
Emily cekikikan di kamarnya saat mendapatkan kabar bahwa rencananya berhasil, ia merasa sangat bahagia bahkan ia melompat girang di atas ranjangnya.
"Ah, Daddy. Ternyata segampang ini membuatmu tertipu, hehe. I love you, Dad." teriaknya di kamar namun teriakan nya terhenti saat pintu kamar tiba-tiba terbuka menampilkan sang ayah. Emily langsung melompat turun dari ranjangnya dan berusaha bersikap tenang.
"Kenapa kamu melompat di atas ranjang?" Tanya sang ayah.
"Em , itu ... tadi aku hanya ... hanya olah raga, berat badanku naik," cicit Emily. "Em ada apa?" Tanyanya kemudian dengan memasang wajah kesalnya.
"Apa kamu sudah baca koran hari ini?"
"Belum." jawabnya dengan ketus.
"Sudah dengar berita sesuatu?" Tanya sang ayah lagi.
"Belum!" Lagi-lagi Emily menjawab dengan ketus. Sang ayah pun menyerahkan koran yang ia bawa pada Emily.
"Ternyata, pacarmu itu orang kaya. Apa kau tahu Alexander Ghan?"
"Ti...." jawaban Emily terhenti saat tatapannya tertuju pada sebuah bingkai foto di atas nakas. Itu adalah foto dirinya saat pernikahan Sansa dan Alex.
Seketika Emily menjadi panik, bagaimana jika ayahnya melihat foto pernikahan Sansa dan Alex? Habislah dirinya.
"Tidak, Dad. Aku... Tidak tahu, tidak kenal," kata Emily sembari menggeser tubuhnya pelan-pelan.
__ADS_1
"Samuel itu keponakannya yang kabur dari rumahnya satu tahun yang lalu, Emi. Apa Samuel tidak cerita padamu?" Tanya sang ayah dengan raut wajah yang tampak senang, bahkan kini ia duduk di tepi ranjang Emily sembari menceritakan tentang pertemuannya dengan Alex. Sementara Emily diam-diam menyingkirkan foto itu.
"Katanya Samuel memang tipe anak yang keras kepala..."
"Hmm" jawab Emily sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Oh ya, nanti malam Daddy akan mengundang Alexander dan Samuel untuk makan di rumah."
"Benarkah?" pekik Emily dan sang ayah mengangguk.
"Beri tahu kekasihmu itu, Daddy menunggunya," ucapnya sebelum ia pergi dari kamar Emily.
"Dasar, Daddy. Dia sudah kaya, apa perlunya menantu kaya? Ckck! Semoga Daddy tidak jantungan nanti kalau tahu yang sebenarnya." Emily menggumam sembari menghubungi Samuel.
"Aku tidak menyangka kau sangat pintar, Sayangku. Ugh, aku sangat mencintaimu," ucap Sansa gemas sembari mencubit pipi Alex.
Saat ini, Sansa menduduki perut Alex yang sedang tiduran di sofa sembari menonton televisi, atau lebih tepatnya, telivisi menonton mereka karena sepasang suami istri itu sibuk berbuat mesum sejak tadi.
"Tentu saja, kau banyak mengajarkan rahasia tersembunyi padaku," kata Alex, ia menyelipkan tangannya di punggung Sansa kemudian menarik Sansa, Alex mellumat bibir Sansa dengan intens. Poisis seperti ini sungguh intim, membuat jantung Alex berdebar kencang dan bagian bawahnya langsung berdenyut.
Alex seketika teringat dengan impian Sansa yang ingin merasakan sensasi bercinta di tempat sempit.
"Emm...." Sansa mengerang saat tangan Alex menjamah bokongnya dan meremasnya dengan gemas. Tak hanya itu, Alex kini menyelipkan tangannya di celana Sansa dan menyentuhnya dari dalam yang membuat Sansa terkesiap.
__ADS_1
"Apa kau ingin bercinta sekarang, Sayang?" Tanya Sansa dengan napas yang memburu setelah ia melepaskan pangutan bibirnya.
"Sepertinya iya," jawab Alex. Dengan sengaja ia menggesekan bagian bawahnya yang sudah tegang itu, tatapan mata keduanya bertemu, gelap, sarat akan gairah.
Sansa menahan napas saat gesekan Alex semakin intens, walaupun masih terhalang celana, namun itu sudah berhasil membuat inti tubuhnya berdenyut dan basah.
"Sudah pasti iya!" Seru Alex kemudian karena ia pun sudah tak tahan, celananya terasa begitu sesak dan pusat tubuhnya sangat sakit karena di kurung.
Tanpa aba-aba, Alex langsung duduk dan ia menurunkan celana Sansa yang membuat Sansa melongo, apalagi saat Alex juga menurunkan celananya.
"Tunggu..." cegah Sansa saat Alex akan masuk. "Sebentar lagi daddy pasti pulang," ucapnya khawatir.
"Tidak akan, Sayang." Alex menggeram dan blusss... Keduanya mengerang bersamaan saat pusat tubuh mereka menyatu.
"Bergeraklah, Sayang," pinta Alex. Dengan pelan, Sansa bergerak naik turun, ia mendessah dan tatapannya menatap Alex yang kini juga menatapnya.
Keduanya tegang karena penyuatan di bawah sana, dan keduanya lebih tegang lagi karena takut Dorian dan Kate pulang tiba-tiba. Namun entah mengapa, justru ketakutan ini menimbulkan kenikmatan sendiri.
Sansa bergerak lebih cepat saat gairahnya semakin terbakar, namun tiba-tiba....
TIt... Tit... Tit....
Terdengar suara klakson mobil Dorian dari luar yang membuat Sansa panik, ia hendak turun dari tubuh Alex namun Alex menahannya.
__ADS_1
"Masih ada sedikit waktu, Sweetheart. Tiga menit, sebelum Dorian melihat kita!"