
"Aku akan pura-pura marah pada Sansa, agar anak itu jera dalam menipu," ujar Dorian saat Kate memasangkan dasinya.
"Jangan lakukan itu, nanti Sansa drop lagi. Kamu mau dia masuk rumah sakit lagi?" Tegur Kate. "Apa yang di lakukan Sansa itu sudah sangat benar, Sayang."
"Tapi tidak akan selalu benar, nanti jadi kebiasaan, banyak berbohong demi mendapatkan tujuannya. Aku akan pura-pura marah sebentar saja, hanya untuk memberinya pelajaran." Kate hanya bisa menghela napas lesu. "Ayo, ini sudah siang." ajaknya kemudian.
"Daddy, apa kau tidak ingin sarapan?" Tanya Sansa namun Dorian tak menanggapi, ia berjalan melewati Sansa yang kini tertunduk sedih.
Kate yang melihat itu merasa kasihan, dan ia hendak berbicara namun Dorian justru menariknya pergi.
Sesampainya di mobil, Kate mengatakan pada Dorian ponselnya ketinggalan. Padahal Kate hanya ingin menemui Sansa.
"Daddy sangat marah...." rengek Sansa pada Alex yang kini juga bersiap pergi bekerja. "Daddy tidak mau berbicara denganku, Alex."
"Sweetheart, itu tidak akan lama. Dorian bukannya marah, dia hanya sedikit kecewa dan itu wajar menurutku." Sansa mencebikkan bibirnya kesal, ia mendaratkan bokongnya di tepi ranjang.
"Sansa...." Sansa mendongak saat mendengar suara Kate. "Kamu jangan sedih, ya. Sebenarnya Daddy tidak marah, dia hanya pura-pura marah untuk memberimu pelajaran katanya."
__ADS_1
"Huh?"
...
"Orang tuaku tidak bodoh, Honey. Jika aku bilang hamil, mereka akan membunuh bayiku," keluh Emily saat Sansa menyarankan agar Emily berpura-pura hamil seperti dirinya agar mendapatkan restu keluarga.
Saat ini, kedua wanita itu sedang berada di kamar Sansa, Emily mencurahkan isi hatinya sambil menangis yang membuat Sansa merasa sedih dan kasihan.
"Kalau begitu, bilang saja kau sakit dan permintaan terakhirmu adalah menikah dengan Samuel," saran Sansa.
"Manusia yang naif dan percaya hal itu seperti itu di dunia ini hanya Kete," ujar Emily lesu yang membuat Sansa terkekeh.
"Masih hampir? tapi kok sekarang kamu masih sehat?"
"Karena ternyata Daddy hanya pura-pura marah, Kate yang bilang."
"Ouuch. Dia ibu tiri yang manis sekali."
__ADS_1
"Jadi kau dan Samuel harus bagaimana? Apa kawin lari saja?"
"Aku tidak ingin mengambil resiko itu."
Sansa pun hanya bisa menghela napas berat, begitu juga dengan Emily. Orang tua Emily bukanlah Dorian yang akan menikah kan anaknya ketika ia hamil, bukan juga seperti Kate yang naif tapi baik.
Ayah Emily adalah orang yang keras kepala, keputusannya adalah keputusan mutlak yang harus di patuhi oleh seluruh anggota keluarganya.
Seharian Sansa dan Emily memikirkan solusi dari masalah Emily, namun keduanya seperti menemui jalan buntu.
****
Samuel hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat dan tatapannya begitu tajam saat ayah Emily yang bernama Tuan Bose menemuinya di kampus dan memberikan sejumlah uang agar ia meninggalkan Emily.
"Ambil kembali uangmu, Tuan. Saya tidak membutuhkannya." Samuel beranjak dari tempat duduknya. "Lagi pula, bagi saya, uang segitu tidak cukup untuk membeli Emily karena Emily terlalu berharga untuk di tukar dengan sejumlah uang."
Tuan Bose tersenyum miring mendengar ucapan Samuel yang di anggapnya sebagai sebuah kesombongan.
__ADS_1
"Kau bahkan kuliah dengan beasiswa, tapi rasa percaya dirimu setinggi langit."
"Itu harus, rasa percaya dan harga haruslah setinggi langit"