Elaine. Selamat datang di perusahaanku," sapa Dorian dengan ramah.
Meskipun ia tahu wanita yang ada di depannya ini bukan wanita yang baik, namun Dorian akan berusaha bersikap profesional dan pura-pura tidak tahu untuk sementara waktu.
Alex menyarankan agar Dorian memancing Elaine berkata jujur, dengan begitu, maka kejahatan Elaine terk-ekspos dan orang-orang yang di rugikan bisa mendapatkan hak mereka kembali, termasuk Alex sendiri.
"Halo, Tuan Turner...." Elaine juga menyapa dengan ramah.
"Kate, tolong buatkan teh untuk tamuku," titah Dorian kemudian yang membuat Kate kesal.
Rok selutut namun memiliki belahan yang robek, memperlihatkan pahanya. memakai kemeja putih yang sangat ketat dan menampilkan belahan dadanya.
Dorian membawa Elaine ke ruangannnya dan ia memerintahkan pada Kate agar tak ada yang menganggunya. Tentu saja itu membuat Kate cemburu.
***
Tanpa terasa, sudah dua minggu Sansa di rawat di rumah sakit dan sebentar lagi Dokter sudah memperbolehkannya pulang setelah memastikan Sansa akan aman jika di rawat jalan dirumah.
Saat ini Sansa sedang di suapi oleh Alex, dengan begitu teliti dan penuh cinta.
"Aku suka kalau sakit begini, kamu jadi sangat perhatian, seperti suster," kata Sansa yang membuat Alex tertawa.
__ADS_1
"Astaga, kamu menyamakanku dengan suster? Bukankah aku selalu perhatian sejak dulu?" Alex kembali menyuapi Sansa.
"Emm, aku tidak suka makanan rumah sakit," kata Sansa setelah menelan bubur hambar itu.
"Tapi ini sehat," ujar Alex. "Kau belepotan, seperti anak kecil," ucapnya kemudian saat melihat bibir Sansa terkena bubur.
Alih-Alih membersihkannya dengan tangan, Alex justru menjilatinya yang membuat jantung Sansa berdebar dan wajahnya merona.
"Astaga!"
Sansa dan Alex langsung menoleh saat mendengar suara nyaring Emily yang memenuhi ruangan itu.
"Kalian benar-benar panas, penuh gairah," ujar Emily kemudian ia duduk di sofa, sementara Alex dan Sansa hanya mencebikkan bibirnya. "Kalian sangat mesum, aku harap kalian tidak sampai bercinta di tempat ini."
"Kau yang mengajarinya mesum, Emi!" Seru Alex.
"Dan kau adalah pelatihnya secara langsung," balas Emily yang tentu saja di benarkan oleh Sansa dan Alex.
"Aku harap, anak kalian tidak mesum seperti kalian nanti." lanjut Emily.
"Lebih mesum siapa? Aku atau kamu? Kamu bahkan bercinta di mobil di depan rumah Alex!" Seru Sansa.
"Kau tahu? Bagaimana kau tahu? Hem, mengintip ya?"
"Sialan! Mobilnya bergoyang dengan keras, tidak perlu di Intip, goyangan mobil itu sudah memberi tahu semuanya."
__ADS_1