Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #68 - Kegilaan Para Duda


__ADS_3

"Kau ... lelah?" Dorian bertanya di tengah dessahannya sembari terus menggerakkan pinggulnya maju mundur, ia terus menggeram merasakan jepitan kuat dari lembah hangat nan basah di bawah sana.


Raut wajah kelelahan yang di tunjukkan Kate justru memberikan kesan seksi dan membuat Dorian semakin terbakar gairahnya. Apalagi mulut Kate yang terbuka dan terus mendesahkan nama Dorian dengan lirih, seolah Kate benar-benar puas akan pelayanan yang di berikan sang suami.


"Oh, Dorian...." pekik Kate saat tiba-tiba Dorian menghujamnya dengan sangat dalam, membuat Kate terlonjak.


Dorian pun menggeram keras saat merasakan denyutan dahsyat di bawah sana, miliknya seolah akan di telan oleh Kate.


"Aku mau...." racau Kate menegang.


"Bersama, Sayang. Aku juga mau sampai," kata Dorian.


Lenguhan panjang terdengar bibir keduanya saat ombak kenikmatan itu menghantam keduanya.


Tubuh Dorian ambruk di atas tubuh Kate, napasnya memburu dan Kate merasakan bagian bawah sana yang basah dan meleleh.

__ADS_1


Napas Kate tersenggal, seluruh tubuhnya gemetar, apa yang Dorian berikan malam ini benar-benar seperti surga dan neraka dan ia sangat puas akan hal itu.


Kate memejamkan mata saat merasakan merasakan hembusan napas hangat Dorian di ceruk lehernya.


Ia membelai rambut suaminya itu dengan lembut dan berkata, "Tadi kamu sudah keluar beberapa kali, tapi kenapa sekarang masih banyak cairannya? Bahkan sampai meleleh keluar rasanya."


Dorian terkekeh mendengar ucapan sang istri, ia pun mendongak dan memberikan kecupan hangat di kening, kelopak mata, hidung, pipi dan akhirnya di bibir Kate.


Dorian memberikan sedikit ******* disana. "Karena aku pria perkasa," kata Dorian sembari menekan pinggulnya yang membuat Kate menahan napas.


"Lihat, dia masih besar dan panjang, kan?" ujar Dorian sembari bergerak memutar.


"Jangan salahkan aku, Sayang. Salahkan lembahmu yang telah memakanku itu." Kate merona mendengar ucapan sang suami. "Bodoh sekali orang-orang yang tidak tertarik padamu, tapi aku sangat bersyukur akan hal itu. Karena kebodohan mereka adalah anugerah bagiku. Oh Kate, kemana saja kau selama ini?" Dorian menggeram dan kembali bergerak dengan intens.


"Menantimu," dessah Kate sembari melingkarkan kedua kakinya di pinggang sang suami, pertanda ia siap untuk pertempuran selanjutnya.

__ADS_1


...


"Bangun, Sweetheart...." Alex mengecup pipi Sansa berkali-kali, namun Sansa hanya melenguh malas dan memeluk guling dengan erat.


"Sweetheart, ini sudah siang. Sudah waktunya kamu sarapan dan minum obat, ingat kata Dokter? Kamu tidak boleh terlambat meminum obatnya." Alex membujuk sembari mengelus pinggang Sansa yang tak tertutupi apapun.


Lebih tepatnya, seluruh tubuh Sansa tidak tertutupi sehelai benangpun karena Alex tak membiarkannya memakai pakaiannya kembali setelah percintaan singkat mereka tadi malam.


"Sansa...." Alex menepuk pipi Sansa namun Sansa justru menyingkirkan tangan Alex dengan kesal.


"Aku masih mengantuk," rengek Sansa dengan suara serak.


Sambil tersenyum jahil, Alex mendekati dada sang istri dan tanpa aba-aba ia langsung melahap benda mungil itu, ia menyedotnya dengan kuat yang membuat Sansa memekik, kedua matanya langsung terbuka lebar dan ia mencubit lengan Alex dengan kuat.


"Auch, kau gila, ya!" pekiknya sementara Alex hanya terkekeh tanpa melepaskan mulutnya dari dada sang istri.

__ADS_1


"Alexander!" pekik Sansa mencoba mendorong Alex namun Alex tak bergeming, ia justru menjetikan lidahnya yang membuat tubuh Sansa seolah tersetrum aliran listrik.


"Dasar, duda tua! Ouch... Alex!" lenguhnya yang kini justru menekan kepala Alex ke dadanya itu, seolah ia menginginkan lebih.


__ADS_2