Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #67 - Disana Panas, Begitu Juga Disini


__ADS_3

"Kenapa cemberut?" Tanya Alex sembari memainkan ujung rambut sambut Sansa dengan jarinya. Saat ini istrinya itu memang sedang cemberut, bibirnya mengerucut lucu dan pipinya mengembung.


"Daddy pasti lagi bersenang-senang, Emily juga. Tapi aku malah harus istirahat," gerutu Sansa yang membuat Alex terkekeh.


"Kau iri pada mereka, hm?" Tanya Alex sambil mencubit pipi Sansa dengan gemas.


"Tentu saja, emm kira-kira, apakah Kate akan hamil kemudian aku punya adik?" Tanya Sansa dengan mata berbinar.


"Aku tidak tahu, Sweetheart. Tapi aku harap begitu," jawab Alex. Ia menangkup pipi Sansa kemudian mengecup bibir ranum sang istri dengan lembut. "Apa kau ingin kita membuat bayi juga malam ini, hm? Aku bersedia tapi syarat dan ketentuan berlaku."


"Huff...." Sansa mendelik mendengar apa yang di ucapkan suaminya itu, sementara Alex justru tampak menikamati kekesalan sang istri.


Alex menyingkap rambut Sansa ke belakang telinganya, kemudian ia berbisik dengan sensual.


"Aku akan memasukimu, membuatmu melayang, namun aku akan pelan-pelan aja. Saat kau sembuh, aku akan bercinta denganmu dengan sangat keras, akan ku buat kau menjerit hingga terdengar ke apartment Samuel. Akan ku buat kau tak bisa berjalan selama seminggu, walaupun begitu, kau akan tetap menginginkanku memasukimu. "


Tubuh Sansa meremang dan darahnya panas dingin mendengar ucapan frontal Alex itu, bahkan bagian bawah tubuhnya sudah berdenyut dan terasa basah hanya karena kata-kata mesum sang suami.


"Kau... Merasakan sesuatu disini?"


"Emmh...." Sansa melenguh dan ia merasakan sensasi seperti tersengat listrik saat tiba-tiba jari Alex sudah menyusup di balik celana tipisnya itu, Sansa bahkan tak menyadari kapan jari itu masuk melewati celananya. "Oh, Alex!" pekik Sansa saat jari Alex tiba-tiba menusuk dengan dalam.

__ADS_1


"Ops, Sweetheart. Disini sudah banjir rupanya, emm, hangat, basah."


Wajah Sansa merah padam mendengar ucapan suami mesumnya itu. "Kau punya gairah yang luar biasa, Sweetheart."


"Hanya jari? Atau yang lain?" Tantang Sansa dan tanpa ragu ia menyentuh tonjolan yang terlihat jelas di antara kedua paha Alex. Padahal malam ini Alex mengenakan celana longgar namun celana itu terlihat mengetat karena pusaka tubuhnya yang telah bangun.


"Aku menginginkan ini, Alexander."


"Oh, pasti, Sweetheart. Yeah, begitu...." Alex juga melenguh saat dengan nakalnya tangan Sansa memijit benda yang sudah memanjang dan membengkak itu.


...


"Sakit?" Tanya Dorian dengan cemas saat Kate memekik.


"Enak," jawab Kate malu-malu dan seketika Dorian terkekeh. Ia pun melanjutkan permainan jarinya di lembah Kate yang bersih, wangi dan tak pernah terjamah itu.


Sementara Dorian sibuk memanjakan Kate dengan sesuatu yang baru, Kate hanya bisa terkulas lemas di atas ranjang dengan dada yang naik turun, mulut terbuka dan terus mendessah, serta matanya yang merem melek menikmati setiap pergerakan Dorian di dalam lembahnya.


Hingga saat gulungan kenikmatan itu datang menyapa, tubuh Kate mengejang, punggungnya melengkung dan pinggulnya bergerak tidak karuan.


"Oh...."

__ADS_1


"Dorian...." Pekiknya.


"Yeah, Sayang sekali. Sebut namaku," bisik Dorian dengan sensual sembari mempercepat gerakan jarinya di bawah sana, menusuk lebih dalam dan dalam hingga akhirnya Kate melenguh panjang bersamaan dengan semburan hangat yang membanjiri jari-jari Dorian.


Dorian merasa puas melihat kepuasan di wajah sang istri, ia merasa muda lagi seolah ini kali pertama ia bercinta.


Kate mencoba mengatur napasnya yang tersenggal, tubuhnya bergetar juga bergetar. Ia menelan ludah nya dengan susah payah, yang ia rasakan itu seperti...


"Kau suka?" Tanya Dorian dan Kate mengangguk sambil tersipu.


"Aduh, maaf, aku mengotori tanganmu." pekik Kate kemudian saat melihat jari Doriang yang kotor.


"Tidak, Sayang. Aku suka ini," kata Dorian sambil menjilati jarinya yang membuat Kate meringis jijik.


"Ih, kenapa kau jorok sekali?" pekiknya. Ia langsung mengambil kemeja Dorian dan mengelap jari Dorian sampai bersih, Dorian hanya terkekeh dengan tingkah polos sang istri.


Ia pun mendorong Kate hingga kembali terlentang ke ranjang, Dorian mengungkung tubuh Kate yang ternyata cukup mungil saat berada di bawah tubuhnya.


"Aku akan masuk, tahan jika sakit, ya?" ucap Dorian lembut. Kate hanya mengangguk dengan gugup, saat Dorian mulai memasuki pintu lembah hangat itu, Kate menegang dan itu membuat Dorian kesulitan memasukinya.


"Jangan tegang, Sayang. Ini akan enak, lebih enak dari jariku. Aku jamin."

__ADS_1


__ADS_2