
"SAM...." para pria itu tak mau menyerah. Kini mereka justru mengarahkan sebilas pisau pada leher Emily yang membuat Emily langsung menahan napas.
"Jatuhkan senjata kalian atau aku akan menyayat lehernya!"
Emily yang mendengar ancaman itu langsung menahan napas, seluruh tubuhnya gemetar dan panas dingin.
Para polisi mendekat dan mencoba bernegosiasi. "Apa yang kau inginkan? Uang? Aku bisa memberikan apapun yang kau mau!" seru Alex sembari melangkah pelan mendekati, sementara Samuel diam-diam berjalan melangkah ke samping dan ia mencoba menyerang pria itu dari belakang.
"Aku tidak mau uangmu!" seru pria itu sembari terus melangkah dan menyeret Emily. "Tapi bagaimana kalian bisa sampai ke tempat ini?" tanyanya kemudian.
"Tentu saja karena ponsel Emily masih aktif," jawab Alex dengan tenang dan pria itu pun menggeram marah, ia lupa tak membuang ponsel Emily atau merusaknya.
"Aku mohon! Lepaskan dia! Dia sedang hamil!" mohon Alex.
__ADS_1
"Kami bisa meringankan hukumanmu jika kau melepaskan sandera!" seru polisi itu sementara Emily terus terisak ketakutan,.
"TURUNKAN SENJATA KALIAN!" Teriak pria itu lantang bahkan ia mulai sedikit melukai leher Emily yang membuat Emily merintih kesakitan, darah pun mulai keluar dan itu membuat semua orang panik.
Mereka pun menurunkan senjata mereka dan meletakkannya di tanah.
Sementara Samuel, tanpa di sadari para penjahat itu ia berhasil mendekati mereka dari belakang, Samuel memegang kayu dan langsung menghantamkan nya ke kepala pria yang menyandera Emily hingga membuatnya tersungkur.
Dengan cepat Samuel menarik Emily dan para polisi itu pun bergerak gesit mengangkat senjata mereka.
"SAMUEL....!"
....
__ADS_1
"Belum ada kabar dari Alex, Dad?" Tanya Sansa dengan cemas, malam sudah larut namun ia masih belum mendengar kabar apapun dari Alex..
"Tenang lah, Sayang. Daddy yakin Emi pasti selamat." Dorian mencoba menghibur putrinya itu yang sejak tadi tampak sangat cemas.
"Sansa, sebaiknya kau tidur saja. Ini sudah malam," sambung Kate. "Kalau nanti kami mendapatkan kabar dari Alex, kami akan memberi tahu mu, Sayang."
Sansa menggeleng, ia tak bisa tidur dalam keadaan seperti ini. Ia hanya ingin mendengar kabar dari sahabatnya. "Sansa, kamu juga sedang hamil. Dan ingat apa kata Dokter? Kamu tidak boleh stres, tidak boleh banyak fikiran, dan harus istirahat yang cukup, kalau tidak, nanti janinmu tidak sehat, Sayang." Kate kembali membujuk dengan lembut.
Sansa terdiam sejenak kemudian ia mengangguk, ia pun merebahkan dirinya dan mencoba memejamkan mata walaupun rasanya begitu sulit.
Sementara di sisi lain, berita penculikan Emily pun juga sampai pada tuan Bose yang saat ini masih ada di penjara.
Ia begitu khawatir pada putrinya itu dan ia tidak tahu siapa yang ada di balik penculikan ini, taun Bose memohon pada sipir dari penjara agar ia di kelurkan karena ia ingin menyelamatkan Emily, namun tentu ia tak akan di keluarkan begitu saja. Dan itu membuat dia hanya bisa pasrah, ia berdo'a dalam hati agar putrinya selamat dan baik-baik saja.
__ADS_1
"Oh Tuhan! Aku mohon selamatkan putriku, aku janji akan memberikan apapun yang dia mau asal dia baik-baik saja. Bahkan, aku akan menikahkannya dengan Samuel. Aku mohon... Selamatkan putriku!"