
"I miss you," lirih Alex di depan bibir sang istri yang sudah bengkak dan basah akibat ulahnya itu. "Aku merindukan ini, Sweetheart." Alex mengusap bibir Sansa dengan lembut, menatap matanya dengan intens yang membuat tubuh Sansa meremang.
"Aku juga," ucap Sansa sembari membelai pipi sang suami, kemudian ia menarik wajah suaminya dan kembali memangut bibirnya, menyesapnya dengan gemas yang membuat Alex mengerang tertahan.
Tanpa sadar, tangan Alex tak tinggal diam. Dengan nakalnya, tangannya itu mengusap dan menekan tonjolan di dada sang istri yang membuat Sansa melenguh dalam ciumannya.
Alex mulai terpancing gairahnya mendengar lenguhan sang istri, dan seandainya Sansa tidak sakit, Alex sudah pasti mengajak istrinya itu bercinta detik ini.
"Aku ingin sekali bercinta denganmu sekarang," ujar Alex secara frontal yang membuat wajah Sansa langsung terasa panas.
"Sialan, aku masih sakit," geramnya kemudian ia menggigit bibir Alex dan meraba dada Alex dengan tangannya.
"Maaf...." keduanya terlonjak mendengar suara itu dan secara spontan Sansa melepaskan bibir Alex dari bibirnya.
"Pasien masih dalam masa pemulihan, akan lebih baik jika banyak beristirahat," ujar Dokter itu yang memuat Sansa hanya bisa tersenyum malu, sementara Alex justu mendessah lesu.
Dokter pun melakukan pemeriksaan pada Sansa dan ia berkata kalau perkembangan Sansa sangat baik, jika setiap hari ini, maka Sansa bisa segera pulang dan beraktivitas seperti biasa.
Alex yang mendengar itu tentu sangat senang dan mengucapkan syukur dalam hatinya, sekarang ia dan Dorian bisa bernapas lega dan bisa menjalani hidup dengan tenang.
__ADS_1
"Tapi ingat, harus jaga kesehatanmu, bukan hanya fisik tapi juga psikis, karena seorang yang menderita penyakit jantung tidak benar-benar sembuh apalagi jika ia mudah stres atau menjalani pola hidup yang tidak sehat," tutur Dokter panjang lebar,
"Kami akan menjaganya dengan baik, Dok," sambung Alex. "Akan kami lakukan apapun untuk menjaganya dengan baik."
Alex menatap Sansa penuh cinta yang membuat hati Sansa menghangat. Ia pun mengulurkan tangannya pada suaminya itu yang segera di sambut oleh Alex.
"Aku tahu," lirih Sansa. "Aku juga akan menjaga diri, karena aku takut berpisah denganmu juga Daddy, tentu juga Samuel dan setan mesum Emily." keduanya terkekeh dan kebahagiaan terpancar di mata Sansa.
"Ini bagus," sambung Dokter. "Seseorang yang menderita penyakit seperti ini memang harus selalu bahagia."
***
"Karena itulah aku selalu kesal pada Alex, dia membawa pengaruh buruk pada Sansa," keluh Dorian sambil menghela napas berat. "Tapi syukurlah sekarang mereka sudah menikah, aku bisa jadi lebih tenang."
Emily hanya cengengesan setiap mendengar keluh kesah itu karena sebenarnya, dia-lah yang membawa pengaruh buruk untuk Sansa.
"Kenapa kamu hanya diam saja?" Tanya Dorian. "Aku harap pacarmu itu, si Samuel, tidak memiliki gairah seperti Alex."
"Hehe...." lagi-lagi Emily hanya cengengesan hingga ia melihat Kate yang datang dan kini berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Uncle, bukankah itu sekretarismu?" Tanya Emily.
"Kate?" Dorian mengikuti arah pandang Kate dan benar saja, itu memang Kate yang sedang celingukan. Dan saat tatapan keduanya bertemu, Kate langsung tersenyum serta mempercepat langkahnya.
"Tuan, syukurlah kau baik-baik saja," ujar Kate saat sudah berada di depan Dorian.
"Ada apa? Kenapa kau disini?" Tanya Dorian lagi.
"Aku hanya mencemaskanmu dan ingin tahu keadaanmu," jawab Kate.
"Aku baik-baik saja, Kate. Terima kasih," ucap Dorian dengan senyum yang mengembang di bibirnya, ia merasa senang atas perhatian Kate.
Namun, senyum itu musnah saat tiba-tiba Kate menyodorkan undangan pernikahannya pada Dorian.
"Syukurlah jika kau baik-baik saja, aku harap kau bisa datang di hari pernikahanku."
"Apa?"
Dorian langsung merasa patah hati.
__ADS_1