
Kate masih tersipu malu karena sejak tadi Sansa menatapnya dengan intens, Sansa pun sengaja menggoda ibu tirinya itu yang tampak malu-malu seperti anak gadis tertangkap sedang bermesraan.
Saat ini, ke empat manusia itu sedang duduk di sofa dan Alex datang untuk meminta bantuan Dorian mengenai masalah Emily dan Samuel.
Dorian yang mendengar Alex ikut terlibat bahkan berperan besar dalam perjuangan kisah cinta Emily, hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia tak habis fikir dan tak menyangka, bagaimana bisa Alex menjadi seperti Sansa dan Emily? Menipu? Ck, itu kekanakan sekali walaupun memang selalu berhasil.
"Apa tidak ada cara lain selain menipu? Kenapa kau suka sekali menipu orang, Sansa? Daddy kecewa padamu," tukas Dorian dan kini ia serius, namun Sansa yang pernah di bohongi oleh ayahnya kini justru mengira sang ayah berpura-pura lagi.
"Daddy, aku tahu Daddy tidak bisa marah padaku, jangan berpura-pura, itu tidak baik," celetuk Sansa yang membuat sang ayah menggeram kesal.
Sementara Kate hanya diam dan mendengarkan dengan baik. "Daddy serius, Sansa. Kau bisa terkena masalah jika seperti ini terus," seru Dorian. "Okay, sekarang kau masih aman karena yang kau tipu itu ayahmu sendiri dan Daddy sangat mencintaimu jadi tidak benar-benar marah, tapi bagaimana jika orang lain? Itu akan sangat berbeda, Sayang."
"Dad...." Sansa merengek manja dan memelas. "Emi sedang hamil, kasihan kalau mereka tidak menikah."
Dorian menghela napas panjang, ia menatap anak dan sahabat sekaligus menantunya itu dengan dalam. "Memangnya kau butuh bantuan apa?" Tanyanya kemudian.
__ADS_1
"Aku tidak tahu bagaimana memberi tahu orang tua Emily perihal kehamilan Emily, aku takut...."
"Mereka memukulmu seperti aku yang memukulmu saat itu?" sela Dorian sambil terkekeh dan Alex mengangguk meng-iyakan.
"Kalau begitu jangan beri tahu mereka bahwa Emily hamil, lagi pula jika ada yang harus mereka pukul karena Emily hamil, maka itu haruslah Samuel karena dia yang membuahi putri mereka."
"Aku juga berfikir seperti itu, pasti Samuel juga habis di hajar oleh mereka. Dan soal pernikahan, mereka akan bertanya-tanya kenapa pernikahannya di percepat sementara mereka masih duduk di bangku kuliah."
"Katakan saja mereka tak sabar ingin membina rumah tangga."
"Apa kau fikir memang segampang itu? Kalau begitu, ayo kita pergi bersama ke rumah orang tua Emily dan kau yang bicara!"
Sementara Kate dan Sansa hanya bisa menanahan senyum, karena ternyata semakin banyak yang berkontribusi dalam kebohongan yang Sansa dan Emily ciptakan.
"Dengar, Alexander! Aku punya banyak pekerjaan yang sangat penting jadi aku tidak mungkin ikut berpartisipasi dalam kegilaan kalian," ujar Dorian.
__ADS_1
"Jangan lupa siapa yang membuat Daddy bisa menikahi Kate," sambung Sansa. "Itu aku dan Emi, jadi sekarang Daddy harus membantu Emi menikah dengan Sam."
"Sansa sayang, bukannya Daddy tidak mau membantu, tapi Daddy benar-benar sibuk akhir-akhir ini. Apalagi kau tahu perusahaan Daddy hampir saja bermasalah."
"Daddy, harus membantu kami, kalau tidak..."
"Kalau tidak?"
"Aku akan memecat Daddy sebagai ayahku!"
***
"Kau gila?" pekik Elaine saat Gorli memberi tahu rencananya untuk menculik Sansa. "Aku rasa itu keterlaluan, kau cukup jadikan Sansa sanderamu untuk menaklukkan Dorian, bukannya memikirkan tindakan kriminal seperti itu!"
"Itu sama sekali bukan urusanmu, Elaine. Kau boleh pergi ke New York hari ini juga, jangan khawatir soal perusahaanmu. Kau hanya akan menerima beresnya."
__ADS_1
"Tapi..."
"Atau kau mau aku melakukan hal yang sama padamu seperti yang akan aku lakukan pada Nona Turner?"