
Alex tertidur di kursi sembari memegang satu tangan Sansa dengan erat. ia sungguh lelah hingga akhirnya tertidur saat menjaga Sansa. Sementara Dorian duduk di sofa sembari berusaha melakukan pekerjaannya dari laptop, apalagi ia masih harus mengurus perusahaan Elaine yang sedang dalam masalah.
Seandainya bukan Sansa yang meminta, Dorian tidak akan pernah membantu wanita yang pernah membuat putrinya itu masuk ke rumah sakit.
Namun Dorian kini akan melakukannya, karena ia juga takut Elaine mengganggu rumah tangga Sansa dan Alex.
"Huffff...." Dorian menghela napas berat dan menutup laptopnya, ia sudah berusaha keras bekerja dengan baik namun ia tetap tidak bisa fokus karena terus memikirkan keadaan Sansa yang belum juga siuman.
Dorian melirik jam di laptopnya, sudah jam setengah 12 malam. "Pantas saja dia sudah tidur," gumam Dorian yang melihat Alex terlelap.
Ia menghampiri teman sekaligus menantunya itu kemudian ia menyelimuti nya, dan di saat yang bersamaan, Dorian melihat kelopak mata Sansa yang bergerak dan jari jemarinya bergerak.
"Sansa...." Dorian memanggil putrinya itu.
Sementara Sansa, ia seperti terikat dalam sebuah kegelapan dan saat mendengar suara sang ayah, itu seperti sebuah cahaya yang menuntunya keluar dari kegelapan itu.
"Sasan, ayo bangun, Sayang. Kamu mendengar Daddy...."
__ADS_1
Alex yang mendengar suara Dorian merasa terganggu dan ia pun terbangun dari tidurnya.
"Ada ap...." ucapan Alex terpotong saat ia melihat ada Sansa yang perlahan membuka matanya.
"Sansa...."
"Sayang, kamu sudah bangun?"
"Sweetheart...."
Kedua mata Alex langsung berkaca-kaca karena kini ia melihat sang istri membuka mata sepenuhnya dan menatapnya dengan sendu.
"Oh Tuhan! Akhirnya kamu membuka mata, Sweetheart."
"Aku benar-benar sudah ketakutan."
"Sekarang kamu baik-baik saja, akan baik-baik saja."
__ADS_1
"A-Alex...." Sansa memanggil suaminya itu dengan berbisik.
"Iya, Sweetheart. Ada apa? Kau ingin sesuatu?" Tanya Alex, ia mendekatkan telinganya ke bibir Sansa agar bisa mendengar apa yang di ucapkan sang istri.
"Ka ... mu ... be ... ri ... sik," bisik Sansa yang membuat Alex justru terkekeh namun air mata masih mengalir di pipinya.
"Biarkan saja aku berisik, yang penting kamu bangun," Balas Alex.
Saat Dokter dan Suster datang untuk memeriksa keadaan Sansa, Dorian langsung menarik paksa Alex keluar agar Dokter bisa memeriksa Sansa.
"Padahal aku hanya ingin menemani Sansa, akhirnya dia sadar dan dia pasti membutuhkanku disisinya," ketus Alex.
"Biarkan Dokter memeriksanya, dia baru sadar setelah di operasi dan yang Sansa butuhkan sekarang adalah banyak istirahat," tukas Dorian penuh penekanan.
Alex tak menanggapi ucapan ayah mertuanya itu karena sepertinya itu memang benar, kedua pria itu pun menunggu Dokter dengan sabar hingga akhirnya Dokter keluar dari ruang rawat Sansa sambil tersenyum lega, pertanda Sansa baik-baik saja. Namun saat ia menatap Alex, senyum dokter itu langsung musnah karena ia teringat dengan kegilaan Alex.
"Nonya Sansa baik-baik saja, Tuan," ucap Dokter itu yang membuat Alex dan Dorian langsung menghela napas lega.
__ADS_1
"Besok pagi kami akan melakukan pemeriksaan kembali dan saya yakin hasilnya sesuai yang kita harapkan. Dan untuk sekarang, saya sarankan agar Nyonya Sansa di berikan waktu untuk istirahat. Kondisinya masih sangat lemah pasca ope...." ucapan Dokter itu terhenti saat tiba-tiba Alex memeluk Dokter itu dengan sangat erat, membuat Dokter itu hanya bisa menahan napas dengan kedua mata yang melotot sempurna. Dorian yang melihat itu hanya bisa meringis sambil geleng-geleng kepala.
"Terima kasih, Dok. Terima kasih banyak."