
POV Sansa Turner
"Aku cemburu pada teman-temanmu, hatiku seperti di panggang melihat mereka di sekitarmu." Aku melongo mendengar ucapan Alex, apalagi nada bicaranya itu, ia merengek manja seperti anak-anak yang ingin di belikan mainan.
Aku melirik teman-temanku yang kini menatap Alex, beberapa teman wanitaku tampak terpesona pada Alex, dan beberapa teman pria ku justru tampak tak suka pada Alex. Ah, meraka hanya iri pada ketampanan Alex.
Sementara Emily dan Samuel hanya menahan senyum geli melihat tingkah suamiku ini.
"Ya sudah, ayo pulang!" ajakku sembari menggandeng tangan Alex namun tiba-tiba Mr. Robert datang menyapa Alex.
"Selamat siang, Mr. Ghan," sapanya dengan ramah yang membuatku melongo. Bahkan aku bisa melihat wajahnya yang tersipu saat Alex tersenyum padanya.
Oh, no! Apa dia mencari pedang untuk bermain dengan pedangnya? Awas saja nanti!
"Selamat siang, Mr. Robert." Alex juga menyapa dengan ramah.
"Aku dengar, kau seorang Investor. Aku punya teman yang sedang mencari seorang investor. Apa dia bisa menemuimu?" Mr. Robert bertanya seperti seorang gadis yang mengajak pria berkencan.
What the hell!
"Baiklah, aku akan memikirkannya nanti," jawab Alex yang membuatku mendelik.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Mr. Robert sembari menepuk pundak Alex.
"Sir Robert, kami pulang dulu," sela-ku kemudian aku segera menarik Alex pergi dari sana.
Saat di dalam mobil, Alex tertawa terbahak-bahak sementara aku hanya bisa mendelik kesal.
"Kamu gila, eh? Apa-apaan tadi itu?" Protesku kemudian.
"Sweetheart, dia... dia benar-benar belok," ujar Alex di tengah tawanya.
"Terus, apa karena itu kamu meladeninya?" Tanyaku kesal.
"Iya, dia sepertinya naksir sama aku," kata Alex yang membuatku semakin kesal.
"Tidak mau, aku cemburu pada mereka! "
Hah, dia menjawab dengan cepat dan tegas.
"Aku juga cemburu pada Mr. Robert, tapi kau malah bersenang-senang dengannya," sinisku
"Sweetheart, dia itu laki-laki, dan aku tidak mau mengadu pedang," jawab Alex yang seketika membuatku tertawa.
__ADS_1
"Aku serius, aku hanya sulit percaya, pria tampan dan terlihat macho seperti Mr. Robert ternyata lebih suka beradu pedang dari pada memasukkan pedang ke dalam lembah hangat."
Alex menatapku dengan nakal, bahkan satu tangannya merayap ke pahaku, seketika aku teringat dengan mobil bergoyang Emily dan Samuel. Ah, aku rasa aku punya ide....
"Alex, apa kau pernah bercinta di dalam mobil?" Tanyaku yang membuat kening Alex langsung berkerut.
"Tidak, kenapa, Sweetheart? Kau ingin bercinta di dalam mobil?" Tanya Alex dan aku mengangguk malu-malu.
"Oh God! Siapa yang mengajarimu fantasi seliar itu? Pasti setan Emi itu, 'kan?" tuding Alex yang membuatku terkekeh.
"Sebenarnya, dia tidak mengajariku dengan sengaja, Alex. Hanya saja ... waktu itu ... aku melihat mereka bercinta di dalam mobil!" cicitku yang membuat Alex langsung melongo.
"Kapan?" Tanyanya.
"Saat kita mengadakan pesta kecil-kecilan di rumahmu," jawabku dan Alex langsung menepuk jidatnya sendiri.
"Jadi mereka bercinta di depan rumahku?" Pekiknya.
Aku hanya mengangguk sambil cengengesan.
"Baiklah, Sweetheart. Akan aku penuhi fantasi liarmu itu," ucap Alex kemudian yang membuat pipiku langsung terasa panas.
__ADS_1
"Tapi aku tidak akan melakukannya di mobil, itu sempit, dan pasti tidak nyaman untukmu."
"Jadi?" Tanyaku penasaran namun Alex hanya tersenyum misterius.