
"Kamu tidak memakai pakaian dallam?" tanya Sansa dan Emily menggeleng sambil cengengesan.
Saat ini Sansa sedang membantu Emily bersiap-siap untuk pesta pernikahannya yang di adakan dengan sangat mewah oleh orang tua Emily. Awalnya Samuel masih pada egonya, tak ingin mengadakan pesta mewah karena ia tak memiliki uang. Namun mau bagaimana lagi? Emily juga ingin pesta yang mewah karena adalah perayaan penyatuan mereka secara resmi.
Setelah Samuel keluar dari rumah sakit, pernikahan mereka pun langsung di rencanakan dan akhrinya apa yang di tunggu Emily dan Samuel kini tercapai.
"Aku ingin merasakan sensasi bercinta dengan gaun pengantin ini, di rooftop, pasti sangat menyenangkan." Emily berkata dengan santainya yang membuat perias Emily melongo. Sementara Sansa justru tampak tertarik dengan ide Emily.
"Wow, brilliant. Kenapa aku tidak pernah bisa berfikir sepertimu, Emi? Aku tidak pernah memiliki ide brilliant seperti itu." Emily tertawa kecil mendengar apa yang keluhkan sahabatnya itu.
"Kau boleh mencobanya nanti, Honey. Dan jangan lupa membaca dan menonton, percayalah, kau bisa dapat banyak ilmu dari sana." Sansa kembali terdiam, membaca dan menonton? sepertinya itu ide bagus.
Tak berselang lama ibu Emily datang untuk menjemput putrinya.
Mereka pun segera bergegas ke ball room hotel, Dimana para tamu undangan sudah ada disana.
Serangkaian acara pun di laksanakan satu persatu hingga kini akirnya sampai pada acara dansa bersama pasangan.
__ADS_1
Emily berdansa bersama Samuel, keduanya bak raja dan ratu malam ini. Kebahagiaan terpancar indah di mata keduaya yang saling menatap.
Samuel meletakkan kedua tangannya di pinggul wanita yang kini telah resmi menjadi suaminya, sementara Emily meletakkan satu tangannya di dada Samuel dan tangannya yang lain berada mengalung di leher Samuel.
"Kau benar-benar cantik malam ini, Honey," puji Samuel, ia bahkan tak sungkan mengecup dan mellumat bibir Emily.
"Aku..."Emily mendekatkan bibirnya ke telinga Samuel setelah Samuel melepaskan ciuman mereka. "Aku tidak memakai apapun di balik gaun cantik ini, Baby." Samuel menegang mendengar bisikan sensual Emily, apalagi dengan sengaja Emily menekan bagian bawah tubuh Samuel yang ikutan menegang.
"Oh, otakmu pasti sudah travelling kemana-mana, hm? Ini sudah tegang, Sayang."
"Ayo kita pergi...." Samuel menarik tangan Emily untuk pergi dari sana.
"Bercinta, aku tidak tahan." Emily langsung merona mendengar apa yang di katakan suaminya, dan kini ia yang menarik tangan Samuel untuk ikut dengannya.
"Sayang, kita ke kamar, kamu mau kemana?" Samuel bertanya dengan bingung.
"Rooftop."
__ADS_1
Sementara itu, Kate dan Dorian juga beradansa dengan begitu mesra, keduanya saling menatap penuh cinta. "Emily dan Sansa akan punya bayi, entah kenapa aku sedikit iri," lirih Kate yang membuat Dorian terkekeh.
Ia menarik pinggang Kate hingga tubuh Kate tersentak dan langsung menempel ke tubuh Dorian.
"Kita buat bayi malam ini, hm? Aku akan memenuhi ronggamu dengan cairan cintaku, Sayang. Bulan depan kamu pasti hamil," kata Dorian yang membuat Kate tertawa kecil.
"Aku tahu, aku hanya khawatir, bagaimana jika Sansa tak mau adik?"
"Dia akan punya bayi, aku rasa dia akan senang kalau punya adik."
"Aku harap begitu." Kate dan Dorian melanjutkan acara dansa mereka, beda halnya dengan Alex yang meminta Sansa duduk karena ia tak ingin Sansa kelelahan jika terus berdiri.
Sansa memang duduk, tapi bukan di kursi melainkan di pangkuan Alex. Bahkan, wanita itu mengutarakan keinginannya untuk melakukan gaya baru dalam percintaan mereka. Hal itu membuat Alex tak bisa menahan diri, pusat tubuhnya merespon dengan sangat cepat dan baik.
"Di rooftop, dengan pakaian pengantin. Apakah itu sangat indah?"
"Egh," Alex melenguh karena Sansa bergerak dan itu semakin memancing pusat tubuhnya. "Ayo, di rooftop sini?"
__ADS_1
"Ide bagus."