Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #70 - Lamaran Samuel


__ADS_3

"Apa setiap ibu akan memasak sarapan untuk anaknya?" celetuk Sansa saat melihat Kate yang sibuk di dapur.


"Aku rasa tidak, Mom tidak pernah memasak di rumah, ada pelayan yang melakukannya," jawab Kate.


"Oh, Emi juga mengatakan hal seperti itu. Ibunya selalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak sempat." Sansa mengambil kentang goreng yang baru saja di angkat dari wajan.


"Hati-hati, Sansa. Itu masih panas...." Emily mengingatkan dan Sansa hanya menggumam.


"Waktu kecil, teman-teman kelasku selalu membawa bekal, katanya di masakin ibunya. Aku bawa bekal, tapi di masakin Alex atau Daddy, karena aku tidak punya ibu," tutur Sansa yang membuat hati Kate tersentil, sungguh anak yang malang, fikirnya.


"Tapi sekarang kau sudah punya ibu, akan aku buatkan bekal jika kau ke kampus nanti," kata Kate menghibur.


"Aku sudah dewasa, aku tidak membawa bekal," cicit Sansa padahal ia masih membawa bekal yang di siapkan Alex.


"Benar juga," gumam Kate.


Sementara para wanita memasak untuk sarapan, Dorian justru sedang sibuk di kamarnya karena tiba-tiba ia mendapatkan laporan adanya pencurian data di perusahaannya.


Hal itu membuat Dorian cemas dan ia harus pergi ke kantor sekarang juga meskipun sebenarnya ia sudah ada janji dengan Kate untuk membawa Kate pulang ke rumah orang tuanya, menjelaskan semua yang terjadi secara baik-baik.


Dorian mendatangi Alex yang masih tidur di kamarnya, ia membangunkan Alex dan meminta Alex membantu pengurus perusahaannya.


"Aku rasa itu ulah Gorilla," ujar Alex dengan suara seraknya sementara matanya masih terpejam rapat.

__ADS_1


"Gorilla?" gumam Dorian bingung.


"Iya, mantan calon suami istrimu," jawab Alex santai.


"Oh, dia pasti mau balas dendam karena aku sudah membawa kabur pengantinnya," gumam Dorian sambil terkekeh.


"Hem, kau urus saja sendiri. Hari ini aku sudah berjanji akan membawa Sansa belanja." mendengar kata belanja, tentu Dorian terkejut dan ia langsung memukul menantunya itu dengan bantal.


"Sansa itu masih sakit, dia harus istirahat total, Alex. Kamu tahu itu!" seru Dorian marah yang membantu Alex mendesis kesal.


"Aku tahu, tapi perasaan bahagia juga penting untuk Sansa. Kalau dia di kurung terus-terusan di dalam rumah, dia akan bosan, kasihan anakmu itu," gerutu Alex.


"Tapi, Alexander...."


" Aku suaminya, aku pasti akan menjaganya. Kau urus saja pekerjaanmu itu."


"Karena sekarang aku seorang suami, aku puny istri yang harus aku jaga."


...


"Sebarkan data-data ini ke semua perusahaan, aku jamin setelah itu perusahaan Dorian Turner akan bangkrut, hanya dalam hitungan jam!" desis Gorli sembari menyerahkan sebuah USB pada seorang pria yang memakai yang menutupi wajahnya dengan masker.


"Baik, Tuan. Sesuai perintah Anda," jawab pria itu sambil dengan tatapan liciknya.

__ADS_1


...


Di kampus, Samuel mempersiapkan kejutan untuk sang kekasih. Kejutan yang selama tak sabar ingin segera ia berikan namun ia belum siap, dan kejutan yang selalu di nanti Emily setiap hari.


Saat ini, Emily sedang berada di pojok perpustakaan, fokus membaca sebuah buku, dari sampulnya, itu adalah buku sains, tapi Samuel tahu, yang ada dalam buku itu ada novel dewasa yang baru saja di beli oleh Emily secara diam-diam.


Uff, kekasihnya itu memang memiliki gairah yang tak biasa.


Samuel mendekati Emily dan dengan jahil, ia mengambil buku itu yang membuat Emily terlonjak kaget.


"Sam...." pekiknya, ia sudah melotot marah namun tiba-tiba Samuel berlutut di depannya, ia mengeluarkan sebuah kotak beludru yang berisi cincin emas yang sangat mungil.


"Will you marry me, Emily Bose?"


"Hah?" Emily melongo tak percaya.


Sementara para penghuni perpustakaan kini memperhatikan kedua insan itu, mereka menatap Emily dengan tegang, seolah bertanya-tanya jawaban apa yang akan di berikan oleh Emily.


"Kenapa huh? Kau mau menikah denganku atau tidak?" Tanya Samuel.


"Mau ... mau ... mau...." jawab Emily antusias, bahkan ia mengambil cincin itu dan memasangnya sendiri yang membuat Samuel terkekeh.


"Emi, kau ... Emmpp...." ucapan Samuel terhenti saat Emily membungkamnya dengan bibirnya.

__ADS_1


Semua orang yang ada di kampus hanya bisa melongo melihat tingkah mesum kedua pasangan ini, dan mereka semakin melongo saat melihat buku yang tadi Emily baca kini tergeletak di lantai.


"Astaga, itu novel dewasa!" pekik salah satu mahasiswi disana.


__ADS_2