Gairah Cinta Putri Sahabatku

Gairah Cinta Putri Sahabatku
GCPS #87 - Di Intai


__ADS_3

"Aku tidak bisa membayangkan akan seperti apa reaksi keluargaku jika mereka tahu semua ini hanya pura-pura, maksudku, kekayaan dan status Samuel," ujar Emily antara cemas dan merasa gemas pada keluarganya itu.


"Aku juga tidak tahu, aku juga cemas sebenarnya," balas Sansa. Saat ini keduanya sedang berada di ruang ganti, Sansa membantu Emily mencoba gaun pengantinnya.


Dan memang benar, setelah apa yang di katakan ayahnya tempo hari, kini Sansa mulai cemas, karena ia tahu seperti apa kerasnya keluarga Emily.


"Maafkan aku, Honey. Karena aku, kau dan Alex harus terlibat," lirih Emily menyesal.


"Sudah seharusnya aku terlibat, my baby Emi. Bukankah sejak dulu seperti itu? Kita saling membantu, saling mendukung, jika ada satu di antara kita yang tercebur..."


"Maka yang satunya harus mengulurkan tangan dan harus siap dengan kemungkinan akan ikut tercebur."


Sansa dan Emily tertawa mengingat perjanjian persahabatan mereka. Keduanya sudah bersahabat sejak kecil, karena keduanya sama-sama anak orang kaya, yang memiliki segalanya namun di waktu yang bersamaan, mereka tak memiliki apapun.

__ADS_1


Sansa yang selalu merasa kesepian dan merasa berbeda karena ia tak punya ibu, seperti teman yang lain. Begitu juga dengan Emily, yang punya ibu namun ia seolah tak punya karena sang ibu sibuk dengan hidupnya sendiri.


"Baiklah, kita keluar dan tunjukan dirimu pada Samuel." Sansa menggandeng Emily dan membawanya keluar, dimana Samuel dan Nyonya Bose sudah menunggu.


Samuel terpana saat melihat Emily dalam balutan gaun pengantin yang memiliki model sederhana namun terlihat begitu Anggun.


Emily yang di tatapan sedemikian rupa oleh Samuel hanya bisa tersipu malu, wajahnya merona dan itu membuat Samuel gemas.


Namun beda halnya dengan ibu Emily yang tampak tak menyukai gaun itu. "Emily, cari gaun yang lain saja. Yang lebih mewah dari itu, gaun itu terlalu sederhana, seperti baju tidur saja," tukasnya dengan sombong yang membuat Emily mendelik.


"Tidak, Mom tidak suka yang ini. Lagi pula, pernikahan ini antara dua orang keluarga terpandang, Emily. Jangan menggunakan gaun memalukan seperti itu. Yang ada nanti guan para tamu lebih bagus dari pengantinnya."


Sansa merasa geram mendengar apa yang di katakan Nyonya Bose, begitu juga dengan Samuel. Sementara Emily bukan hanya geram, ia merasa murka.

__ADS_1


"Ini pernikahanku dan aku akan memakai apapun yang aku mau pakai," tegas Emily marah.


"Tapi, Emily..." ucapan Nyonya Bose terhenti saat ponselnya berdering, ia segera menjawab panggilan itu dan setelahnya, ia langsung bergegas begitu saja dengan alasan ia punya pekerjaan penting.


"Ck, jika aku jadi ibu. Aku tidak akan meninggalkan anakku hanya karena pekerjaan," gumam Emily kesal.


"Sabar, Honey," kata Sansa sembari mengusap pundak Emily.


"Baby, aku suka gaun itu," sambung Samuel untuk mencairkan suasana. "Tapi aku akan lebih suka...." Samuel mendekati Emily, ia melingkarkan lengannya di pinggang Emily, menarik tubuh Emily hingga menyatu dengan tubuhnya. "Aku akan lebih suka jika kau tak memakai apapun," bisik Samuel di telinga Emily yang membuat seluruh tubuh Emily meremang.


"Oh, no. Jangan sekarang!" seru Sansa kesal. "Aku masih disini! Setan mesum!"


Emily dan Samuel hanya terkekeh, dan Sansa pun langsung memukul kedua sahabatnya itu dengan tasnya.

__ADS_1


Sementara tak jauh dari sana, anak buah Gorli mengintai tanpa henti.


"Target aman, tugas siap laksanakan!"


__ADS_2