Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #18 - Crazy Couple


__ADS_3

"Kau yakin mau memakai gaun ini, Sayang?" Tanya Daddy sembari mengelus gaun Mommy, ku lihat kerinduan yang mendalam di matanya.


"Tentu saja, Dad. Aku ingin pernikahanku istimewa, dengan pasangan yang istimewa tentu gaunnya pun harus istimewa," tukasku dengan senyum lebar.


"Pasanganmu istimewa?" Cibir Daddy sembari melirik Alex dengan sinis.


"Tentu saja, Dad. Apa ada pria yang lebih istimewa dari Alex? Dia sahabatmu, bahkan merangkap menjadi baby sitter-ku karena kau selalu memberinya tugas untuk mengasuhku sementara kau sibuk mencari uang. Lalu, dia merangkap menjadi kekasihku karena aku jatuh pada pesonanya yang ... errrr... luar biasa." Daddy mendelik tajam karena apa yang aku katakan namun itu justru membuatku ingin tertawa.


"Dan sekarang, Taraaa! Alex sahabat Daddy akan menjadi menantumu, Dad. Bukankah Alex pria yang sangat istimewa dengan semua kelebihan dia itu?"


"Kalian membicarakanku?" Tanya Alex yang menghampiri kami kemdian ia memberikan kecupan hangat di keningku. Ah, romantis sekali.


"Tentu, Baby." jawabku sembari mengedipkan sebelah mataku. "Daddy bilang, dia sangat beruntung karena temannya akan menjadi menantunya," tukasku berbohong yang membuat Daddy langsung melotot marah.


"Aku pun merasakan hal yang sama," kata Alex yang yang membuat Daddy tampak semakin marah. "Oh ya, Baby girl. Apa kau ingin merubah model gaun ini?" Tanya Alex kemudian.


"Tidak, aku hanya ingin sedikit mengecilkan di pinggangnya, supaya lebih ramping," jawabku namun Daddy segera menyahut.


"Tidak, Sansa! Tidak ada yang perlu di rubah!" Tegasnya.


"Tapi, Dad. Ini terlalu longgar," tukasku memberi tahu.


"Tidak! Kau sedang hamil, tidak baik memakai pakaian yang ketat. Jadi, tidak ada yang perlu di rubah dari gaun ini!" Tegas Daddy tanpa bisa di bantah, aku hanya tercengang, namun saat aku menyadari bahwa Daddy menyebut kata hamil, aku jadi tersentuh.

__ADS_1


"Baiklah, Dad. As you wish," ucapku mengalah.


"Dan karena kau memakai gaun Mommy, bagaimana Alex juga memakai jas Daddy?" Sara Daddy yang membuatku memekik girang.


"Ide bagus, Dad!" Aku berkata dengan antusias namun Alex langsung menyela.


"Tidak, Baby girl. Aku tidak mungkin memakai jas Dorian," tukasnya.


"Kenapa?" Aku bertanya sembari mengerecutkan bibirku.


"Karena itu sudah kuno, Baby girl," jawab Alex.


"Coba saja dulu," bujukku.


"Tidak!" Tegas Alex.


"Ayo lah, My sexy old man," rengekku, Alex menatapku sejenak sebelah akhirnya ia mengangguk walaupun tampak terpaksa.


Dengan semangat, Daddy langsung mengambil jas pengantinnya dan memberikannya pada Alex.


Aku tahu alasan Alex menolak, pasti karena ia takut jas itu tidak pas di tubuhnya, apalagi itu jas di masa muda Daddy dan Alex sementara sekarang mereka sudah tua, dan tumbuh, tentunya.


Beda halnya dengan aku yang memakai gaun Mommy, saat itu Mommy masih muda, begitu pun aku.

__ADS_1


Dengan ragu, Alex pun mencoba jas Daddy. "Bagus!" seruku karena memang jasnya memang terlihat bagus di tubuh atletisnya itu.


"Pakai celananya juga, Alex!" seru Daddy sambil terkekeh.


"Tidak, aku rasa... Tidak!" tolak Alex namun aku menatapnya memelas, aku bahkan mengedipkan mataku padanya beberapa kali, menggodanya dan akhirnya ia pun mau memakai celana Daddy yang kemudian membuatku dan Daddy tertawa terbahak-bahak. Celana itu sangat kekecilan, karena dulu Daddy sangat kurus.


"Puas, hm?" Tanya Alex sembari melepaskan celananya dengan kesal.


"Sangat puas, Baby." Aku berkata sambil tertawa, namun kemudian ku lihat Alex yang tersenyum.


"Sekarang giliranmu, Sayang. Cobalah gaun ibumu, aku ingin melihatnya," kata Alex.


"No, aku ingin memberimu kejutan," tukasku.


"Ayo lah, aku ingin melihatnya," bujuk Alex, bahkan kini mendekatiku, meletakkan kedua tangannya di pinggangku, menempelkan keningnya di keningku bahkan ia juga menyapukan bibirnya di atas bibirku.


Oh, God! Dia menggodaku seperti yang sering aku lakukan.


"Tidak, itu akan menjadi kejutan," lirihku dengan dada yang berdebar. Oh, jantung. Kau selalu seperti ini setiap kali dekat dengan Alex, berdebar.


"Emh, aku tidak sabar," ucap Alex dengan suara seraknya hingga akhirnya Daddy menarik rambut Alex, membuat Alex memekik terkejut.


"Apa kalian tidak melihat ada aku di sini?" Seru Daddy marah. "Ternyata begini kelakuanmu pada putriku, Alex. Oh Tuhan!" Daddy menepuk jidatnya sendiri sementara aku dan Alex hanya menahan senyum geli.

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2