
Mungkin ini seperti sebuah cerita dongeng indah yang tiba-tiba menjadi nyata. Semua berkah yang tak pernah di duga tiba-tiba datang menyapa.
Siapa yang menyangka ketika Tuhan telah menuliskan garis takdir yang tak biasa.
Begitulah yang di rasakan Kate Bill, seorang gadis biasa yang hanya bekerja sebagai sekretaris Dorian Turner selama beberapa tahun. Seiring berjalannya waktu, semakin seringnya bertemu, akhirnya gairah cinta menyapa dalam diam.
Yang satu diam demi sang putri, yang satu lagi diam karena sadar diri.
Namun, cinta adalah cinta. Tak perduli status, tak perduli apa kata dunia.
Kate Bill, wanita berusia 34 tahun itu akhirnya kini akan menjadi istri dari Dorian Turner, pria berusia 48 tahun yang melajang selama 17 tahun.
Seperti kata Dorian, pernikahan mereka akan di lakukan malam ini.
Di sebuah gereja, dengan di saksi Sansa, Alex, Emily juga tentu juga seorang pendeta, Dorian dan Alex mengucapkan janji suci pernikahan dengan penuh hikmat.
Dorian memakai tuxedo yang hari ini di belikan oleh Sansa, begitupun dengan gaun pengantin Kate yang juga merupakan gaun pilihan Sansa.
__ADS_1
"Aku berjanji, akan selalu setia padamu di saat sakit dan senang, di saat kaya dan miskin, di saat susah dan senang. Aku akan setia padamu, sampai ajal menjemputku."
Sansa menitikan air matanya saat sang ayah mengucapkan janji itu, ia menangis haru, ternyata sangat membahagiakan melihat orang yang di cintainya bahagia.
Ah, Sansa menyesal. Kenapa tidak dari dulu ia memberikan Kate pada sang ayah?
Kate pun mengucapkan janji yang sama, namun ia menambahkan sambil melirik Sansa. "Aku berjanji, akan aku lakukan apapun demi menjadi ibu yang baik untuk Sansa Turner. Akan aku berikan kasih sayang dan cintaku yang tanpa syarat untuknya."
Hati Sansa begitu terenyuh mendengar janji dari wanita yang hanya 15 tahun lebih tua darinya itu. Wanita yang dulu hanya sekretaris sang ayah kini merangkap menjadi ibunya. Begitu juga dengan Dorian, kini ia semakin mencintai Kate Bill. Wanita yang tadi pagi masih calon istri Gorli tapi kini justru menjadi istrinya.
"Oh, so sweet...." gumam Emily sambil bertepuk tangan.
"Kita akan lebih sweet dari itu nanti," Balas Samuel. "Demi pernikahan pria duda itu...." Samuel berbisik di telinga Emily. "Kau sampaikan meninggalkanku tadi pagi, bahkan kau tidak mencuci rumah juniorku. Apakah rasanya tidak lengket?"
Wajah Emily langsung merona mendengar ucapan frontal Samuel.
"Aku buru-buru, bahkan Sansa sempat memarahiku," rengek Emily yang memang sempat di marahi Sansa.
__ADS_1
"Tapi rencana kalian sangat berhasil," kata Samuel.
"Yeah, rencana kami tidak pernah gagal"
Sansa memeluk Kate dan sang ayah bergantian, memberikan ucapan selamat dan memberikan do'a terbaiknya untuk mereka.
"Jangan menangis, Sayang," kata Dorian sembari menghapus air mata Sansa yang mengalir di sudut matanya
"Aku menangis karena bahagia, Daddy. Sungguh," kata Sansa kemudian ia kembali memeluk sang ayah. "Sekarang kau tidak kesepian lagi, kau punya teman."
"Benar, aku harap sekarang kau menyibukan diri dengan istrimu dan tidak mengurus rumah tanggaku dan Sansa," sambung Alex yang membuat Dorian mendelik, namun kemudian ia memeluk menantu sekali sahabatnya itu.
"Terima kasih atas dukungannya, kawan. Kau sahabat terbaikku."
"Terima kasih sudah mau menjadi ibuku," kata Sansa sambil menatap Kate dengan lembut. "Aku harap, kau mencintai Daddy dengan tulus dan setia padanya. Karena aku bisa jamin, Daddy adalah orang yang sangat setia."
"Tentu, Sansa. Aku sangat mencintai Daddy mu, asal kau tahu itu. Akan aku habiskan sisa hidupku untuk melayaninyaninya."
__ADS_1