Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
MTDF #45 -Our Wild Night


__ADS_3

POV Alexander Ghan


Sansa bergerak dengan sangat liar di atas tubuhku, dia benar-benar memegang kendali permainan sekarang dan aku sangat menyukainya. Aku tidak menyangka Sansa bisa membuatku gila malam ini.


Malam ini adalah malam bersejarah dalam hidupku karena aku telah mendapatkan ******* berkali-kali namun rasanya aku belum puas, bahkan pusaka ku itu masih berdiri tegak dan gagah, seolah masih menantang, menunggu ronde selanjutnya.


Aku lihat Sansa yang juga mulai kelelahan, namun ia masih sangat kuat mengimbangi hasratku yang terus membara.


Walaupun begitu, aku tetap memperhatikan kesehatannya, aku mengaturnya agar tidak terburu-buru, tenang, namun tetap membuatnya menggila.


Setiap rondenya aku juga memberikan waktu istirahat, namun justru dia yang tidak sabar ingin melanjutkan ke ronde selanjutnya.


"Oh, apa kau suka begini?" Tanyanya sembari bergerak memutar.


"Yeah, Sweetheart. Aku suka, kamu sungguh luar biasa, Sweetheart." Aku berkata dengan napas yang terengah.


Tubuh kami lengket dan mengkilap karena keringat, paha kami pun dalam keadaan yang sama, seprei sudah tidak berbentuk, selimut dan bantal sudah terlempar entah kemana.

__ADS_1


Aku memegang pinggul Sansa dan membantunya bergerak lebih cepat karena aku sudah akan berada di puncak.


"Aku ... aku mau sampai," racaunya. "Oh, dia membesar, Alex. Penuh sekali."


"Kau berdenyut, Sweetheart. Aku juga mau sampai." Aku pun meracau sembari menghentak dari bawah, aku menusuk dengan begitu kuat dan dalam hingga akhirnya lenguhan panjang keluar dari mulut kami saat ombak kenikmatan itu datang menggulung jiwa kami.


Aku mencengkram pinggul Sansa dengan kuat dan semakin menekan pusakaku ke dalam lembahnya itu agar tak ada cairan yang keluar, agar semuanya masuk dan aku harap segera menjadi baby.


Namun usahaku sia-sia, cairan itu tetap merembes keluar hingga membasahi paha Sansa


Sansa ambruk di atas tubuhku, ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leherku dan bisa ku rasakan miliknya yang masih berkedut.


Aku menggendong tubuhnya yang sudah lemas tak berdaya itu kemudian menidurkannya di ranjang.


"Aku sudah khawatir kau akan pingsan, Sweetheart. Tapi ternyata kamu lebih kuat dari yang aku bayangkan," ucapku sembari naik ke atas ranjang, aku berbaring di sampingnya dan menariknya ke dalam pelukanku.


"Aku sangat kuat, kita lawan yang sebanding," jawabnya dengan lirih dan ku lihat matanya yang begitu sayu, dia pasti sangat lelah.

__ADS_1


"Tidurlah, Baby girl. Kau harus memulihkan tenagamu." Aku menarik selimut dan menyelimuti tubuh polos kami. Sansa hanya menggumam tidak jelas sebelum akhirnya ia memejamkan mata dan ku dengar dengkuran halusnya.


Wanita ku yang malang, dia pasti sangat kelelahan.


Aku mengecup keningnya, ku bisikan kata-kata cinta yang manis di telinganya seperti yang selalu aku lakukan setelah kami bercinta, sebelum akhirnya rasa kantuk juga menyerangku.


...***...


Saat pagi menjelang, aku terbangun dengan Sansa yang masih tertidur lelap di pelukanku. Dan aku melotot sempurna saat ku lihat jam dinding yang menunjukkan pukul 10 pagi.


Astaga!


Aku segera bangun dengan pelan-pelan karena aku tidak ingin mengganggu tidur istriku.


Aku bergegas mandi karena siang ini aku ada meeting.


Setelah mandi, aku keluar dari kamar untuk membuat sarapan namun aku di kejutkan dengan Dorian yang berdiri di kamarku dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Apa?" Aku bertanya dengan ketus.


"Aku harap kamu memperhatikan kesehatan Sansa, karena apa yang sudah kamu lakukan bisa saja membuat dia drop lagi."


__ADS_2