Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #53 - Dia Akan Baik-baik Saja


__ADS_3

Alex, Dorian dan Emily kini hanya bisa duduk terdiam menunggu operasi Sansa yang sudah tiga jam berjalan, dan menurut Dokter, operasi di perkirakan hanya tiga jam namun sampai detik ini, belum ada tanda-tanda operasi itu selesai.


Emily melirik dua pria di sisinya bergantian, kecemasan dan ketakutan sangat tampak di wajah mereka.


"Aku yakin, operasinya akan berhasil," ujar Emily untuk mengurangi sedikit ketegangan yang ada, namun Alex dan Dorian hanya diam seolah tak mendengar ucapan Emily.


"Apalagi misi Sansa belum selesai, tidak mungkin dia mati sebelum misinya selesai, 'kan?" Celotehnya namun lagi-lagi kedua pria paruh baya itu seolah tak mendengarnya.


Emily menghela napas berat, dan disaat yang bersamaan Samuel datang dengan berlari, napasnya terengah dan keningnya berkeringat.


"Bagaiamana keadaan Sansa?" Tanya Samuel sambil mengatur napasnya.


Setelah mendengar kabar Sansa masuk rumah sakit bahkan akan di operasi pagi ini, tanpa fikir panjang Samuel langsung ke rumah sakit dan meninggalkan kelasnya. Meskipun mereka hanya teman, namun Samuel sudah menganggap Sansa sebagai adiknya sendiri.


"Masih di dalam ruang operasi," lirih Emily.


"Oh Tuhan! Tapi kenapa semua ini tiba-tiba terjadi?" gumam Samuel yang juga tampak sangat cemas, ia pun duduk di sisi Alex dan menatap wajah tegang Alex yang sudah seperti di medan tempur saja.

__ADS_1


"Jangan begitu tegang, Sansa tidak akan mati sebelum melahirkan anak darimu," celetuk Samuel yang kini berhasil menarik perhatian Dorian dan Alex.


"BENARKAH?" Tanya kedua pria paruh baya itu bersamaan, Samuel mengangguk berkali-kali.


"Itu alasan dia ingin cepat-cepat menikah denganmu, Alex. Karena ingin segera memiliki anak," ucap Samuel.


"Apa karena itu dia terus menggodaku selama ini?" Gumam Alex, ia teringat dengan semua godaan Sansa yang hampir saja membuat Alex gila.


"Hem," jawab Emily.


"Dia bilang, dia ingin meninggalkan penggantinya untuk kalian berdua, supaya jika dia pergi, kalian tidak akan kesepian." lanjutnya yang membuat hati Alex seperti teriris, begitu juga dengan hati Dorian yang baru mengetahui hal ini.


"Begitu pun aku," sambung Alex dengan suara yang bergetar dan tak lama kemudian Dokter keluar dari ruang operasi.


Mereka berempat langsung menghampiri Dokter dan menodong Dokter dengan pertanyaan.


"Bagaiamana keadaan istriku, Dok? Operasinya berhasil, 'kan? Dia bisa sembuh,'kan?"

__ADS_1


"Dokter, operasi putriku berjalan lancar,' kan? Kapan dia sadar? Kapan dia sembuh?"


"Iya, Dok. Bagaimana keadaan Sansa? Kemarin dia masih sehat, Dok. Kami mengobrol banyak, tapi kenapa sekarang dia sakit?"


"Operasinya berjalan dengan lancar," jawab Dokter itu yang membuat mereka semua menghela napas lega.


"Terima kasih, Tuhan," gumam mereka.


"Lalu kapan dia sadar?" Tanya Alex tak sabar.


"Harap menunggu dulu, Tuan Alexander. Saat ini, kita hanya bisa berdo'a agar Sansa segera siuman dan kembali sehat seperti semula."


Alex langsung menatap Dorian dan keduanya saling berpelukan dengan erat, keduanya bahkan menangis haru, meskipun Sansa masih belum siuman, tapi operasi yang berjalan dengan lancar sudah membuat mereka sangat lega.


Dorian kembali teringat dengan kejadian 17 tahun lalu, dimana Malvina di nyatakan meninggal sementara putri mereka baru bersusia 3 tahun.


Alex adalah tempat bersandar Dorian, mereka juga berpelukan seperti ini karena saling membutuhkan kekuatan. Beda dengan sekarang, keduanya saling berpelukan penuh haru karena Sansa.

__ADS_1


"Oh Tuhan! Jangan ambil Sansa-ku, jangan..."


__ADS_2