Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #96 - Melahirkan


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...


"Ahh... Enaknya...."


"Kamu suka, Sweetheart?"


"Iya, ini egghhh luar biasa, Sayang. Ah, terus... Ke atas sedikit, Sayang. Iya... Disana... Lebh cepat sedikit."


"Begini..."


"Iya, ugh, enak. Jangan terlalu pelan, lebh cepat lagi, aku tidak tahan."


"Aku takut melukaimu, kulitmu sangat sensitif."


"Ah, kau benar juga. Sepertinya aku harus membeli alat untuk menggaruk punggungku sendiri."


Alex hanya terkekeh mendengar ucapan sang istri yang saat ini sedang ia garuki punggungnya. "Ah, sudah cukup," kata Sansa kemudian. Alex mengecup punggung istrinya itu sebelum ia menurunkan bajunya.


Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, ada banyak masalah yang datang dan pergi dalam rumah tangga Alex dan Sansa, namun kedua insan yang berbeda generasi itu sudah saling mencintai dengan begitu dalam dan tulus, sehingga apapun jenis ombak yang datang menerpa, keduanya akan bekerja sama untuk menepis ombak itu.

__ADS_1


Kini kehamilan Sansa sudah memasuki usia 9 bulan, Sansa, Alex, bahkan Dorian dan Kate sudah tidak sabar untuk menanti kehadiran bayi Sansa. Dan selama masa kehamilan itu, Sansa dengan rutin melakukan check up dan semua orang menjaga kesehatannya dengan sangat hati-hati.


Tak hanya Sansa yang sedang berbahagia, Emily pun dalam keadaan yang sama. Usia kehamilannya sudah 8 bulan, kehamilan Sansa memang lebih dulu dari nya.


Dan seperti keinginan Emily, ia dan Samuel masih tinggal di apartement Samuel meskipun orang tua Emily bersedia membelikan apartement yang mewah dan besar untuk Emily. Samuel menolaknya, begitu juga dengan Emily karena mereka sudah sangat nyaman di apartement Samuel yang lama.


Saat ini, Emily sedang bergerak naik turun di atas tubuh Samuel yang sudah basah dan lengket karena keringat. Emily pun dalam keadaan yang sama, napasnya terasa panas dan memburu.


"Gosh! Kamu sangat seksi, Honey. Aku tidak tahan jika tidak bercinta denganmu barang sehari saja," ucap Samuel di tengah dessahannya.


Semenjak perut Emily membesar, Samuel semakin mudah bergairah pada sang istri, menurutnya Emily benar-benar seksi dan panas saat bergerak naik turun di atas tubuhnya tanpa sehelai benangpun, memamerkan perut besarnya dan tubuhnya yang mengkilap karena keringat. Keindahannya tak bisa Samuel lukiskan dengan kata-kata.


"Sangat...." lenguh Samuel, ia mencengkram pinggul Emily, membantu Emily bergerak lebih cepat karena ia tahu, Emily akan segera mencapai puncak begitu pun dirinya.


Saat gelombang kenikmatan itu menghantam, tubuh Emily langsung ambruk dan Samuel pun menangkapnya kemudian ia menidurkan sang istri di sisinya. Samuel dan Emily mengatur napas mereka yang memburu, keduanya saling menatap penuh cinta sambil tersenyum bahagia.


"I love you..." Samuel berkata lirih kemudian ia mengecup kening Emily. "Andai aku tahu, ternyata sangat menyenangkan memiliki istri yang hamil, aku pasti sudah menghamilimu sejak dulu, Sayang." Emily tersenyum lemah mendengar ucapan Samuel, ia pun mendesakan tubuhnya ke tubuh Samuel, menghirup aroma khas sang suami.


"Aku sangat lelah, apakah kamu sungguh merasa puas denganku? Staminaku sangat berbeda sekarang," ucap Emily.

__ADS_1


"Kau selalu membuatku gila, Honey. Kau tahu itu, kau selalu hebat, membuatku melayang."


***


"Siapa , Mom?" Kate terlonjak saat mendengar suara Sansa, ia pun menoleh dan tersenyum saat melihat anak tirinya itu.


Kini Sansa mulai memanggil Kate dengan sebutan Mom, dan itu sungguh sangat membuat Kate bahagia. Apalagi Sansa selalu menunjukkan bahwa ia sangat mencintai Kate, menghormatinya, menepis semua prasangka dan perasaan takut Kate dahulu.


"Orang mengantar Ranjang bayi, Sayang," kata Kate. "Aku membelikanya untuk cucuku," kata Kate. Dengan antusias Sansa melihat box bayi yang di belikan Kate.


"Thank you, Mom. Aku suka sekali," kata Sansa sembari memeluk ibu tirinya itu.


"Aku senang jika kau suka."


Saat melerai pelukan bersama Kate, Sansa mengerang kesakitan sambil memegang perutnya.


"Oh Tuhan! Apakah sudah waktunya kau melahirkan?"


"ALEXANDER!"

__ADS_1


"DORIAN!!!!"


__ADS_2